Disusun Oleh:
Jason Nicholas Chandra
Mahasiswa Kedokteran Gigi
Universitas Airlangga
Pendahuluan
Profesi dokter gigi sering kali dianggap sederhana dan santai oleh masyarakat. Mereka bekerja di ruangan bersih, ber-AC, dan menghadapi pasien satu per satu. Namun, di balik kesan tersebut, dokter gigi memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui senyum yang sehat dan percaya diri. Kesehatan gigi dan mulut tidak hanya berdampak pada estetika, tetapi juga memengaruhi fungsi makan, berbicara, serta mencegah penyakit sistemik yang berawal dari rongga mulut. Artikel ini akan membahas keseharian dokter gigi, tantangan yang dihadapi, serta kontribusi mereka terhadap kesehatan masyarakat.
Isi
Bagi sebagian orang, profesi dokter gigi sering kali terlihat santai. Mereka bekerja di ruangan bersih, ber-AC, dan berhadapan dengan pasien yang datang satu per satu. Namun di balik kesan tenang itu, tersimpan tanggung jawab besar dan dedikasi tinggi untuk menjaga kesehatan masyarakat melalui senyum yang sehat dan percaya diri.
Salah seorang dokter gigi membagikan kisah kesehariannya yang menarik. “Pagi hari saya mulai dengan olahraga, lalu menyiapkan anak untuk sekolah. Siang hari saya biasanya mengantar dan menjemput anak, sore hingga malam baru praktik di klinik,” ceritanya. Sekilas, rutinitas ini tampak ringan. Tapi di balik jadwal yang teratur itu, ia tetap harus siap menghadapi berbagai situasi medis yang menuntut ketelitian dan ketenangan tinggi.
Setiap pasien memiliki cerita dan kondisi yang berbeda. Ada yang datang karena sakit gigi parah, ada pula yang hanya ingin membersihkan karang gigi, hingga pasien yang takut berlebihan hanya melihat kursi periksa. Di sinilah peran seorang dokter gigi diuji, bukan hanya dalam keahlian medis, tetapi juga dalam kesabaran dan komunikasi.
“Tantangan terberat justru datang dari edukasi pasien,” ujarnya sambil tersenyum. “Masih banyak masyarakat yang kurang paham tentang kesehatan gigi. Ada yang menganggap sakit gigi bisa sembuh sendiri, bahkan ada yang percaya dengan mitos atau informasi yang salah.”
Sebagai tenaga medis, dokter gigi dituntut untuk tetap jujur, ramah, dan profesional. Sikap inilah yang membuat pasien merasa nyaman dan percaya. “Etika adalah kunci. Pasien datang membawa rasa sakit dan rasa takut. Kalau kita bisa membuat mereka tenang, separuh pekerjaan sudah selesai,” tambahnya.
Meski terlihat santai, profesi ini memiliki tanggung jawab yang tidak kecil. Kesalahan kecil, seperti diagnosis yang kurang tepat atau tindakan yang tergesa, bisa berakibat besar bagi kesehatan pasien. Setiap hari, para dokter gigi harus menjaga fokus dan konsistensi tinggi agar pelayanan yang diberikan selalu aman dan berkualitas.
Lebih dari sekadar mencabut atau menambal gigi, dokter gigi sejatinya berperan dalam meningkatkan kualitas hidup seseorang. Gigi yang sehat membantu seseorang makan dengan nyaman, berbicara dengan jelas, dan tersenyum dengan percaya diri. Tak heran jika profesi ini disebut sebagai “penjaga senyum bangsa.”
Sayangnya, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap kesehatan gigi masih rendah. “Banyak yang baru datang ke dokter gigi saat sudah sakit parah. Padahal, seharusnya pemeriksaan dilakukan secara rutin setiap enam bulan sekali,” jelasnya.
Profesi dokter gigi mungkin tampak santai dari luar, tapi di balik itu ada ketelitian, tanggung jawab, dan rasa kemanusiaan yang besar. Mereka bukan hanya merawat gigi, namun mereka juga merawat senyum, kepercayaan diri, dan kesehatan masyarakat. Karena setiap senyum sehat yang kita miliki, ada jasa seorang dokter gigi di baliknya.
Daftar Pustaka
- Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. 57% Warga Alami Masalah Gigi, Kemenkes Imbau Segera Ditangani di Puskesmas. Jakarta: Kemenkes; 11 September 2025. Tersedia secara daring: https://kemkes.go.id/id/57-warga-alami-masalah-gigi-hanya-11-yang-cari-pengobatan
- Kuswanto, D., Haryono, D., Igayanti, I. “Hubungan Pengetahuan tentang Kesehatan Gigi dan Mulut dengan Kejadian Penyakit Periodontal pada Masyarakat.” Jurnal Penelitian Perawat Profesional. DOI: https://doi.org/10.37287/jppp.v6i5.3322
- Ferayuniani, D., Suharja, E., & Anang. “Hubungan Kebersihan Gigi dan Mulut dengan Kondisi Jaringan Periodontal pada Penderita Diabetes Melitus di Klinik Yos Sudarso Purwokerto.” Jurnal Ilmiah Keperawatan Gigi. DOI: https://doi.org/10.37160/jikg.v6i2.835





