HIMNI GELAR HUT DAN MUNAS I TEGASKAN LANGKAH MENUJU ORGANISASI MODERN DI TENGAH MOMENTUM KEBANGKITAN NUKLIR INDONESIA

Jakarta, 25 April 2026
Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) menyelenggarakan peringatan Hari Ulang Tahun HIMNI sekaligus Musyawarah Nasional (MUNAS) I pada Sabtu, 25 April 2026, di Jakarta. Mengusung tema “Menyongsong Era Nuklir Indonesia Bersama HIMNI yang Modern”, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi penguatan peran HIMNI sebagai organisasi profesi dan wadah pemikiran strategis di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir di Indonesia.

Didirikan pada 20 April 1995, HIMNI telah menjadi bagian dari perjalanan panjang pengembangan dan pemasyarakatan teknologi nuklir di Indonesia. Penyelenggaraan MUNAS I menandai babak baru dalam konsolidasi organisasi, sekaligus mempertegas komitmen HIMNI untuk tumbuh sebagai organisasi yang semakin tertib, demokratis, modern, dan akuntabel.
Rangkaian kegiatan diawali dengan Seminar Nasional yang menghadirkan para pakar dan praktisi ketenaganukliran, yaitu Dr. Ir. Khoirul Huda, M.Eng., IPU. adalah Ketua Badan Kejuruan Teknik Nuklir Persatuan Insinyur Indonesia (BKTN-PII); Prof. Dr. Eng. Ir. Sidik Permana S.Si., M.Eng. IPU. adalah Guru Besar Kelompok Keahlian Fisika Nuklir dan Geofisika, FMIPA ITB; dan Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng., IPU, ASEAN Eng, APEC Eng. adalah Former Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) periode 2021–2025 sekaligus Chairman Global Institute for Nuclear Energy and Sustainable Development, PLN Institute of Technology).


Ciketing Udik Kota Bekasi Go Internasional

Informasi Iklan / Advertorial Klik mediapatriot.co.id@gmail.com atau Hubungi WhatsApp kami 08999208174

Pada kesempatan tersebut, HIMNI juga memberikan Penghargaan HIMNI kepada Dr. Ir. Agus Puji Prasetyono, M.Eng. IPU. ASEAN Eng., APEC Eng., sebagai individu yang secara aktif memberikan pengaruh yang signifikan dalam hilirisasi atau perencanaan program iptek nuklir di bidang energi khusunya PLTN, serta peran aktifnya dalam mendukung kemajuan HIMNI.

Dewi Motik Dorong Pemerintah Segera Bangun PLTN: Indonesia Tak Boleh Tertinggal dari Negara Maju

Anggota Dewan Pembina Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia, Dewi Motik, menegaskan pentingnya percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia. Hal itu disampaikannya dalam momentum peringatan ulang tahun ke-31 organisasi tersebut, yang diisi dengan diskusi bersama para saintis, akademisi, serta praktisi di bidang energi dan teknologi nuklir.

Menurut Dewi Motik, hasil diskusi menunjukkan bahwa energi nuklir kini menjadi kebutuhan strategis bagi banyak negara di dunia, bukan lagi sesuatu yang harus ditakuti. Ia menilai Indonesia sebagai negara besar dengan jumlah penduduk yang sangat besar justru tertinggal karena belum memiliki PLTN.

“Negara-negara maju anggota G20 banyak yang sudah memanfaatkan energi nuklir. Indonesia sebagai negara besar seharusnya tidak tertinggal,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa persepsi masyarakat terhadap nuklir masih sering dikaitkan dengan senjata atau bom atom, padahal perkembangan dunia telah membawa teknologi nuklir ke arah yang jauh lebih luas dan bermanfaat. Menurutnya, pemanfaatan nuklir saat ini sudah merambah sektor industri, kesehatan, pertanian, perdagangan hingga pendidikan.

“Kalau bicara nuklir sekarang, itu bukan soal bom. Nuklir sudah digunakan untuk kesehatan, pertanian, industri, bahkan kedokteran,” tegasnya.

Dewi Motik juga menyoroti sejarah panjang rencana pembangunan PLTN di Indonesia yang telah dimulai sejak era Presiden Soekarno. Menurutnya, pada masa itu dukungan internasional terhadap Indonesia sangat besar, termasuk dari Rusia. Namun rencana tersebut tidak berlanjut karena dinamika politik nasional.

Pada era Presiden Soeharto, wacana pembangunan PLTN kembali muncul. Bahkan, menurut Dewi Motik, Presiden B. J. Habibie telah menyiapkan sumber daya manusia dengan mengirim mahasiswa Indonesia ke luar negeri untuk mempelajari teknologi nuklir. Namun perbedaan pandangan di internal pemerintahan saat itu membuat rencana tersebut kembali tertunda.

Ia menilai Indonesia membutuhkan keputusan politik yang kuat dan konsisten agar proyek strategis nasional seperti PLTN dapat terwujud. Menurutnya, tanpa keberanian pemimpin nasional, pembangunan PLTN akan terus tertunda.

“Kalau presiden tidak turun tangan langsung, akan sulit terwujud,” katanya.

Lebih lanjut, Dewi Motik menilai kondisi harga energi fosil yang terus bergejolak menjadi alasan kuat bagi Indonesia untuk segera beralih ke energi alternatif yang lebih stabil dan berkelanjutan. PLTN disebutnya sebagai salah satu solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Ia mengusulkan pembangunan PLTN dilakukan secara bertahap di wilayah kepulauan yang strategis, dengan perencanaan matang, pengawasan ketat, serta tetap menjaga kelestarian lingkungan hidup dan keselamatan masyarakat.

Menurutnya, dengan teknologi modern, PLTN dapat dibangun secara aman dan ramah lingkungan apabila dikelola secara profesional.

Di akhir pernyataannya, Dewi Motik juga mengajak insan pers untuk ikut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya energi nuklir demi masa depan bangsa.

“Media harus ikut membantu memberikan pemahaman bahwa nuklir adalah masa depan energi Indonesia,” pungkasnya.

Sebagai forum tertinggi organisasi, MUNAS I HIMNI membahas dan menetapkan agenda-agenda strategis, yaitu menerima laporan pertanggungjawaban Pengurus Pusat, menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), mengesahkan Garis-Garis Besar Program Kerja HIMNI 2026–2031, serta memilih Ketua Umum HIMNI periode 2026–2031. Agenda-agenda ini menjadi fondasi penting bagi penguatan kelembagaan HIMNI ke depan.

Pelaksanaan MUNAS I memiliki makna khusus karena menjadi titik penting dalam penataan dan pembaruan organisasi. Melalui forum ini, HIMNI menegaskan tekad untuk memperkuat tata kelola internal, memperjelas arah program, serta memperluas kontribusi organisasi dalam menjawab tantangan nasional di bidang energi, kesehatan, pertanian, industri, keselamatan, dan literasi publik tentang nuklir.

Di tengah meningkatnya kebutuhan Indonesia terhadap sumber energi bersih, andal, dan berkelanjutan, serta semakin luasnya pemanfaatan teknologi nuklir di berbagai sektor strategis, HIMNI memandang bahwa peran organisasi profesi harus semakin nyata. HIMNI tidak hanya hadir sebagai ruang berhimpun para insan nuklir, tetapi juga sebagai mitra intelektual dan sosial dalam mengawal pemanfaatan teknologi nuklir yang aman, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi bangsa.

Melalui MUNAS I ini, HIMNI menegaskan sejumlah arah strategis organisasi ke depan, antara lain memperkuat tata kelola berbasis AD/ART yang transparan dan adaptif, mendorong transformasi digital organisasi, meningkatkan kegiatan profesional dan ilmiah seperti annual meeting, seminar, dan forum diskusi, memperkuat kontribusi teknologi nuklir dalam pembangunan nasional, memperluas kerja sama nasional dan internasional, meningkatkan edukasi serta literasi publik, dan memperkuat kemandirian organisasi melalui penguatan keanggotaan dan model pendanaan yang sehat. HIMNI juga menegaskan posisinya sebagai Indonesian Nuclear Society yang dikelola secara modern dan mengacu pada praktik terbaik organisasi profesi internasional.

Sebagai puncak acara, MUNAS I HIMNI memilih Ketua Umum HIMNI periode 2026–2031, yang diharapkan mampu memimpin transformasi organisasi dan memperkuat peran strategis HIMNI dalam mendukung pembangunan nasional berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi nuklir. Ketua Umum terpilih selanjutnya akan ditetapkan sebagai formatur tunggal untuk menyusun kepengurusan HIMNI periode 2026–2031.
Melalui peringatan HUT dan penyelenggaraan MUNAS I ini, HIMNI menegaskan kesiapan untuk melangkah lebih kuat sebagai organisasi profesi yang modern, mandiri, relevan, dan berdaya saing. HIMNI berkomitmen untuk terus mengambil peran nyata dalam menyongsong era baru perkembangan teknologi nuklir di Indonesia demi kesejahteraan masyarakat dan kemajuan bangsa. HIMNI siap berkolaborasi dengan pihak manapun demi perkembangan iptek nuklir di Indonesia.

Dan yang lebih penting lagi, HIMNI sennantiasa bersikap kritis dan siap memberikan masukan yang konstruktif terhadap langkah-langkah Pemerintah dalam rangka Go Nuclear/Go PLTN demi kesejahteraan bangsa/masyarakat.

(Red Tommy Karwur dan Irwan Hasiholan)

(Sumber: mediapatriot.co.id)

IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id