Sabtu | 25 April 2026 | Pukul | 12:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini — Pemerintah Kabupaten Langkat kembali menunjukkan keseriusannya dalam mendukung investasi sektor energi strategis nasional.
Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Jumat (24/4/2026), Consortium PT Istana Karang Laut (IKL) bersama PT Adiprotec Envirodunia melaksanakan sosialisasi rencana pekerjaan jalur pipa gas kepada unsur pemerintah daerah, masyarakat terdampak lintasan, serta perusahaan-perusahaan perkebunan yang berada di sepanjang koridor proyek.
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam tahapan awal pelaksanaan proyek jalur pipa gas milik EMP Gebang Limited yang saat ini tengah memasuki fase persiapan pengeboran migas di Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Sosialisasi tingkat kabupaten tersebut bukan sekadar forum penyampaian teknis pekerjaan, melainkan bagian dari konsolidasi lintas sektor guna memastikan seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang sama terhadap manfaat, tantangan, serta pola koordinasi yang akan dijalankan selama proyek berlangsung.
Proyek Strategis Jalur Energi Sepanjang 35 Kilometer
Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa jalur pipa gas yang akan dibangun memiliki panjang kurang lebih 30 hingga 35 kilometer, dimulai dari Desa Bubun, Kecamatan Tanjung Pura, dan berakhir di Desa Buluh Telang, Kecamatan Padang Tualang.
Pekerjaan konstruksi pipa ini akan melintasi 9 desa dan 1 kelurahan, yang tersebar di dua kecamatan strategis, yakni Kecamatan Tanjung Pura dan Kecamatan Padang Tualang.
Adapun wilayah yang akan dilalui meliputi:
Desa Bubun
Desa Pantai Cermin
Desa Pematang Cengal
Desa Pekubuan
Kelurahan Pekan
Desa Teluk Bakung
Desa Paya Perupuk
Desa Padang Tualang
Desa Kwala Pesilam
Desa Buluh Telang
Lintasan tersebut dipilih berdasarkan kajian teknis dan efisiensi distribusi, sekaligus mempertimbangkan aspek keselamatan, aksesibilitas, serta keberlangsungan aktivitas masyarakat dan perusahaan perkebunan yang berada di sekitar jalur.
Secara substansial, proyek ini merupakan urat nadi pendukung operasional eksplorasi migas EMP Gebang Limited di wilayah Secanggang–Gebang yang kini diproyeksikan menjadi salah satu simpul penguatan ketahanan energi nasional di Sumatera Utara.
Pemerintah Kabupaten Langkat Ambil Peran Sentral Pengawalan Investasi
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri sejumlah unsur pemerintahan dan pemangku kepentingan, antara lain:
Perwakilan Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Langkat
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Langkat
Perwakilan Camat Tanjung Pura melalui Kasi Pemerintahan Kecamatan Tanjung Pura
Camat Padang Tualang
Para lurah dan kepala desa yang wilayahnya dilintasi proyek
Rangkaian acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Langkat, Drs. Muhammad Nawawi, M.AP, yang dalam sambutannya menegaskan bahwa pemerintah daerah menempatkan investasi energi sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong pembangunan daerah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, investor, pelaksana lapangan, dan masyarakat harus dibangun sejak tahap awal agar seluruh proses berjalan kondusif serta memberi manfaat nyata bagi daerah.
“Kami siap mendukung penuh proyek ini karena diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi serta mendorong kemajuan pembangunan serta penyerapan tenaga kerja di Kabupaten Langkat,” tegas Drs. Muhammad Nawawi, M.AP.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan posisi Pemkab Langkat sebagai fasilitator pembangunan yang proaktif, bukan sekadar regulator administratif.
Consortium PT IKL dan PT Adiprotec Paparkan Skema Teknis Pekerjaan
Setelah pembukaan, forum dilanjutkan dengan sesi pemaparan teknis oleh pihak consortium pelaksana, yakni Agus Susanto selaku Direktur Consortium PT IKL dan PT Adiprotec Envirodunia, didampingi Wendy Soerachman selaku Project Manager.
Dalam penjelasannya, kedua perusahaan menekankan bahwa pelaksanaan pembangunan jalur pipa gas akan mengedepankan pendekatan profesional, terukur, dan mengacu pada standar keselamatan kerja serta perlindungan lingkungan.
Selain menjelaskan rute lintasan, metode pengerjaan, hingga tahapan pembebasan akses kerja, pihak consortium juga membuka ruang dialog kepada seluruh kepala desa, perangkat kecamatan, serta perwakilan perusahaan perkebunan guna menampung berbagai aspirasi, potensi hambatan, dan masukan teknis dari lapangan.
Direktur Consortium, Agus Susanto, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Langkat yang dinilai sangat terbuka terhadap masuknya investasi sektor energi.
“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan dari Pemerintah Kabupaten Langkat beserta seluruh pihak terkait, semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan lancar nantinya,” ujar Agus Susanto.
Ia menambahkan, komunikasi intensif dengan masyarakat akan terus dibangun agar setiap tahapan pekerjaan dapat berlangsung dengan transparan dan minim resistensi.
EMP Gebang Limited Tegaskan Sosialisasi Sebagai Komitmen Keterbukaan
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir pula perwakilan EMP Gebang Limited selaku project user atau pemilik pekerjaan.
Kehadiran EMP Gebang Limited menandakan bahwa perusahaan tidak hanya menyerahkan pekerjaan secara kontraktual kepada pelaksana, tetapi juga terlibat aktif memastikan pendekatan sosial dan komunikasi publik berjalan optimal.
Perwakilan EMP Gebang Limited menegaskan bahwa sosialisasi ini adalah langkah fundamental sebelum pekerjaan fisik dimulai.
“Kegiatan sosialisasi adalah bentuk komitmen kami untuk memastikan seluruh pihak memahami rencana proyek ini, serta penting untuk dilakukan guna membangun komunikasi yang baik dan meminimalisir potensi kendala di lapangan,” ungkap perwakilan EMP Gebang Limited.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan proyek energi modern tidak lagi semata bertumpu pada kekuatan modal dan teknologi, namun juga sangat ditentukan oleh penerimaan sosial, keterbukaan informasi, serta harmonisasi dengan masyarakat lokal.
Lebih dari Sekadar Pipa Gas, Ini Adalah Koridor Pertumbuhan Baru Langkat
Secara makro, pembangunan jalur pipa gas ini dinilai memiliki implikasi yang jauh melampaui kepentingan distribusi energi semata.
Masuknya proyek strategis migas ke wilayah Tanjung Pura hingga Padang Tualang diyakini akan:
Membuka ruang investasi turunan,
mendorong aktivitas ekonomi desa,
meningkatkan perputaran jasa dan logistik,
menyerap tenaga kerja lokal skill maupun non-skill,
serta mempercepat pembangunan infrastruktur penunjang kawasan.
Bila dikelola secara berkelanjutan, proyek ini berpotensi menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di Kabupaten Langkat bagian pesisir hingga daratan tengah.
Langkat tidak lagi sekadar menjadi daerah lintasan eksploitasi sumber daya, namun mulai menempatkan diri sebagai wilayah yang mengambil manfaat strategis dari rantai nilai industri energi nasional.
Dialog Interaktif Jadi Penutup, Semangat Kolaboratif Menguat
Usai sesi pemaparan, kegiatan ditutup dengan tanya jawab dan diskusi interaktif yang melibatkan para camat, lurah, kepala desa, serta unsur masyarakat terkait.
Sejumlah isu teknis seperti akses lahan, pengamanan jalur kerja, koordinasi lapangan, hingga peluang keterlibatan tenaga kerja lokal menjadi bahasan konstruktif dalam forum tersebut.
Suasana dialog berlangsung terbuka dan produktif, mencerminkan bahwa seluruh pihak memiliki semangat yang sama: memastikan proyek strategis ini berjalan aman, lancar, dan memberikan manfaat luas.
Dengan terlaksananya sosialisasi tingkat kabupaten ini, maka tahapan pembangunan jalur pipa gas EMP Gebang Limited memasuki babak yang lebih konkret.
Langkat kini tengah berdiri di ambang perubahan besar—di mana pipa gas yang akan ditanam melintasi desa-desa bukan hanya saluran energi, tetapi juga simbol mengalirnya harapan baru menuju pembangunan yang lebih maju, modern, dan berdaya saing.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)

