Kota Bekasi, MPN
Dalam rangka mengisi Bulan Suci Ramadhan, para pengurus Rumah Yatim 03 Kelurahan Ciketingudik, Kecamatan Bantargebang memberikan santunan dan bingkisan Lebaran untuk puluhan anak yatim dan kaum dhuafa, Sabtu (7/3). Kegiatan ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan tiap tahun untuk membantu masyarakat tidak mampu untuk menghadapi Hari Raya Idulfitri atau Lebaran.
Aksi berbagi keberkahan ini dilaksanakan dalam dua sesi yang dimulai sejak pagi hari. Dimulai dengan pemberian bantuan dan bingkisan Lebaran untuk 47 orang kaum dhuafa, lalu dilanjutkan sore hari dengan pemberian santunan dan bingkisan Lebaran untuk 34 anak yatim sambil berbuka puasa bersama.
Acara berlangsung tertib dan khusuk dengan dihadiri segenap pengurus Rumah Sahabat Yatim dan para tokoh masyarakat setempat. Begitu juga terlihat hadir perwakilan karyawan dari perusahaan yang menjadi donatur dalam kegiatan ini.
Usai kegiatan, Ketua Pengurus Rumah Sahabat Yatim 03 Ciketingudik, Ahmad Ahsanul Amin, menjelaskan acara santunan untuk anak yatim merupakan agenda rutin yang dilaksanakan sebagai wujud kepedulian terhadap nasib anak-anak yatim yang notabene berasal dari kalangan masyarakat tidak mampu. “Kami rutin tiap 2 bulan sekali memberikan uang saku untuk 34 anak yatim yang ada di lingkungan RW 03 Ciketingudik ini,” ungkapnya.
“Selain itu kami juga memberikan santunan di beberapa acara Peringatan Hari Besar Islam, seperti pada saat Muharram, termasuk dalam momentum Ramadhan. Uang santunan yang kami himpun berasal dari donasi karyawan PT Padma Sode, swadaya masyarakat sekitar serta uang kas pengurus Rumah Sahabat Yatim,” papar Ahmad.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua RW 03 Ciketingudik yang juga Dewan Pelindung Rumah Sahabat Yatim menjelaskan tentang latarbelakang berdirinya Rumah Sahabat Yatim ini. Berdiri sejak 2019, artinya sudah 7 tahun berkiprah memberikan rasa empati kami dan masyarakat terhadap nasib anak-anak yatim yang ada di lngkungan RW 03 Ciketingudik,” ujarnya.
Ateng berharap keberadaan Rumah Sahabat Yatim bisa menjadi wadah kepedulian untuk anak yatim secara terkoordinasi dan merata. “Ya biar lebih merata, seluruh anak yatim benar-benar menerima manfaat secara merata dari donasi yang berhasil kami himpun,” katanya.
Para penerima santunan, lanjut Ateng, adalah anak-anak yatim usia Balita hingga usia anak SMP. “Jika anak yatim yang kami bina sudah lulus SMP, maka santunan akan kami alihkan kepada anak yatim lainnya yang belum pernah menerima santunan,” tegasnya.
Harapan tulus kemudian disampaikan Ateng untuk memotivasi kalangan masyarakat agar lebih peduli terhadap anak yatim. “Ini menjadi momentum bagi kita semua untuk bersama-sama memberikan perhatian kita terhadap nasib anak yatim, kita berikan santunan, kita berikan kasih sayang kita untuk kebahagiaan anak-anak yatim,” pungkasnya. (Mul)











Komentar