Jakarta, 19 Maret 2026.
Perayaan Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka 1946 menjadi momentum refleksi bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah keberagaman. Hal ini tergambar dalam ucapan yang disampaikan oleh Dr. Jan S. Maringka, SH., MH., selaku Ketua Umum DPP Presidium Persatuan Nusantara Indonesia (PNI).
Melalui pesan yang terpampang dalam media publik, Jan S. Maringka mengucapkan selamat menjalankan Catur Brata Penyepian kepada umat Hindu. Ia menekankan bahwa makna Nyepi tidak hanya sebatas ritual keagamaan, tetapi juga menjadi ajang introspeksi diri, menjaga harmoni, serta mempererat hubungan antarsesama.
“Nyepi mengajarkan kita tentang keheningan, pengendalian diri, dan kedamaian. Nilai-nilai ini sangat relevan dalam kehidupan berbangsa yang majemuk seperti Indonesia,” ungkapnya.
Menurutnya, keberagaman suku, agama, dan budaya adalah kekuatan bangsa yang harus dijaga bersama. Dengan menjunjung tinggi toleransi, masyarakat dapat menciptakan suasana yang damai dan harmonis, sekaligus memperkokoh persatuan nasional.
Jan S. Maringka juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momen hari besar keagamaan sebagai sarana saling menghormati dan mempererat solidaritas. Ia menegaskan bahwa Indonesia akan semakin kuat apabila warganya mampu hidup berdampingan dengan penuh rasa saling menghargai.
“Perbedaan bukanlah penghalang, melainkan jembatan untuk saling memahami. Inilah esensi dari persatuan Indonesia,” tambahnya.
Perayaan Nyepi Saka 1946 diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh masyarakat untuk terus menebarkan nilai-nilai kedamaian, memperkuat toleransi, serta menjaga keutuhan bangsa dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika.
Red Irwan Hasiholan dan Tommy Karwur.











