oleh

Tidak Ada Lagi Penampakan Banjir di Ciketingudik, Salim Samsudin: Lain Dulu Lain Sekarang

Kota Bekasi, MPI
Akibat hujan yang turun terus-menerus, Minggu (24/1), sebagian wilayah Kota Bekasi terkepung genangan air. Pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sebanyak 22 lokasi terjadinya genangan di enam wilayah kecamatan.

Tidak menutup kemungkinan jumlah lokasi genangan akan terus bertambah seiring tingginya intensitas hujan saat ini. Karenanya, masyarakat dihimbau selalu waspada, terutama saat hujan deras turun dalam waktu yang relatif lama.

Banjir tahun lalu menimbulkan trauma masyarakat Ciketingudik

Menyikapi kerawanan bencana banjir yang biasa terjadi selama musim penghujan, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Ciketingudik, Salim Samsudin, menyatakan hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan dari warga terkait adanya genangan air atau banjir yang melanda wilayah Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang. “Saya memang mendengar kabar dan berita bahwa hari ini Kota Bekasi dikepung genangan air bahkan sampai ada terjadi banjir, dan alhamdulillah kami belum mendengar kabar terjadi banjir di wilayah Kecamatan Bantargebang, terutama di Kelurahan Ciketingudik,” ungkapnya saat ditemui, Minggu (24/1) sore.

Upaya nornalisasi kali terus dilakukan untuk meminimalisir terjadinya banjir

Salim mengakui banjir pernah menjadi langganan yang selalu datang ketika musim hujan tiba. “Bahkan saat musim hujan tahun lalu sempat terjadi banjir yang lumayan parah, tapi tahun ini kami berharap Ciketingudik bebas dari banjir. Lain dulu lain sekarang, karena Ciketingudik senantiasa berbenah,” ulasnya.

Bencana banjir tahun lalu, imbuh Salim, bahkan sempat menimbulkan rasa trauma bagi kalangan masyarakat. “Atas dasar itulah kami dari LPM Ciketingudik akhirnya menggulirkan berbagai program kerja dalam rangka meminimalisir kemungkinan terjadinya bencana banjir, sehingga trauma masyarakat tidak terulang kembali,” tegasnya.

Upaya normalisasi kali menggunakan alat berat dibutuhkan untuk memberikan hasil yang optimal

Salah satu program yang dilakukan LPM Ciketingudik secara berkesinambungan adalah normalisasi saluran air besar dan Kali Ciketing. “Normalisasi saluran air besar dan Kali Ciketing ini menjadi fokus utama kami untuk menangani banjir atau genangan air yang setiap tahunnya melanda lingkungan RW 01, RW 03, dan RW 07,” paparnya.

Selain program pembangunan infrastruktur, pihaknya juga menggiatkan program pemberdayaan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, misalnya dengan mengaktifkan program gotong royong membersihkan lingkungan atau K3 secara rutin di setiap lingkungan RW. “Minimal satu bulan sekali tiap pengurus RW menggelar gotong royong atau K3, dan kami dari lembaga memberikan dukungan penuh untuk kegiatan kebersihan yang dilaksanakan tiap pengurus RW,” katanya.

Program pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan Ormas

Bahkan, imbuh Salim, aksi kepedulian lingkungan ini juga melibatkan elemen masyarakat lainnya, seperti jajaran Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dan organisasi masyarakat (Ormas). “Semua elemen kita libatkan agar bersama-sama menumbuhkan rasa kepedulian terhadap lingkungan, dan ini menjadi program unggulan LPM Ciketingudik dalam rangka meningkatkan pemberdayaan masyarakat,” paparnya.

Upaya lainnya adalah menjalin sinergitas dengan pihak BMSDA Kota Bekasi demi mengoptimalkan fungsi folder air yang berfungsi menampung debit air saat musim hujan tiba. “Dengan sinergitas ini kami dan masyarakat Ciketingudik tentu berharap folder air yang sudah dibangun Pemerintah Kota Bekasi dapat terus berfungsi secara optimal untuk menampung debit air yang tinggi saat musim hujan,” jelasnya.

“Kaitannya dengan pola pikir masyarakat, kita sudah berusaha memfasilitasi agar masyarakat meningkatkan rasa disiplin menjaga kebersihan, misalnya dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kami sudah memberikan bantuan untuk pengelolaan sampah tumah tangga di tiap lingkungan RW, kami berikan sarana tempat sampah sekaligus dengan kendaraan operasional untuk mengangkut sampah yang dikelola oleh lingkungan masing-masing, melalui penyerapan Dana Kompensasi Sampah TPST Bantargebang,” kata Salim.

Dengan seluruh upaya yang dilakukan bersama-sama ini, Salim berharap wilayah Kelurahan Ciketingudik menjadi wilayah bebas banjir. “Masyarakat bisa lebih nyaman tanpa khawatir datangnya banjir ketika musim hujan tiba, dan ini tentunya membutuhkan kepedulian kita bersama dalam rangka menjaga dan mengelola lingkungan agar tetap bersih dan terawat,” pungkasnya. (Mul)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed