Kota Bekasi, MPN
Jajaran pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, kembali menggelar ajang Pekan Olahraga Ciketingudik (POC). Berbeda dengan tajun lalu, ajang POC Jilid IV ini mulai menampilkan olahraga senam yang mayoritas diikuti kaum perempuan atau ibu-ibu rumah tangga.

Lomba senam kreasi ini dilaksanakan Minggu (30/11) pagi di Stadion Mini Ciketingudik dengan diikuti 7 kontingen peserta yang mewakili tiap lingkungan RW. Setiap kontingen tampil dengan kreasi senam yang menarik dan seragam bernuansa adat dari beberapa daerah di Indonesia, seperti adat Dayak, Jawa, Sunda, bahkan ada kontingen yang menggunakan seragam ala Noni Belanda.
Terlihat antusiasme seluruh kontingen peserta saat tampil dengan kreasi senam lengkap dengan yel-yel penuh semangat. Ditambah dengan teriakan dukungan dari masyarakat yang datang untuk melihat penampilan peserta, membuat lomba senam kreasi ini berlangsung dengan semarak.

Sebagai wujud apresiasi terhadap antusiasme peserta, pihak panitia memberikan gelar juara untuk seluruh peserta, mulai dari Juara I hingga Juara Harapan IV. Para juara berhak mendapatkan penghargaan berupa medali dan uang pembinaan dengan total Rp 5 juta.
Terkait adanya cabang senam dalam POC tahun ini, Ketua LPM Ciketingudik Salim Samsudin menyatakan hal ini berdasarkan usulan dari kalangan masyarakat penghobi olahraga senam. “Akhirnya kami sepakat melibatkan kaum perempuan atau ibu-ibu agar ikut berkontribusi dalam POC Jilid IV ini karena olahraga bukan hanya milik kaum lelaki saja namun juga bisa dilakukan kaum perempuan bahkan ibu-ibu rumah tangga,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Senam LPM Ciketingudik Riska Sakim menyambut baik diikutsertakannya cabang senam dalam POC ini. “Wah surprise banget buat kami, tidak sia-sia berlatih tiap pekan akhirnya mendapat perhatian untuk berlaga dalam POC tahun ini, semoga tahun depan cabang senam masih diikutkan dalam POC,” ujarnya.
Sedangkan Ketua Panitia Lomba Senam Kreasi, Ahmad Sahroni, menjelaskan beberapa kriteria penilaian yang dilakukan tim juri. “Yang jelas kekompakan dan keserasian gerak senam yang menjadi kreasi masing-masing kontingen peserta,” papar lelaki yang populer disapa Bang Dablank ini.
Dablank menyatajan sengaja pihak panitia memberikan gelar juara untuk seluruh kontingen peserta. “Semua juara, semua dapat penghargaan, ridak ada peserta senam yang pulang dengan tangan kosong,” pungkasnya. (Mul)








Komentar