Jakarta — Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 yang digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Jawa Barat, Senin (2/2/2026), menjadi panggung penguatan sinergi nasional antara pemerintah pusat, daerah, dan unsur pertahanan negara. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir langsung memberikan arahan strategis kepada seluruh kepala daerah dari penjuru Tanah Air.
Acara yang turut dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka itu secara resmi dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Para gubernur, bupati, dan wali kota tampak hadir mengenakan seragam dinas sebagai simbol kesiapan menjalankan kebijakan nasional secara serempak.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya soliditas kebangsaan sebagai modal utama dalam menghadapi dinamika global dan tantangan strategis nasional. Ia menyoroti hubungan erat antara pertahanan dan ekonomi, serta perlunya pemerataan pembangunan yang berkeadilan.
Menanggapi arahan tersebut, Brigjen TNI Jatmiko Aryanto, S.E., M.Han., Komandan Korem 041/Garuda Emas di bawah komando Kodam XXI/Radin Inten, menekankan bahwa pesan Presiden menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran TNI untuk terus menjaga profesionalisme dan kesiapsiagaan.
“Pesan Presiden sangat jelas, bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Oleh karena itu, TNI harus hadir tidak hanya sebagai kekuatan pertahanan, tetapi juga sebagai pengawal persatuan dan stabilitas nasional,” ujar Brigjen Jatmiko.
Ia menegaskan soliditas kebangsaan harus diwujudkan melalui kerja nyata dan sinergi antarinstansi, bukan sekadar simbol. Korem 041/Garuda Emas, lanjutnya, siap mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keamanan wilayah dan mengantisipasi setiap potensi gangguan kedaulatan.
Brigjen Jatmiko juga menyoroti pesan Presiden mengenai keterkaitan pertahanan dan ekonomi. Menurutnya, pembangunan tidak akan mungkin berjalan tanpa keamanan yang stabil.
“Tidak akan ada pembangunan yang berkelanjutan tanpa situasi keamanan yang kondusif. Karena itu, TNI akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menciptakan rasa aman bagi masyarakat,” tegasnya.
Terkait agenda pemberantasan korupsi dan praktik ilegal seperti pertambangan ilegal, Brigjen Jatmiko menegaskan bahwa TNI siap mendukung penuh langkah pemerintah sesuai kewenangan yang diatur undang-undang.
“Praktik-praktik ilegal tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu stabilitas keamanan dan merusak tatanan sosial. TNI akan bersikap tegas dan konsisten dalam menjaga kedaulatan serta ketertiban di wilayah,” tambahnya.
Kehadiran Brigjen Jatmiko di Rakornas juga menjadi bagian dari kesiapan jajaran TNI dalam mendukung kunjungan kerja Pangdam serta memastikan koordinasi lintas sektor berjalan optimal.
Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 diharapkan menjadi momentum penguatan komitmen bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan TNI dalam menjaga persatuan, ketahanan nasional, serta keberlanjutan pembangunan di seluruh wilayah Indonesia.
(Red Irwan Hasiholan)

