Wasile, mediapatriot.co.id – Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menghadiri langsung kegiatan sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi nelayan dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Wasile, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Kolaborasi dan Sinergi Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Yamaha Marine dan Suzuki Marine sebagai Upaya Permodalan Usaha Nelayan dan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR)”.
Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat akses permodalan bagi masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku UMKM, agar dapat mengembangkan usaha produktif mereka. Dalam kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Maluku Utara juga menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai penyalur KUR, serta Yamaha Marine dan Suzuki Marine sebagai mitra strategis dalam penyediaan sarana usaha perikanan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sherly Laos menegaskan bahwa program KUR merupakan salah satu instrumen penting pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor perikanan dan usaha kecil.
“Nelayan dan UMKM adalah tulang punggung perekonomian daerah. Melalui KUR, pemerintah hadir untuk memberikan solusi pembiayaan yang aman dan terjangkau agar usaha masyarakat bisa terus berkembang,” ujar Sherly di hadapan peserta sosialisasi.
Sherly juga menegaskan bahwa di masa kepemimpinannya bersama Wakil Gubernur Sarbin Sehe, pemerintah provinsi memiliki komitmen kuat untuk mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, terutama bagi nelayan dan pelaku UMKM agar dapat naik kelas.
Menurutnya, kehadiran pemerintah provinsi di Halmahera Timur bersama pihak perbankan dan instansi terkait merupakan bentuk dukungan nyata agar masyarakat yang memiliki usaha produktif dapat memperoleh akses pembiayaan.
“Kami datang ke Halmahera Timur bersama Bank BRI dan dinas terkait untuk memastikan bahwa nelayan dan pelaku UMKM di sini memiliki peluang yang sama untuk mendapatkan akses kredit usaha rakyat,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, pihak perbankan juga memberikan penjelasan teknis mengenai mekanisme pengajuan KUR, mulai dari persyaratan administrasi, plafon pinjaman, hingga proses pencairan dana.
Selain itu, para nelayan dan pelaku UMKM yang hadir juga diberikan kesempatan berdialog langsung dengan pihak perbankan dan pemerintah untuk menyampaikan berbagai kendala yang mereka hadapi dalam mengakses pembiayaan maupun mengembangkan usaha.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan semakin banyak pelaku usaha di Halmahera Timur yang dapat memanfaatkan fasilitas KUR sebagai sumber modal untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi masyarakat.(*)










Komentar