oleh

Anugerah Kebudayaan PWI 2021, Herwin Yatim Ajukan Proposal ” Pinasa: Gaya Hidup Kabupaten Banggai”

JAKARTA, MPI_Ajang Anugerah Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat 2021 yang menominasikan 10 kepala daerah di Indonesia telah memasuki tahap presentasi yang dilaksanakan secara virtual melalui video conference, Kamis (14/01) lalu.

Para nominator ini sebelumnya dinyatakan lolos dalam tahapan seleksi administrasi berupa pembuatan proposal dan video.

Kesepuluh kepala daerah tersebut adalah (1) Dr. Bima Arya Sugiarto, S.Hum., MA., Walikota Bogor, Provinsi Jawa Barat; (2) IB Rai Dharma Wijaya Mantra, SE., M.Si., Walikota Denpasar, Provinsi Bali; (3) Hendrar Prihadi, S.E., M.M., Walikota Semarang, Provinsi Jawa Tengah; (4) H. Dedy Yon Supriyono, S.E., M.M., Walikota Tegal, Provinsi Jawa Tengah; (5) Tjhai Chui Mie, S.H., M.H., Walikota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat; (6) Dr. H. Dony Ahmad Munir, S., M.M., Bupati Sumedang, Provinsi Jawa Barat; (7) Dr. H. Taufan Pawe, Walikota Parepare, Provinsi Sulawesi Selatan; (8) Dr. Karna Sobahi, M.Pd, Bupati Majalengka, Provinsi Jawa Barat; (9) Dr. Ir. H. Herwin Yatim, M.M., Bupati Banggai. Provinsi Sulawesi Tengah; dan (10) Hj. Ika Puspitasari, S.E., Walikota Mojokerto, Provinsi Jawa Timur.

Dihadapan para Dewan Juri yang terdiri dari akademisi dan pelaku seni-budaya, Nungki Kusumaastuti; wartawan senior, Ninok Leksono; pengamat seni budaya/penulis, Agus Dermawan T; Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari; wartawan senior kebudayaan/pelaku seni, Yusuf Susilo Hartono; Bupati Banggai, Dr. Ir. H. Herwin Yatim, M.M., mempresentasikan materi proposalnya yang berjudul “Pinasa: Gaya Hidup Kabupaten Banggai”.

Kepada awak media ini, Ketua Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PW1 2021, Nungky Kusumastuti, mengungkapkan pada presentasinya para nominator menyajikan strategi jitu dalam memajukan kebudayaan daerahnya.

Ia mencontohkan salah satu strategi yang disajikan adalah strategi dalam menghadapi gejala umum bahwa kaum milenial kurang menyukai kebudayaan daerah.

“Pada bagian pelik ini, para nominator menguraikan strategi yang berbeda-beda, dalam mengolah kekuatan dan warisan kekayaan masa lalu dengan cara-cara masa kini, termasuk  penggunaan teknologi dunia maya. Dengan begitu, daerah tidak menerima pengaruh global begitu saja, tetapi turut mewarnainya,” ungkap Nungky dalam siaran pers PWI Pusat yang diterima redaksi media ini, Jumat (15/01).

Sementara itu, Ketua Umum PWI Pusat, Atal S. Depari, yang juga menjabat sebagai Penanggungjawab peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 menambahkan para nominator ini berhak menerima trofi dan piagam pada puncak peringatan bersama Presiden Joko Widodo, tanggal 9 Februari 2021, yang pelaksanaannya direncanakan digelar secara daring.(Dewi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed