Clement Francis sebagai Ketua DPD AREBI DKI Jakarta Menghadiri Media Gathering Lamudi.co.id

Clement Francis sebagai Ketua DPD AREBI DKI Jakarta Menghadiri Media Gathering Lamudi.co.id

MEDIAPATRIOT.CO.ID – Jakarta,14 Maret 2023 – Lamudi.co.id mengadakan Media Gathering dengan tema “Memperkenalkan Rekan Lamudi”: Pendorong DIGITALISASI SDM PROPERTI NASIONAL” yang diadakan di Artotel Mangkuluhur Jakarta pada Selasa 14 Maret 2023.
Lamudi.co.id adalah portal market place yang bergerak dibidang properti juga dalam acara ini memperkenalkan Launching Rekan Lamudi maupun menggelar Ajang Awards Lamudi 2022, adapun dalam diskusi Media Gathering tersebut dihadiri oleh : Mart Polman ( CEO Lamudi.co.id ) ,Cally Alexandra( AVP of Broker Classifieds Lamudi.co.id ) dan Clement Francis ( Ketua DPD DKI Jakarta ).

Clement Francis sebagai Ketua DPD AREBI DKI Jakarta seusai mengikuti Media Gathering, memberikan keterangan pers kepada media elektronik, bahwa ; “Jadi kalau saya lihat kita berterima kasih sama pemerintahan Pak Jokowi bahwa ditahun 2021 sampai September 2022 yang lalu ada partisipasi dari Pemerintah kepada Bisnis Properti itu sangat tinggi sekali, yaitu dengan adanya klik BPN walaupun ditahun 2022 itu klik BPN sudah ada 50 persen saja. Tetapi itu meningkatkan animo demand masyarakat untuk membeli properti dan sangat luar biasa sekali kalau saya lihat after pandemi itu ada kenaikan yang meningkat sekali dengan adanya insentif dari Pemerintah. Setelah dilepasnya PPKM ini sebenarnya ini menjadi satu titik yang luar biasa untuk di sektor Properti, dimana ditahun 2023 ini hingga diakhir Oktober 2022 itu mendapatkan isu bahwa ditahun 2023 ada resesi. Tetapi jujur di Oktober 2022 ada penurunan daya beli karena adanya ketakutan dari masyarakat sebagai konsumen, tetapi di bulan November sampai Desember 2022 itu ada concern dari Pemerintah baik itu dari Kemenkeu bahwa Indonesia ini masih jauh daripada resesi, bahwa di tahun 2023 perlu waspada (semua orang harus waspada setiap saat).

Ditahun 2023 seperti yang saya sampaikan bahwa di bulan Februari 2022, kemarin saja diawal itu member AREBI melakukan penjualan hampir 1.500 unit dalam waktu 2 hari, artinya disana bisa dilihat bahwa animo masyarakat masih tinggi untuk membeli properti. Juga kalau kita lihat lagi di daerah BSD sendiri ada yang nilai propertinya mahal tetapi demandnya masih tinggi. Tingkat kepercayaan masyarakat untuk membeli properti masih ada karena masyarakat Indonesia kalau kita orang timur bahwa orang tua dan keluarga kita menyampaikan “nak dek kak kalau bisa nanti kalau sudah besar dan sudah bisa bekerja belilah properti untuk masa depan anda”.

Jadi properti adalah prioritas yang pertama, sedangkan properti ini adalah kebutuhan primary dan kalau kita bagi lagi properti ini membawahi 170 industri. Menurut saya kalau adanya kebangkitan properti itu mewadahi 170 industri yang bisa dicukupi. Semoga di tahun 2023 ini tingkat daya beli demand daripada properti itu akan meningkat. Kami ini tenaga pemasar dan tenaga marketing yang menjual properti. (Setiap developer datang kepada kami untuk meminta bantuan). Kamipun juga pilih-pilih kepada developer mana yang bisa dipercaya dan mana yang tidak. Kami di Asosiasi menghimbau Pemerintah agar regulasi untuk pembangunan properti itu ada aturannya, seperti yang di luar negeri dan cara bayarnya bisa dilihat dari studi banding di negara tetangga kita itu dimana pembangunan semuanya sudah diatur dari tahap pembangunan, pembayarannya berapa persen dan masyarakat dilindungi juga. Dan berharapPemerintah bisa untuk kedepannya supaya masyarakat selalu terlindungi.

Terkait dengan adanya Pemindahan Ibukota, kami sebagai tenaga pemasar siap membantu untuk mensukseskan IKN ini (apabila ada properti atau develop properti disana kami siap untuk membantu penjualan disana di IKN). Tenaga pemasar kemanapun dia pergi dia tetap harus mempunyai target penjualan dan mendapatkan fee. Kita selalu siap membantu pemerintah mendukung IKN. Ini semua ada persiapan jadi kamipun juga melihat bagaimana kesiapan developer di IKN. Bagaimana jalan dan daya beli kita akan lihat. Kalau disana kesiapan developer sudah siap kenapa tidak, kalau saat ini belum ada tapi kalau sudah ada di IKN kita bantu memasarkan. Kalau kita lihat pemerintah ini berbenah untuk kebaikan masyarakat semuanya. Jadi kita lihat bahwa tetap kalau namanya ada kecolongan itu tetap susah. Untuk mempersempit celah untuk masyarakat yang dirugikan, pemerintah sudah jauh berubah dengan adanya sertifikat digital online itu memudahkan masyarakat.

Kalau ditanya apakah masih mungkin dengan adanya mafia tanah, saya juga minta kepada Pemerintah bahwa dalambisnia jual beli prolerti agar mewajibkan pakai member AREBI, bilamana sampai member AREBI melakukan kesalahan dan ikut terlibat didalam mafia tanah itu lebih gampang ditrack bac karena kita berbadan hukum semuanya bila dibandingkan ketemu dengan orang yang si A, si B, si C tidak kita kenal itu yang menyebabkan masyarakat dirugikan. Makanya saya sangat menghimbau kepada Pemerintah untuk transaksi jual beli properti pakailah jasa broker bermemberkan AREBI dan itu diwajibkan. Seperti notaris, PPAT untuk melakukan akta jual beli kita semua lewat notaris. (Sama saja kalau untuk mencari dan membeli properti diwajibkanlah memakai jasa agen yang berlisensi AREBI). Itu yang lebih aman kalau misalnya salah satu member kita anak buahnya bisa dilacak. Di kantor ada kelihatan interview lebih mudah dicari dan dipertanggungjawabkan. Dibandingkan orang yang tidak jelas dan misalnya cuma mau dapatkan komisi merelakan untuk merugikan orang lain.

Saya melihat bahwa kalau namanya sekolah kompeten pasti ada biaya, kami sudah menurunkan dari biaya peatihan tersebut, sedangkan DPP AREBI sudah menurunkan biaya tersebut karena untuk training dan lisensi itu dari ranahnya DPP. Begitu juga saya sangat berharap bahwa Pemerintah bisa mengakui Asosiasi real estate broker ini sebagai tenaga marketing yang bisa melakukan jual beli rumah. Begitu juga dengan adanya Lamudi sebagai portal itu akan mengikuti aturan dimana Lamudi menjadi suatu portal digital marketing untuk memudahkan masyarakat menemukan properti. Dan AREBI bisa bersinergi dengan Lamudi untuk memudahkan masyarakat, supaya mereka bisa mencari properti lebih mudah dan harganya lebih bisa tercompare. Saya berharap lagi ada modifikasi terus untuk Lamudi kedepannya dengan adanya teknologi ini akan terus berkembang supaya masyarakat semakin dimudahkan,” tutupnya.

Red Irwan