Senin | 6 April 2026 | Pukul | 18:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Harapan masyarakat yang selama ini terhalang keterbatasan akses perlahan mulai menemukan jalannya.
Di Kelurahan Bela Rakyat, Kecamatan Kuala, sebuah langkah besar dimulai melalui seremoni ground breaking pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih, Senin (6/4/2026).
Mewakili Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH, Wakil Bupati Langkat Tiorita Br Surbakti, SH hadir langsung menyaksikan dimulainya pembangunan yang bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol kuat hadirnya negara di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut diresmikan oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa, didampingi jajaran pejabat utama Kodam I/BB, Danrem, serta Dandim Langkat.
Sinergi antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Langkat kembali memperlihatkan wajah kolaborasi strategis lintas sektor yang berorientasi pada kepentingan rakyat.
Jembatan gantung sepanjang 40 meter dengan lebar 1,5 meter ini dirancang menjadi penghubung vital antarwilayah yang selama ini terhambat akses.
Lebih dari sekadar konstruksi fisik, jembatan ini diproyeksikan menjadi urat nadi baru bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan di Kecamatan Kuala.
Dalam sambutan tertulis yang disampaikan Wakil Bupati, Bupati Langkat menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan fondasi utama dalam membuka peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan jembatan ini bukan hanya menghadirkan akses, tetapi juga membuka masa depan. Ketika konektivitas terbangun, maka peluang ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial akan ikut tumbuh,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur tersebut.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya terletak pada proses pembangunan, tetapi juga pada kesadaran kolektif untuk merawatnya.
Sementara itu, Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Hendy Antariksa menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung program strategis nasional, khususnya dalam mengatasi keterisolasian wilayah pedesaan.
Ia mengungkapkan, hingga saat ini Kodam I/Bukit Barisan telah membangun 144 jembatan dari target 320 unit di wilayah Sumatera Utara.
Capaian ini menjadi indikator nyata percepatan pembangunan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Ini adalah bentuk nyata kehadiran negara melalui TNI.
Kami tidak hanya membangun jembatan, tetapi juga membangun harapan.
Kami ingin anak-anak bisa bersekolah dengan akses yang layak, dan masyarakat dapat menggerakkan roda ekonominya tanpa hambatan,” tegasnya.
Momentum peletakan batu pertama ini juga diwarnai dengan kegiatan sosial berupa penyaluran bantuan paket sembako kepada masyarakat kurang mampu di sekitar lokasi.
Aksi tersebut menjadi refleksi kepedulian TNI terhadap kondisi sosial warga, sekaligus mempererat hubungan emosional antara aparat negara dan masyarakat.
Bagi warga Kelurahan Bela Rakyat, pembangunan Jembatan Gantung Garuda Merah Putih bukan sekadar proyek pembangunan.
Ia adalah simbol perubahan, jembatan yang menghubungkan keterbatasan menuju peluang, serta penanda dimulainya babak baru kehidupan yang lebih terbuka dan sejahtera.
Di atas bentangan baja yang akan segera berdiri, tersimpan harapan besar: bahwa tidak ada lagi wilayah yang tertinggal, tidak ada lagi masyarakat yang terisolasi.
Dari Kuala, pesan itu menggema—bahwa pembangunan sejati adalah yang mampu menjangkau hingga ke denyut nadi paling pelosok negeri.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
