Halmahera Timur – Isu yang menyebut menu makanan dari Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Rawamangun di Kecamatan Wasile Timur hanya berupa snack sederhana dibantah oleh pihak pengelola.
Ahli gizi SPPG Rawamangun, Nurmawarti, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Ia menjelaskan, paket makanan yang dibagikan kepada para penerima manfaat terdiri dari beberapa jenis makanan, bukan hanya satu snack seperti yang disebutkan dalam pemberitaan sebelumnya.
“Menu yang disalurkan kepada penerima manfaat terdiri dari bakpia, bakso goreng, tahu bakso, dan jelly semangka. Jadi tidak benar jika disebut hanya satu snack toko seperti yang diberitakan,” ujar Nurmawarti.
Menurutnya, menu tersebut juga disusun berdasarkan perhitungan gramasi serta kandungan nilai gizi. Berdasarkan data perhitungan gizi, paket makanan tersebut memiliki kandungan energi sebesar 465,86 kkal, protein 20,27 gram, lemak 23,86 gram, karbohidrat 44,05 gram, dan serat 0,92 gram.
“Artinya menu ini memiliki nilai energi dan protein yang jelas, sehingga tidak tepat jika disebut tidak memiliki nilai gizi,” jelasnya.
Selain itu, ia juga memaparkan komponen harga setiap item menu yang disalurkan, yakni bakpia Rp3.000, bakso goreng Rp4.800, tahu bakso Rp299, dan jelly semangka Rp2.353.
Program penyaluran makanan tersebut telah menjangkau sejumlah sekolah di Kecamatan Wasile Timur pada 9–10 Maret, dengan rincian penerima manfaat sebagai berikut:
MI Darul Fatah – 33 siswa
SMP Muhammadiyah Subaim – 111 siswa
SMA Muhammadiyah Subaim – 189 siswa
MTs Swasta Wasile – 15 siswa
MA Swasta Wasile – 36 siswa
SD Negeri Titipa – 47 siswa
SLB Negeri Subaim – 67 siswa
SD Inpres Wokajaya – 144 siswa
SD Inpres Tutuling Jaya – 190 siswa
SMP Negeri 6 Wasile – 135 siswa
Total penerima manfaat dari sekolah mencapai 967 siswa, dengan tambahan 438 penerima kategori lainnya, sehingga jumlah keseluruhan mencapai 1.405 penerima manfaat.
Nurmawarti berharap informasi mengenai program pemenuhan gizi dapat disampaikan secara objektif dan berbasis data agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Kami terbuka terhadap evaluasi dan kritik, tetapi tentu harus disampaikan berdasarkan fakta, bukan asumsi,” pungkasnya.










Komentar