Jakarta, 10 April 2026 – Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) di Hotel Tavia, Cempaka Putih, Jakarta, pada 10–12 April 2026. Agenda ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat arah pembinaan catur nasional sekaligus menyelaraskan program kerja antar daerah guna melahirkan lebih banyak pecatur berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Pengprov PERCASI Jambi, Mario Liberty Siregar, memaparkan berbagai langkah pembenahan yang tengah dilakukan di wilayahnya sejak dirinya terpilih sekitar delapan bulan lalu. Ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memperluas jangkauan pembinaan serta menjaring bibit-bibit unggul dari berbagai kabupaten.
“Di Jambi, kami rutin menggelar turnamen setiap bulan yang berpindah-pindah dari satu kabupaten ke kabupaten lain. Tujuannya untuk menemukan talenta baru. Dari setiap turnamen, 10 besar akan kami kirim ke kejuaraan nasional untuk mengejar gelar Master Nasional,” ujarnya.
Mario juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat terhadap catur di Jambi. Ia menyebutkan bahwa hampir setiap minggu terdapat turnamen yang digelar, menjadi indikator positif berkembangnya ekosistem catur di daerah tersebut.
Selain pembinaan atlet, PERCASI Jambi turut mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya wasit dan pelatih. Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan profesional.
“Kami juga sedang memperbanyak kader pelatih dan wasit. Karena dengan banyaknya turnamen, kebutuhan akan SDM yang kompeten juga semakin tinggi,” tambahnya.
Program pembinaan di Jambi sendiri telah menyasar berbagai kelompok usia, mulai dari tingkat SD, SMP, SMA, hingga kategori umum, veteran, dan wanita. Meski saat ini capaian tertinggi masih di level Master Nasional (MN), upaya peningkatan kualitas terus dilakukan, termasuk melalui pelatihan intensif dan menghadirkan pelatih berpengalaman.
Lebih lanjut, Mario berharap kepengurusan baru PERCASI di tingkat pusat dapat menghadirkan sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan merata di seluruh Indonesia. Ia mendorong adanya standar materi pelatihan yang seragam serta program latihan rutin yang dapat diakses oleh seluruh daerah, baik secara daring maupun luring.
“Kami berharap ada modul pembelajaran yang sama untuk seluruh daerah, sehingga kualitas pembinaan merata. Kalau bisa setiap bulan ada pelatihan dari pusat, baik online maupun offline, agar materi yang diterima atlet di seluruh provinsi bisa selaras,” katanya.
Munas PERCASI 2026 ini diharapkan mampu menghasilkan keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga mendorong lahirnya lebih banyak grandmaster dari Indonesia di masa depan.
Red Irwan Hasiholan

