Rabu | 25 Maret 2026 | Pukul | 20:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Parapat, Sumatera Utara | Berita Terkini — Duka mendalam menyelimuti peristiwa kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Lintas Lingkar Luar Parapat pada Selasa (24/3/2026) siang.
Sebuah truk bermuatan baja ringan dilaporkan gagal menanjak, hingga akhirnya mundur tak terkendali dan menimpa sebuah mobil penumpang yang mengangkut enam orang di dalamnya.
Insiden tragis tersebut terjadi sekitar pukul 13.45 WIB dan langsung memicu respons cepat dari tim SAR gabungan.
Proses evakuasi berlangsung dramatis selama kurang lebih dua jam, mengingat kondisi kendaraan yang ringsek berat akibat tertindih muatan baja ringan.
Upaya penyelamatan yang melibatkan berbagai unsur akhirnya membuahkan hasil.
Seluruh korban berhasil dievakuasi, meski tak semua dapat diselamatkan.
Dari enam orang yang berada di dalam mobil, tiga di antaranya dinyatakan selamat, sementara tiga lainnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban selamat terdiri dari Sukarno (56), Watini (55), serta seorang anak laki-laki bernama Fahmi Muhazir Nasution (12).
Ketiganya langsung dilarikan ke Puskesmas Tiga Dolok untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Kondisi mereka dilaporkan stabil, meski mengalami trauma dan luka akibat benturan keras.
Sementara itu, tiga korban meninggal dunia—dua perempuan dan seorang laki-laki yang diketahui merupakan sopir kendaraan—telah dievakuasi ke RSUD Dr. Djasamen Saragih di Pematangsiantar untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi awal, kecelakaan diduga kuat terjadi akibat truk yang tidak mampu menaklukkan tanjakan dengan beban berat.
Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan kehilangan kendali dan mundur, hingga akhirnya menghantam mobil di belakangnya.
Faktor teknis kendaraan serta kemungkinan kelalaian masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras akan pentingnya standar keselamatan dalam operasional kendaraan berat, terutama di jalur-jalur ekstrem seperti kawasan perbukitan Parapat.
Minimnya pengawasan terhadap kelayakan kendaraan serta beban angkut kerap menjadi pemicu tragedi serupa yang berulang.
Setelah seluruh korban berhasil dievakuasi, operasi SAR dengan penanganan khusus secara resmi dinyatakan ditutup.
Namun, luka yang ditinggalkan peristiwa ini jelas tidak akan mudah pulih, terutama bagi keluarga korban yang harus menerima kenyataan pahit kehilangan orang-orang tercinta.
Di balik angka dan kronologi, tragedi ini adalah kisah tentang rapuhnya hidup manusia di jalan raya—tentang bagaimana kelalaian sekecil apa pun dapat berujung pada kehilangan yang tak tergantikan.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi di jalur tersebut, agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Keselamatan bukan sekadar prosedur, melainkan tanggung jawab bersama yang tak boleh diabaikan.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)

