DPRD Sumedang Naik Kelas di Tangan Sidik Jafar

Kinerja DPRD sering kali menjadi sorotan publik—bukan hanya karena posisinya sebagai lembaga legislatif yang mengatur arah pembangunan daerah, tetapi juga karena ekspektasi tinggi masyarakat terhadap efektivitas dan integritas wakil-wakil rakyat. Di tengah dinamika itulah sosok Sidik Jafar, S.E., tampil menonjol sebagai Ketua DPRD Sumedang yang dinilai berhasil memperkuat fungsi DPRD secara substansi dan strategis.

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
👉 Klik di sini untuk bergabung

Bukan hanya memimpin lembaga legislatif, Sidik juga membuktikan dirinya sebagai pemimpin politik yang berpengaruh. Di bawah kepemimpinannya, Partai Golkar Sumedang mampu mengukir kemenangan signifikan, dari sebelumnya hanya memperoleh 7 kursi DPRD menjadi 10 kursi—terbesar di parlemen lokal. Namun prestasi Sidik tak berhenti di panggung politik elektoral. Yang lebih penting, ia mampu membuktikan efektivitasnya dalam kerja-kerja kelembagaan.

Pencapaian Program Kerja yang Terukur

Selama menjabat sebagai Ketua DPRD, Sidik Jafar menunjukkan kepemimpinan yang fokus pada pencapaian nyata. Program kerja DPRD dirancang secara sistematis dan dijalankan dengan disiplin tinggi. Rapat, kunjungan kerja, hingga dialog publik dilaksanakan bukan sebagai rutinitas seremonial, tetapi diarahkan untuk menghasilkan rekomendasi dan kebijakan yang berdampak.

Kualitas pelaksanaan kegiatan pun meningkat. Agenda-agenda yang dijalankan DPRD lebih tepat sasaran, dan yang terpenting, ada tindak lanjut konkret dari setiap hasil rapat atau temuan di lapangan. Ini menunjukkan bahwa Sidik mampu menerjemahkan visi kelembagaan ke dalam kerja-kerja nyata yang terukur.

Legislasi yang Responsif terhadap Kebutuhan Daerah

Salah satu kekuatan Sidik Jafar adalah mendorong DPRD agar lebih produktif dan responsif dalam menyusun regulasi daerah. Peraturan Daerah (Perda) yang dihasilkan tidak hanya memenuhi standar formal, tapi juga menjawab kebutuhan riil masyarakat. Ia juga membuka ruang partisipasi publik dalam proses pembahasan Perda—sesuatu yang jarang terjadi di banyak DPRD.

Dengan melibatkan masyarakat sipil, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya, Sidik menghidupkan proses demokrasi deliberatif dalam pembuatan regulasi. Ini menunjukkan bahwa fungsi legislasi tidak harus tertutup dan elitis, tetapi bisa partisipatif dan transparan.

DPRD sebagai Wadah Aspirasi dan Layanan Publik

Di bawah kepemimpinan Sidik, DPRD Sumedang semakin terbuka dalam menyerap aspirasi masyarakat. Kanal-kanal pengaduan publik dibuka lebih luas, dan pengelolaannya semakin cepat dan terstruktur. DPRD kini tak lagi sekadar menjadi tempat pengambilan keputusan, tetapi juga menjadi jembatan antara rakyat dan pemerintah.

Keterbukaan informasi juga diperkuat. Masyarakat kini lebih mudah mengakses kegiatan DPRD, produk hukum daerah, hingga informasi anggaran. Semua ini menunjukkan komitmen Sidik terhadap prinsip akuntabilitas publik.

Politik yang Membangun, Bukan Memecah

Capaian Sidik sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumedang juga patut dicatat. Ia berhasil memperkuat konsolidasi internal partai, membangun kaderisasi, dan yang paling nyata, meningkatkan raihan kursi Golkar di DPRD. Namun yang menarik, Sidik tidak menjadikan kekuatan politik itu sebagai alat dominasi, melainkan sebagai instrumen untuk mendorong kerja sama lintas partai dan menyatukan visi pembangunan daerah.

Kepemimpinan politik seperti ini sangat dibutuhkan di tengah polarisasi politik lokal yang sering kali tajam. Sidik membuktikan bahwa kekuatan politik bisa dikelola untuk memperkuat demokrasi lokal, bukan untuk mempertajam sekat-sekat perbedaan.

Kepemimpinan yang Berdampak Nyata

Sidik Jafar adalah contoh bagaimana lembaga legislatif bisa dipimpin secara efektif, profesional, dan berorientasi pada kepentingan publik. Dengan mengedepankan keterbukaan, kerja nyata, dan keberpihakan pada rakyat, ia telah mengubah wajah DPRD Sumedang menjadi lembaga yang lebih dipercaya dan diharapkan masyarakat.

Kepemimpinan seperti inilah yang dibutuhkan oleh daerah-daerah lain: pemimpin yang tidak hanya paham struktur, tetapi juga mampu membangun budaya kerja yang bersih, cepat, dan berpihak pada pelayanan publik. Sidik Jafar menunjukkan bahwa politik lokal bisa menjadi ruang harapan, bukan sekadar panggung rebutan kekuasaan.(Asep Apendi)




Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini:DAFTAR WARTAWAN>>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita yang cepat dan akurat kepada masyarakat Indonesia, khususnya dalam bidang sosial, hukum, budaya, pemerintahan, dan berbagai isu strategis lainnya.
Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Jurnalistik sesuai pedoman Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.
Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita-berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks. Kami percaya bahwa informasi yang sehat adalah pilar utama demokrasi dan kemajuan bangsa.
Tim redaksi kami terdiri dari wartawan-wartawan berpengalaman yang mengedepankan prinsip keberimbangan, cek fakta, dan validasi sumber dalam setiap pemberitaan. Kami juga membuka ruang partisipasi publik melalui opini dan laporan warga yang dikurasi secara profesional.
Mediapatriot.co.id juga menjalin kerja sama dengan lembaga pemerintah, swasta, dan komunitas untuk mendorong literasi digital serta pemberdayaan masyarakat melalui media.
Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan