Jakarta – Ikatan Alumni ITS (IKA ITS) melalui MPP bersama PW dan KOMJUR menggelar Idul Fitri Funfest IKA ITS 2026 bertema “Berbagi Beraksi Berkolaborasi” di Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang halal bihalal sekaligus ruang kolaborasi antara alumni, komunitas, dan masyarakat.
Tak sekadar silaturahmi, Funfest tahun ini menggabungkan aksi sosial, pemberdayaan UMKM, hingga penguatan budaya dalam satu rangkaian kegiatan.
Ketua Umum PP IKA ITS, Wiluyo Kusdwiharto, menegaskan bahwa acara ini merupakan bentuk nyata kontribusi alumni.
“Ini bukan sekadar temu kangen, tetapi wujud rasa syukur dan kepedulian terhadap masyarakat,” ujarnya.
Salah satu sorotan adalah keterlibatan Yayasan Anak Berkebutuhan Khusus (YABK), yang tampil melalui pertunjukan seni sekaligus berpartisipasi dalam bazar kuliner. Kehadiran mereka memperkuat pesan inklusivitas dalam kegiatan ini.
Panitia juga menggelar program sosial seperti donasi “Charity in Diversity” dan aksi donor darah “Red Heroes Day”.
Mengusung tema “Nusantara Tradisional”, acara ini menghadirkan cosplay adat, pertunjukan seni, hingga live painting. Sementara itu, bazar UMKM menjadi daya tarik utama dengan beragam kuliner khas seperti rawon dan bakso Malang.
Dukungan dari sejumlah perusahaan seperti PT Pertamina (Persero), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT PLN (Persero), dan PT Dua-Dua Indonesia menunjukkan kuatnya jejaring alumni dalam mendorong kegiatan sosial dan ekonomi.
Selain itu, Funfest juga diramaikan dengan berbagai aktivitas interaktif seperti games, doorprize, hingga layanan mini health check dari BNI Life.
Wiluyo menambahkan, IKA ITS akan terus memperkuat peran alumni melalui program strategis, termasuk beasiswa dan dana abadi bagi mahasiswa kurang mampu.
“Sinergi ini membuktikan jejaring alumni tetap solid dan mampu memberi dampak positif bagi masyarakat,” tutupnya.
Sekretaris Jenderal IKA ITS, Herman Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang temu kangen antaralumni, tetapi juga menjadi ruang strategis untuk membangun jejaring yang lebih luas. Menurutnya, IKA ITS membuka peluang kolaborasi tidak hanya di internal alumni, tetapi juga dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi lain dan para pemangku kepentingan.
“Halal Bihalal ini menjadi momentum penting untuk memperluas koneksi dan memperkuat sinergi lintas sektor. Kami ingin alumni ITS dapat berperan aktif bersama seluruh komponen bangsa,” ujar Herman.
Lebih lanjut, Herman menjelaskan bahwa IKA ITS secara konsisten memberikan sumbangan pemikiran dalam mendukung program strategis nasional, termasuk visi Asta Cita yang digaungkan Presiden Prabowo Subianto. Kontribusi tersebut mencakup berbagai sektor krusial seperti kemandirian energi dan ketahanan pangan.
Dalam bidang energi, alumni ITS tidak hanya terlibat dalam riset energi terbarukan, tetapi juga aktif mendorong inovasi berkelanjutan. Salah satu terobosan yang tengah menjadi perhatian adalah penelitian pengembangan bahan bakar alternatif berbasis kelapa sawit sebagai substitusi bensin.
“Ini menjadi salah satu inovasi yang cukup hangat dibahas. Namun untuk peluncurannya, kami masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak rektorat ITS,” jelasnya.
Selain energi, kontribusi alumni ITS juga merambah sektor pertanian, mulai dari pengembangan bibit unggul hingga inovasi alat pertanian modern yang mendukung produktivitas nasional.
Herman berharap, kegiatan Halal Bihalal ini tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan menjadi titik awal lahirnya berbagai kolaborasi konkret. Ia menekankan pentingnya sinergi antara alumni, pemerintah, dan stakeholder lainnya dalam menciptakan program-program yang berdampak nyata.
“Harapannya, dari pertemuan ini lahir proyek-proyek strategis dan kerja sama yang berkelanjutan, bukan hanya sekadar silaturahmi,” tambahnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi, IKA ITS optimistis dapat terus berkontribusi dalam mendorong kemajuan Indonesia di berbagai sektor strategis.
Red Irwan Hasiholan

