Tegal – Suasana malam di jalan-jalan timur Kota Tegal menjadi hangat penuh inspirasi saat digelar acara sastra, Rabu (25/12/2025). Acara ini diawali dengan pembacaan puisi dari penyair yang bukunya diterbitkan oleh DKT, menghadirkan karya-karya yang menyentuh dan memantik imajinasi para hadirin.

Setelah sesi pembacaan, diskusi pun berlangsung dengan hangat. Dipandu oleh Lutfi AN dan Bontot Sukandar, diskusi membahas berbagai aspek karya sastra, mulai dari teknik penulisan, makna simbolik, hingga relevansi karya sastra dengan kehidupan masyarakat modern.
Acara ini dihadiri oleh seniman se-Tegal Raya, mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Indonesia UPS, serta masyarakat yang antusias mengikuti perbincangan. Meski hujan sempat membasahi jalan, semangat peserta tetap tinggi. Jalan-jalan timur Kota Tegal yang basah justru menambah kehangatan suasana diskusi.
Para peserta menyampaikan apresiasi atas kesempatan bertemu langsung dengan para penyair dan seniman lokal. “Acara seperti ini penting untuk menumbuhkan kecintaan pada sastra dan memupuk kreativitas generasi muda,” ujar salah seorang mahasiswa peserta.
Acara malam itu menunjukkan bahwa sastra tetap hidup di tengah kota Tegal, membangun ruang bagi diskusi, inspirasi, dan interaksi antara seniman dengan masyarakat. Kehangatan kota Tegal pada malam itu seolah sejalan dengan semangat para pecinta sastra yang hadir.
(Nurdibyo)




















