RAPOR MERAH DINAS PENDIDIKAN: 2025 ANGGARAN TAK TERSERAP, 2026 BUS SEKOLAH PUN MANGKRAK.

Bintuhan, partiot.co.id – Belum reda kekecewaan publik terkait rendahnya penyerapan anggaran pada tahun berjalan untuk rehabilitasi sekolah tingkat SD dan SMP ditahun 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) kini kembali menuai sorotan negatif. Kali ini, kegagalan tata kelola birokrasi tersebut berdampak langsung pada fasilitas harian siswa, yakni mulai tahun 2026 lumpuhnya operasional armada bus sekolah yang merupakan salah satu program unggulan Bupati. Rabu, 15/04/2026

Informasi Iklan / Advertorial Klik mediapatriot.co.id@gmail.com atau Hubungi WhatsApp kami 08999208174

Kondisi ini dianggap sebagai “pukulan ganda” bagi dunia pendidikan kabupaten kaur. Di tengah besarnya alokasi dana yang tersedia, ketidakmampuan dinas dalam mengeksekusi anggaran justru berujung pada terbengkalainya aset negara yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Berdasarkan data laporan keuangan terakhir, serapan anggaran di Disdik dilaporkan masih jauh di bawah target kuartalan. Namun, ironisnya, alasan yang kerap muncul ke publik untuk penghentian operasional bus sekolah adalah ketiadaan biaya bahan bakar (BBM) dan honor sopir.
“Ini sangat janggal. Di satu sisi kita mendengar anggaran pendidikan banyak yang mengendap atau tidak terserap, tapi di sisi lain fasilitas dasar seperti bus sekolah berhenti karena alasan tidak ada uang bensin. Ke mana sebenarnya perencanaan anggaran mereka?”

Pantauan di sejumlah titik menunjukkan puluhan bus sekolah hanya terparkir tanpa aktivitas. Beberapa armada bahkan mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik akibat terlalu lama tidak dioperasikan, seperti ban yang kempis dan bodi bus yang berkarat.

Dampak langsung dirasakan oleh para pelajar, terutama mereka yang tinggal di wilayah pelosok. Tanpa bus sekolah, para siswa terpaksa kembali menggunakan atau mengendarai sepeda motor sendiri, yang meningkatkan risiko keselamatan di jalan raya.

Masyarakat dan sejumlah anggota legislatif kini mendesak Bupati untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja jajaran manajerial di Dinas Pendidikan. Mandeknya program ini dianggap bukan sekadar masalah teknis, melainkan bentuk kelalaian dalam menjaga amanah program unggulan daerah.
“Jika serapan anggaran saja rendah, seharusnya tidak ada alasan untuk program fisik dan pelayanan seperti bus sekolah ini terhenti. Ini murni masalah manajemen,” tambah salah satu anggota DPRD dalam pernyataannya.

Publik kini menunggu langkah tegas dari kepala daerah agar aset yang dibeli dengan uang rakyat tersebut tidak berakhir menjadi rongsokan dan program unggulan pendidikan tidak hanya sekadar menjadi janji di atas kertas.

Sementara kepala dinas beserta pihak yang menangani hal tersebut, menerangkan bahwa BBM baru masuk hari ini, dan memastikan besok bus sekolah tersebut akan beroperasi. Opta

IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id