WUJUDKAN DESA BERDAYA 2025, DESA MENGOK KOLABORASI DENGAN KEMDIKTISAINTEK RI DAN UNIVERSITAS JEMBER KEMBANGKAN ARANG BAMBU BERORIENTASI EKSPOR

Bondowoso — Desa Mengok, Kecamatan Pujer, Kabupaten Bondowoso, menyongsong program Desa Berdaya 2025 melalui penguatan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal. Desa yang dikenal sebagai salah satu penghasil bambu terbesar di wilayah Bondowoso ini kini menapaki babak baru dengan mengembangkan produk unggulan arang bambu dan briket yang berorientasi ekspor.


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Program Desa Berdaya di Desa Mengok mengusung misi untuk mewujudkan desa yang mandiri, profesional, dan berkelanjutan dalam mengelola potensi lokal. Fokus utama program ini diarahkan pada peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, khususnya di bidang ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.

Upaya tersebut terwujud melalui kolaborasi antara Desa Mengok dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) serta Universitas Jember. Kolaborasi ini dilaksanakan dalam bentuk program pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh tim dosen Universitas Jember melalui Hibah Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Kewilayahan, ruang lingkup Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2025.

Tim pelaksana pengabdian kepada masyarakat Universitas Jember yang terlibat dalam program ini terdiri dari Mohammad Ubaidillah, Rachmat Udhi Prabowo, Ika Purnamasari, dan Ahmad Sauqi. Melalui pendekatan berbasis penelitian, tim mendorong inovasi pengolahan bambu menjadi produk komersial bernilai tambah tinggi menggunakan alat pirolisis berbasis anaerob dan kondensasi serta mesin CNC terpadu.

Pendekatan humanis yang diterapkan dalam program ini berhasil mentransformasi dua Kelompok Usaha Bersama (KUB), yakni KUB Kartika Jaya dan KUB Mengok Jaya. Kedua kelompok tersebut sebelumnya hanya memproduksi arang bambu secara tradisional, kini berkembang menjadi unit ekonomi kolektif dengan tata kelola yang lebih efisien, legal, dan berdaya saing ekspor.

“Selama ini masyarakat hanya melihat bambu sebagai bahan bangunan seperti pagar dan kayu bakar,” ujar Abdurrahim, Sekretaris Desa Mengok. “Padahal, jika ada pendampingan yang profesional, masyarakat Desa Mengok siap mewujudkan Desa Berdaya. Kami hanya membutuhkan arahan agar pengelolaannya lebih terstruktur dan berkelanjutan.”

Melalui rangkaian kegiatan survei, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, serta pelatihan partisipatif, tim pengabdian membangun fondasi kelembagaan ekonomi desa yang lebih kuat. Sebelum program berjalan, kedua KUB belum memiliki struktur organisasi yang jelas, dokumen AD/ART, maupun sistem kerja kolektif yang terencana.

“Kami dulu bekerja berdasarkan kebiasaan, bukan berdasarkan rencana,” ungkap Bahrul Effendi, Ketua KUB Mengok Jaya.

Perubahan signifikan terjadi setelah diterapkannya pelatihan kelembagaan dan manajemen operasional berbasis konsep lean manufacturing. Konsep ini menekankan efisiensi produksi, pengurangan limbah, serta peningkatan produktivitas melalui pemanfaatan teknologi tepat guna.

“Sekarang proses produksi jauh lebih cepat. Jika sebelumnya membutuhkan waktu seharian, kini cukup sekitar lima jam saja,” kata Afik Fu’din, Ketua KUB Kartika Jaya.

Selain meningkatkan efisiensi, pengoperasian alat pirolisis kini dilakukan dalam dua shift sehingga kapasitas produksi meningkat tanpa penambahan biaya operasional yang signifikan. Produk arang bambu dan turunannya pun telah memenuhi standar kualitas untuk pasar internasional.

Program pengabdian yang berlangsung selama empat bulan, mulai September hingga Desember 2025, tidak hanya menghasilkan perbaikan administrasi dan manajemen, tetapi juga membuka akses pasar ekspor. KUB Kartika Jaya dan KUB Mengok Jaya telah menjalin pra-perjanjian transaksi penjualan produk arang bambu dengan perusahaan yang terafiliasi dengan pasar Jepang dan Timur Tengah.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan masyarakat desa mampu melahirkan model pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan. Dari Desa Mengok, Kabupaten Bondowoso, lahir inspirasi bahwa penguatan ekonomi desa dapat dimulai dari kesadaran akan potensi lokal, kerja kolektif, serta pendampingan berkelanjutan berbasis inovasi dan agrosociopreneur.(Rachmat)



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Posting Terkait

Jangan Lewatkan