Willem Frans Ansanay Serukan Kebangkitan Generasi Muda Indonesia Timur sebagai Motor Perubahan dan Calon Pemimpin Bangsa
Jakarta, 28 Maret 2026 — Ketua Umum Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP), Willem Frans Ansanay, menegaskan pentingnya peran strategis generasi muda Indonesia Timur sebagai motor perubahan sekaligus calon pemimpin bangsa di masa depan. Hal tersebut disampaikannya dalam suasana hangat acara buka puasa bersama yang diinisiasi komunitas pemuda Indonesia Timur di Jakarta.
Dalam sambutannya, Willem menyoroti besarnya potensi yang dimiliki kawasan Indonesia Timur, baik dari sisi kekayaan sumber daya alam maupun keberagaman budaya. Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan utama yang masih dihadapi adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
“Indonesia Timur memiliki kekayaan luar biasa. Namun kita harus jujur bahwa tantangan terbesar masih pada kualitas SDM. Meski demikian, kita patut bangga karena sudah banyak putra-putri terbaik dari Indonesia Timur yang mampu menembus posisi strategis di tingkat nasional,” ujarnya.
Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi pemicu semangat bagi generasi muda untuk terus mengembangkan diri, meningkatkan kapasitas, serta berani mengambil peran dalam pembangunan bangsa. Ia menilai generasi muda Indonesia Timur saat ini memiliki potensi besar, ditandai dengan keberanian menyuarakan isu-isu penting seperti kemiskinan dan ketidakadilan.
“Kehadiran saya bukan sekadar memenuhi undangan, tetapi sebagai bentuk dukungan moral. Saya melihat semangat besar dari generasi muda Indonesia Timur untuk berkembang dan berkontribusi. Ini adalah modal penting untuk menjadi pemimpin bangsa ke depan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Willem menekankan pentingnya forum kebersamaan seperti buka puasa, halal bihalal, dan diskusi sebagai ruang strategis untuk memperkuat solidaritas. Ia menyebut, kegiatan seperti ini mampu menunjukkan kepada publik bahwa Indonesia Timur memiliki potensi besar yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Dalam konteks kebangsaan, ia juga mengingatkan bahwa Indonesia sebagai negara dengan lebih dari 17.000 pulau memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi. Namun, keberagaman tersebut justru menjadi kekuatan utama yang menyatukan bangsa di bawah nilai-nilai Pancasila.
“Kita patut bangga menjadi bangsa Indonesia. Para pendiri bangsa telah meletakkan dasar Pancasila yang mampu mempersatukan kita. Di negara lain, konflik bisa terjadi meski hanya terdiri dari satu atau dua etnis. Kita justru bisa bersatu dalam keberagaman,” ungkapnya.
Willem juga mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan dan peran putra-putri Indonesia Timur yang telah berkiprah di tingkat nasional. Ia menegaskan bahwa perbedaan pandangan politik tidak boleh menjadi alasan untuk mendiskriminasi atau meragukan kemampuan mereka.
“Jangan sampai perbedaan politik membuat kita saling menyingkirkan. Narasi penolakan terhadap anak bangsa dari Indonesia Timur tidak boleh terjadi karena dapat merusak persatuan nasional,” katanya dengan tegas.
Di tengah dinamika bangsa saat ini, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga persatuan dan memberikan dukungan konstruktif terhadap jalannya pemerintahan demi stabilitas dan kemajuan Indonesia.
Menutup pernyataannya, Willem Frans Ansanay mengapresiasi inisiatif komunitas pemuda Indonesia Timur yang dinilai mampu menjadi wadah positif dalam membangun kapasitas generasi muda sekaligus memperkuat kontribusi terhadap pembangunan, baik di daerah maupun nasional.
“Kegiatan seperti ini harus terus didorong. Generasi muda Indonesia Timur harus memiliki ruang untuk tumbuh, bersatu, dan berkontribusi, bukan hanya untuk daerahnya, tetapi juga untuk Indonesia secara keseluruhan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Willem Frans Ansanay juga menyampaikan dukungan kuat terhadap Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, yang disebutnya sebagai salah satu figur putra terbaik bangsa yang berasal dari Indonesia Timur.
“Saya sangat mendukung putra adat Indonesia Timur, Bapak Kapolri Listyo Sigit Prabowo, yang telah menunjukkan kepemimpinan nasional yang kuat dan mampu menjaga stabilitas serta keamanan negara. Ini menjadi bukti bahwa anak-anak Indonesia Timur mampu berkiprah di level tertinggi,” ungkapnya.
Red Irwan Hasiholan

