Sabtu | 17 Januari 2026 | Pukul | 07:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Jakarta | Berita Terkini – Kabar membanggakan datang dari sektor jasa hulu minyak dan gas (migas) nasional. PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) mencetak tonggak sejarah baru dengan menembus pasar internasional melalui kerja sama strategis bersama raksasa migas Malaysia, Petronas.
Capaian ini bukan sekadar kontrak bisnis, melainkan simbol kematangan industri jasa migas nasional dalam bersaing di panggung global.
Langkah monumental ini menandai keberhasilan Pertamina Drilling memasuki pasar non-captive—di luar ekosistem Pertamina Group—sekaligus penetrasi ke sektor offshore (lepas pantai) di lingkungan operasi Petronas.
Kepercayaan tersebut diraih setelah perusahaan sukses memenangkan tender umum untuk penyediaan Hydrogen Sulfide (H2S) Equipment Rental & Services, sebuah layanan berisiko tinggi yang menuntut standar keselamatan dan keandalan operasional kelas dunia.
Proyek perdana langsung dieksekusi di wilayah kerja yang menantang, yakni sumur Barokah-01 milik Petronas Carigali Indonesia yang dikelola Konsorsium PC Ketapang II Ltd, PC North Madura II Ltd, dan Petronas North Ketapang SDN. BHD.
Lokasi ini dikenal memiliki karakteristik teknis kompleks, sehingga menjadi batu uji nyata bagi kapabilitas, teknologi, serta kesiapan sumber daya manusia Pertamina Drilling.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Pertamina Drilling, Jufrihadi, menegaskan bahwa kemenangan dalam tender ini merupakan capaian strategis yang mencerminkan kepercayaan global terhadap kualitas layanan perusahaan nasional.
“Keberhasilan memenangkan tender H2S Equipment Rental & Services di Petronas merupakan pencapaian strategis bagi Pertamina Drilling.
Ini menjadi bukti bahwa kapabilitas dan standar HSSE kami mampu bersaing di pasar global, khususnya untuk proyek offshore dengan tingkat risiko tinggi,” ujar Jufrihadi di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Layanan penanganan gas H2S bukanlah pekerjaan biasa. Di industri migas, H2S dikenal sebagai gas beracun dan mematikan yang dapat mengancam keselamatan pekerja serta kelangsungan operasi jika tidak ditangani dengan prosedur ketat.
Oleh karena itu, penerapan Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) menjadi prasyarat mutlak.
“Kami tidak hanya membawa peralatan dan teknologi, tetapi juga budaya keselamatan.
Prinsip zero accident menjadi komitmen utama kami dalam setiap proyek,” tambah Jufrihadi.
Kolaborasi dengan Petronas ini dipandang sebagai pintu gerbang bagi Pertamina Drilling untuk memperluas portofolio bisnisnya di kancah internasional.
Dengan bekal pengalaman di berbagai lapangan migas domestik, teknologi mutakhir, serta sistem manajemen keselamatan yang terstandarisasi secara global, perusahaan optimistis dapat membidik lebih banyak peluang kerja sama dengan operator migas multinasional lainnya.
Pengamat energi menilai langkah ini memiliki dampak strategis bagi ketahanan energi nasional.
Keberhasilan perusahaan jasa migas dalam negeri menembus pasar global tidak hanya meningkatkan devisa dan reputasi industri nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai pasok jasa energi dunia.
Di tengah dinamika transisi energi dan tantangan geopolitik global, ekspansi Pertamina Drilling menjadi bukti bahwa sektor jasa migas Indonesia mampu beradaptasi, berinovasi, dan bersaing secara profesional.
Lebih dari sekadar kontrak, kerja sama ini merepresentasikan kebangkitan kepercayaan dunia terhadap kapasitas anak bangsa dalam mengelola teknologi berisiko tinggi dengan standar keselamatan tertinggi.
Dengan langkah berani ini, Pertamina Drilling tidak hanya mengukir prestasi korporasi, tetapi juga mengibarkan nama Indonesia di panggung industri migas internasional—sebuah capaian yang diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan nasional lainnya untuk menembus batas dan memperluas jejak global.
(Redaksi | Mediapatriot.co.id)








