Hanya 6% Perusahaan di Indonesia Masuk Dalam Kategori Pemimpin Digital Menurut Indeks Transformasi Digital dari Dell Technologies

Bagikan :

perusahaan di Indonesia khawatir mereka akan kesulitan memenuhi tuntutan pelanggan yang akan terus berubah dalam jangka lima tahun ke depan

  • 27% perusahaan di Indonesia khawatir perusahaan mereka akan kalah bersaing dalam jangka lima tahun ke depan
  • Para pemimpin bisnis sepakat keamanan data pribadi/keamanan siber adalah tantangan terbesar mereka untuk melakukan transformasi digital
  • Berita lengkap

    Hanya 6% bisnis di Indonesia masuk dalam kategori Pemimpin Digital menurut Indeks Transformasi Digital Dell Technologies (DT Index). DT Index, riset yang dilakukan bekerja sama dengan Intel, memetakan kemajuan transformasi digital yang dilakukan perusahaan-perusahaan skala menengah hingga besar dan mengkaji harapan dan kekhawatiran digital dari para pemimpin bisnis tersebut. Studi ini mengungkapkan bahwa 57% pemimpin bisnis di Indonesia percaya perusahaan mereka akan kesulitan memenuhi tuntutan pelanggan yang terus berubah dalam jangka lima tahun ke depan dan 27% khawatir mereka akan kalah bersaing.

    Hasil DT Index ini berdasarkan pendapat perusahaan-perusahaan tersebut tentang kinerja mereka dalam beberapa bidang berikut: memiliki kinerja baik berdasarkan faktor-faktor penting dari sebuah bisnis digital**, strategi TI yang ada, strategi transformasi tenaga kerja dan investasi yang direncanakan perusahaan-perusahaan tersebut.

    Dua tahun setelah DT Index pertama diluncurkan tahun 2016, tahun ini Dell Technologies dan Intel memperluas cakupan riset ini hingga lebih dari dua kali lipat, dari 16 negara menjadi lebih dari 40 negara dan membandingkan 4.600 bisnis, berdasarkan kategori berikut:

    Kategori grup Deskripsi Hasil 2018

    (Indonesia)

    Pemimpin Digital Transformasi digital, dalam berbagai bentuk, merupakan bagian tak terpisahkan dari DNA perusahaan tersebut 6%
    Adopsi Digital Memiliki rencana digital, investasi dan inovasi matang 26%
    Evaluator Digital Berhati-hati dan perlahan-lahan melakukan transformasi digital; memiliki rencana dan investasi untuk masa depan 41%
    Pengikut Digital Investasi digital sangat sedikit dan ragu-ragu memulai rencana untuk masa depan 21%
    Ketertinggalan Digital Tidak memiliki rencana digital, inisiatif dan investasi yang dilakukan sangat sedikit 6%

    Meskipun DT Index mencatat ada beberapa yang masuk dalam kategori Pemimpin Digital, lebih dari seperempat responden di Indonesia masuk dalam kategori Adopsi Digital, yang artinya perusahaan-perusahaan tersebut telah memiliki rencana dan inovasi digital yang cukup matang untuk melaksanakan rencana transformasi mereka. Namun demikian, perusahaan perlu mempercepat rencana transformasi mereka. Sebagian besar responden berada di kategori Evaluator Digital, yang artinya masih banyak sekali perusahaan yang masih mempertimbangkan atau bahkan menunda melakukan apa pun. Sebanyak 27% perusahaan di Indonesia berada di dua kategori terbawah, yaitu perusahaan-perusahaan yang bergerak terlalu lambat atau bahkan tidak memiliki rencana digital sama sekali.

    Hambatan transformasi digital

    Berdasarkan hasil DT Index, 94% perusahaan di Indonesia mengakui mereka menghadapi hambatan besar dalam melakukan transformasi digital saat ini.

    Lima hambatan teratas adalah:

    1. Kekhawatiran akan privasi data dan keamanan siber
    2. Kurangnya anggaran dan sumber daya
    3. Peraturan atau perubahan legislatif
    4. Kurangnya teknologi yang tepat untuk digunakan sesuai kecepatan yang dibutuhkan bisnis tersebut
    5. Kurangnya tenaga dan pengalaman yang tepat di dalam perusahaan

    Semua rintangan tersebut memperlambat laju usaha transformasi digital. Misalnya, 84% pemimpin perusahaan di Indonesia percaya transformasi digital harus diterapkan secara menyeluruh

    Bagikan :
    Read More