SUKABUMI- MPI,- Beban setoran harian parkir sebesar Rp65.000,00 di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, yang sempat mencekik, kini berhasil dipenuhi berkat fenomena tingginya volume parkir sepeda motor. Peningkatan drastis pendapatan ini terjadi sejak kehadiran gerai kopi ternama di lokasi tersebut, mengubah lanskap ekonomi mikro juru parkir (jukir) yang awalnya bergantung pada kendaraan roda empat yang terbatas.
Jukir bernama Henda (56), yang bertanggung jawab atas area parkir sepanjang kurang lebih 50 meter di kawasan strategis tersebut, mengakui bahwa setoran harian yang wajib ia serahkan kepada koordinator sangat memberatkan pada masa sebelumnya. Titik parkir tersebut hanya mampu menampung maksimal tujuh unit mobil, sebuah kapasitas yang jelas tidak memadai untuk menutup target setoran yang ditetapkan.
Mang Henda, Jukir Depan kopi Kenangan
“Tahun-tahun sebelumnya sangat sulit. Pendapatan parkir mobil kami tidak tercukupi untuk setoran harian Rp65.000 itu. Kami sering nombok,” ungkap Henda saat ditemui MPI di lokasi parkirnya baru-baru ini.
Titik balik finansial bagi Henda dan rekan jukir lainnya terjadi sejak dibukanya Kios Satu Kopi Kenangan di area tersebut pada tahun 2025. Meskipun target setoran tetap 65 ribu per hari, sumber utama pendapatan mengalami pergeseran fundamental.
Sebelum 2025, sebagian besar pendapatan berasal dari parkir mobil, yang tarifnya terbilang tinggi namun volume pelanggannya rendah. Area parkir yang sempit membuat rotasi mobil sangat lambat dan berpotensi menimbulkan kemacetan. Namun, kehadiran gerai kopi populer tersebut menarik ratusan pengunjung setiap hari, mayoritas menggunakan sepeda motor.
Pergeseran pola kunjungan ini menuntut adaptasi cepat dari para jukir. Meskipun sepeda motor memiliki tarif parkir yang lebih rendah, jumlahnya yang masif dan rotasi yang cepat terbukti menjadi penyelamat ekonomi Mantap.
“Setelah ada buka KIOS SATU KOPI KENANGAN, lumayan banyak pengunjungnya. Seiring dengan hal itu, pendapatan uang parkir pun bertambah drastis. Yang datang lebih banyak naik motor sekarang, bukan mobil,” jelas Henda.
Strategi setoran parkir harian memang kerap memicu perdebatan di kalangan jukir karena ketidakpastian pendapatan harian. Namun, dalam kasus Henda di Jalan Ahmad Yani, model bisnis berbasis volume sepeda motor berhasil menutupi defisit dari rendahnya volume mobil.
Henda, merinci perbedaan tarif parkir di wilayah kerjanya. Meskipun tarif parkir mobil terlihat lebih menguntungkan per unitnya, seringkali volume sepeda motorlah yang menjadi tulang punggung pemasukan.
“Untuk tarif parkir sepeda motor, kita kenakan seribu sampai dua ribu rupiah. Sementara itu, untuk kendaraan roda empat (mobil) terkadang dua ribu rupiah, tergantung kebijakan lokasi dan lama parkir,” ujar Henda.
Meskipun tarif parkir motor hanya Rp2.000, jika dalam sehari terdapat 50 hingga 70 sepeda motor yang parkir silih berganti, pendapatan kotor dari sepeda motor saja sudah mampu menembus setoran harian. Sementara itu, 7 slot mobil dengan tarif Rp.3.000,- yang terisi hanya berfungsi sebagai bonus tambahan, bukan lagi sebagai penentu tercapai atau tidaknya target setoran Rp65.000.
Kasus di Jalan Ahmad Yani, Sukabumi, ini menggarisbawahi pentingnya fleksibilitas dan pemahaman otoritas terkait setoran parkir terhadap kondisi lapangan. Kebijakan setoran yang kaku tanpa mempertimbangkan fluktuasi pengunjung atau perubahan tata ruang kota dapat berujung pada praktik parkir liar atau setoran yang memberatkan jukir.
Henda dan jukir lainnya kini bernapas lega, meski pendapatan mereka sangat bergantung pada kesuksesan bisnis gerai kopi di dekat mereka. Mereka telah menemukan keseimbangan baru: volume parkir sepeda motor yang tinggi akibat daya tarik kedai kopi modern, menjadi solusi tak terduga untuk memenuhi kewajiban setoran harian yang sebelumnya dianggap mustahil.
Ini adalah kisah tentang adaptasi ekonomi perkotaan di mana mesin berkapasitas kecil (sepeda motor) secara kolektif menyelamatkan beban finansial yang diciptakan oleh kebutuhan setoran harian yang besar. Selama Kopi Kenangan ramai, pendapatan jukir di Jalan Ahmad Yani pun dipastikan aman.
Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.
Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.
Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.
Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.