Setelah sukses dengan Kucumbu Tubuh Indahku, Abracadabra, dan Sekala Niskala,

Fourcolours Films membuka tahun 2021 dengan karya film panjang terbarunya, ’YUNI’.

Jakarta – MPI, 12 Januari 2021. Dengan optimisme dan kreativitas, Fourcolours Films kembali menghadirkan film panjang karya Kamila Andini, ‘YUNI’. Sebuah film tentang mimpi dan pilihan seorang remaja perempuan bernama Yuni.

Kamila Andini, Sutradara film panjang YUNI, menuturkan Ia sangat bersemangat dengan film panjang terbarunya., “Setelah cukup lama jeda, saya sangat ingin membawa karya terbaru saya ke masyarakat. Cerita yang kami angkat di film ‘YUNI’ tentang mimpi dan pilihan seorang remaja perempuan.”

Ifa Isfansyah, Produser film panjang YUNI, menuturkan, “Saya bersyukur, film ‘YUNI’ telah melalui proses pengambilan gambar sebelum pandemi. Saat ini kami menanti waktu yang tepat agar bisa bertemu penonton.”

‘YUNI’ merupakan proyek film yang disiapkan sejak tahun 2017, diproduksi Fourcolours Films dengan Produser Ifa Isfansyah. YUNI merupakan produksi kerjasama dengan Akanga Film Asia (Singapura), Manny Films (Perancis) dan Kedai Film (Indonesia).

Produksi ini memperoleh dukungan pendanaan dari Infocomm Media Development Authority (IMDA), Singapore Film Comission, Aide Aux Cinémas Du Monde CNC France,Visions Sud Est Switzerland, Purin Pictures Thailand, MPA-APSA Academy Film Fund Australia dan terseleksi menjadi bagian dari Torino Film Lab di Italia.

Kerinduan akan menikmati karya film panjang baru dalam negeri, semoga akan dapat terobati dengan film panjang ‘Yuni’ di 2021. Mari kita berkenalan dengan YUNI, berkenalan dengan semua mimpi dan dunianya.

 

Sekilas Tentang Fourcolours Films

Fourcolours Films adalah rumah produksi independen yang berbasis di Yogyakarta, aktif sejak tahun 2001 memproduksi berbagai film pendek yang mendapat penghargaan di festival film internasional, seperti Rotterdam, Busan, Hamburg, Tokyo, Tampere dll. Setelah sepuluh tahun berproses, Fourcolours Films mulai memproduksi film panjang pertamanya pada tahun 2012 dengan ONE DAY WHEN THE RAIN FALLS (Ifa Isfansyah, International Film Festival Rotterdam 2013).

 

Lalu diikuti dengan produksi karya-karya berikutnya yang juga menuai penghargaan, SITI (Eddie Cahyono, Telluride Film Festival 2015 & Film Terbaik FFI 2015), TURAH (Wicaksono Wisnu Legowo, Singapore International Film Festival 2016 & Entri Resmi Bahasa Indonesia untuk Academy Awards 2018), dan SEKALA NISKALA (Kamila Andini, Official Selection Busan International Film Festival 2017) dan KUCUMBU TUBUH INDAHKU (Garin Nugroho, Film Terbaik FFI 2019).

 

Sekilas Tentang Kamila Andini

Kamila Andini lahir di Jakarta 6 Mei 1986. Ia belajar Sosiologi dan Seni Media di Universitas Deakin, Melbourne, Australia. Pada tahun 2011, ia membuat film panjang pertamanya berjudul THE MIRROR NEVER LIES dan telah mengelilingi lebih dari 30 festival film termasuk Berlinale, Busan, Edinburgh, Seattle, dan mendapatkan lebih dari 15 penghargaan di sirkuit festival. Setelah itu menyutadarai dua film pendek, SENDIRI DIANA SENDIRI dan MEMORIA, yang diputar di Busan dan Toronto Film Festiva. Film panjang keduanya, SEKALA NISKALA berkompetisi di sesi Platform di Toronto International Film Festival 2017 dan memenangkan Grand Prix Jury Award di Generation KPlus di Berlinale 2018, serta memenangkan penghargaan sebagai Best Youth Feature Film di APSA 2017, Grand Prix Tokyo Filmex 2017, dan Golden Hanoman JAFF 2017. YUNI adalah film panjang ketiganya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed