Kajari Medan Dicopot Jaksa Agung, Sinyal Tegas Kejagung di Tengah Krisis Kepercayaan Publik

 

Senin | 29 Desember 2025 | Pukul |18:00 | WIB


Baca Juga: Pemimpin Umum Mediapatriot.co.id Hamdanil Asykar Tegaskan Pentingnya UKW bagi Wartawan


Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id

Mediapatriot.co.id | MEDAN | SUMATERA UTARA | Berita Terkini – Pencopotan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan akhirnya menjadi kenyataan di tengah derasnya sorotan publik terhadap kinerja penegakan hukum di Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara.

Jaksa Agung RI, ST Burhanuddin, resmi mencopot Fajar Syah Putra dari jabatannya sebagai Kajari Medan, Rabu (24/12/2025), sebuah keputusan yang dinilai sarat makna dan pesan institusional.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor KEP-IV-1734/C/12/2025, yang sekaligus memutasi Fajar Syah Putra ke jabatan Kepala Bidang Tata Usaha dan Pengelolaan Pengamanan dan Pengawalan pada Sekretariat Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Militer (Jampidmil) Kejaksaan Agung RI.

Posisi strategis Kajari Medan kini diemban oleh Ridwan Sujana Angsar, sosok jaksa karier yang sebelumnya menjabat Kepala Subdirektorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Lainnya dan Tindak Pidana Pencucian Uang pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus).

Kepastian pergantian pucuk pimpinan tersebut dibenarkan oleh Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Medan, Mochamad Ali Rizza.

“Iya benar, gantinya dari gedung bundar (Kejagung RI),” ujarnya singkat.

Tak Sekadar Rotasi, Publik Menilai Ada Tekanan Akumulatif

Pergantian Kajari Medan ini dinilai tidak bisa dilepaskan dari akumulasi kritik publik terhadap kinerja Kejari Medan dalam menangani sejumlah laporan dugaan tindak pidana korupsi strategis.

Meski Kejari Medan sempat mengungkap kasus korupsi Medan Fashion Festival (MFF) yang merugikan keuangan negara hingga miliaran rupiah, langkah tersebut belum sepenuhnya meredam kekecewaan masyarakat.

Di bawah kepemimpinan Fajar Syah Putra, Kejari Medan berulang kali disorot karena dinilai kurang progresif dan belum menyentuh sejumlah persoalan besar yang selama ini dilaporkan oleh masyarakat sipil, aktivis antikorupsi, hingga elemen mahasiswa.

Situasi tersebut memicu gelombang aksi unjuk rasa berulang kali di depan kantor Kejari Medan.

Massa aksi secara terbuka menuntut transparansi, independensi, serta keberanian jaksa dalam mengusut dugaan korupsi yang melibatkan aktor-aktor berpengaruh di Kota Medan.

Kasus MFF: Prestasi Sekaligus Pengingat

Kasus Medan Fashion Festival (MFF) sendiri menjadi salah satu perkara yang paling menyita perhatian publik.

Selain menyeret sejumlah pejabat aktif di lingkungan Pemerintah Kota Medan, perkara ini juga membuka tabir dugaan penyimpangan anggaran kegiatan yang sejatinya dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah.

Namun bagi publik, pengungkapan kasus MFF justru menjadi pengingat bahwa masih banyak laporan dan dugaan korupsi lain yang belum menunjukkan progres signifikan.

Di titik inilah, kepercayaan masyarakat terhadap Kejari Medan diuji secara serius.
Harapan Baru di Tangan Jaksa Jampidsus
Masuknya Ridwan Sujana Angsar, pejabat yang lama berkecimpung di lingkungan penyidikan Jampidsus, dipandang sebagai sinyal kuat dari Kejaksaan Agung.

Latar belakangnya di bidang tindak pidana khusus dan pencucian uang menumbuhkan ekspektasi tinggi akan adanya perubahan arah penegakan hukum di Medan.

Publik kini menanti langkah-langkah konkret Kajari Medan yang baru, terutama dalam membuka kembali atau mempercepat penanganan perkara-perkara strategis yang selama ini dianggap “mandek” atau berjalan di tempat.

Pergantian ini juga menjadi ujian apakah pencopotan tersebut benar-benar merupakan komitmen institusional Kejaksaan Agung dalam memperkuat perang melawan korupsi, atau sekadar rotasi jabatan rutin di tubuh Korps Adhyaksa.

Ujian Kredibilitas Kejaksaan di Medan

Medan, sebagai salah satu kota besar di Indonesia, menyimpan kompleksitas persoalan hukum dan tata kelola anggaran yang tidak sederhana.

Oleh karena itu, publik berharap Kejari Medan di bawah kepemimpinan baru mampu menghadirkan penegakan hukum yang berkeadilan, transparan, dan berani, tanpa pandang bulu.

Kini, bola panas berada di tangan Ridwan Sujana Angsar.

Masyarakat menunggu pembuktian bahwa pergantian ini bukan hanya simbol, melainkan awal dari pemulihan kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan di Sumatera Utara.

(Redaksi | Mediapatriot.co.id) 



Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id