Menyalakan Spirit Kartini di Ruang Kelas: YASPEND Ar-Ridha Langkat Tempa Guru Menjadi Intelektual Pendidikan dan Motor Perubahan Generasi

Peringatan Hari Kartini 2026 tidak sekadar seremoni, tetapi dijadikan momentum strategis oleh YASPEND Ar-Ridha untuk memperkuat kapasitas guru sebagai fondasi lahirnya generasi unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Sabtu | 25 April 2026 | Pukul | 20:00 | WIB


Ciketing Udik Kota Bekasi Go Internasional

Informasi Iklan / Advertorial Klik mediapatriot.co.id@gmail.com atau Hubungi WhatsApp kami 08999208174

Mediapatriot.co.id | Tanjung Pura | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Di tengah tantangan dunia pendidikan yang terus bergerak dinamis, Yayasan Pendidikan Ar-Ridha (YASPEND AR-RIDHA) memilih memperingati Hari Kartini Tahun 2026 dengan langkah yang substantif dan bernilai strategis: membangun kualitas guru sebagai episentrum perubahan peradaban.

Sabtu (25/4/2026), bertempat di Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ar-Ridha, Dusun Teladan, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, YASPEND AR-RIDHA menggelar Pelatihan Guru bertajuk “Kartini Masa Kini, Guru Inspiratif untuk Generasi Hebat.”

Kegiatan ini bukan hanya menjadi agenda tahunan bernuansa seremonial, namun tampil sebagai forum intelektual pendidikan yang menegaskan bahwa emansipasi Kartini pada era modern harus diterjemahkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, khususnya para pendidik yang setiap hari bersentuhan langsung dengan proses pembentukan karakter anak bangsa.

Acara secara resmi dibuka oleh Ust. H. Muamar Al Qadri yang dalam sambutannya menegaskan bahwa makna Hari Kartini tidak cukup dimaknai sebatas penghormatan terhadap sejarah perjuangan perempuan, melainkan harus dibaca sebagai panggilan moral untuk terus menghadirkan transformasi di bidang pendidikan.

Menurutnya, guru hari ini memegang posisi yang sangat strategis sebagai agen pencerahan sosial.

Mereka bukan hanya pengajar yang mentransfer pengetahuan, tetapi juga figur keteladanan yang membentuk pola pikir, karakter, hingga cita-cita peserta didik.

“Kartini telah mengajarkan kepada bangsa ini bahwa kemajuan dimulai dari keberanian berpikir dan keberanian mendidik.

Maka guru harus menjadi representasi semangat itu.

Guru tidak boleh berhenti belajar, tidak boleh stagnan, dan tidak boleh kehilangan daya inspiratifnya di hadapan anak-anak kita,” tegas Ust. H. Muamar Al Qadri.

Pernyataan tersebut disambut antusias para peserta, mengingat realitas pendidikan saat ini menuntut guru untuk mampu menjawab tantangan zaman yang kian kompleks:

Perkembangan teknologi, perubahan karakter peserta didik, hingga kebutuhan akan metode pembelajaran yang adaptif dan humanis.

Guru Tidak Lagi Cukup Menjadi Pengajar, Tetapi Harus Menjadi Arsitek Peradaban

Pelatihan ini menghadirkan dua narasumber kompeten di bidang pendidikan, yakni Khadijah, S.Pd.Gr. dan Faridah Hanum, S.Pd.Gr. Keduanya dikenal sebagai praktisi pendidikan sekaligus pengembang model pembelajaran yang aktif mendorong inovasi di lingkungan sekolah.

Dalam pemaparannya, Khadijah menekankan bahwa guru masa kini tidak bisa lagi bertumpu pada pola pembelajaran konvensional yang monoton.

Menurutnya, peserta didik generasi saat ini membutuhkan pendekatan yang lebih komunikatif, kreatif, dan menyentuh aspek emosional.

“Anak-anak hari ini hidup dalam dunia yang penuh distraksi.

Kalau guru tidak mampu menjadi sosok yang inspiratif, maka ilmu akan sulit masuk dan pendidikan hanya menjadi rutinitas administratif,” ungkapnya.

Sementara itu, Faridah Hanum memaparkan pentingnya kolaborasi antarguru dalam membangun ekosistem pendidikan yang sehat.

Ia menyebut bahwa keberhasilan pendidikan tidak ditentukan oleh satu guru hebat, tetapi oleh kultur sekolah yang saling menguatkan dan sama-sama bertumbuh.

Menurutnya, guru perlu membangun komunitas belajar internal agar inovasi pembelajaran tidak berhenti pada individu, melainkan menjadi budaya kelembagaan.

“Sekolah yang unggul lahir dari guru-guru yang mau berdiskusi, mau saling berbagi metode, mau dievaluasi, dan mau berkembang bersama.

Di situlah nilai profesionalisme guru sesungguhnya,” jelas Faridah.

Materi demi materi yang disampaikan tidak hanya bersifat teoritis, namun juga aplikatif, mulai dari strategi menciptakan kelas aktif, membangun komunikasi efektif dengan siswa, teknik memotivasi peserta didik, hingga cara menumbuhkan pembelajaran yang menyenangkan namun tetap berbobot.

Hari Kartini Dijadikan Momentum Konsolidasi Mutu Pendidikan
Menariknya, YASPEND AR-RIDHA tidak menempatkan Hari Kartini sekadar sebagai simbol perjuangan perempuan, tetapi menjadikannya sebagai titik refleksi bahwa pendidikan adalah alat paling ampuh untuk melahirkan kebebasan berpikir dan kemandirian generasi.

Panitia pelaksana menyebut, pelatihan ini dirancang untuk memperkuat tiga hal utama, yakni:

Meningkatkan kompetensi dan profesionalisme guru;

menanamkan semangat Kartini dalam pengabdian pendidikan;

membentuk guru sebagai teladan moral dan intelektual bagi peserta didik.

Tujuan ini menjadi sangat relevan di tengah tantangan degradasi moral, menurunnya minat belajar anak, serta tuntutan digitalisasi pendidikan yang menuntut adaptasi cepat dari para tenaga pendidik.

Dalam forum tersebut, para guru diajak untuk memahami bahwa profesi pendidik bukan semata pekerjaan formal, melainkan amanah peradaban yang menentukan wajah Indonesia di masa depan.

Karena itu, peningkatan kapasitas guru dipandang sebagai investasi jangka panjang yang jauh lebih penting dibanding sekadar pembangunan fisik.

Antusiasme Peserta Menunjukkan Tingginya Kesadaran Profesional Guru Ar-Ridha
Pelatihan yang diikuti oleh seluruh tenaga pendidik mulai dari guru KB, TK, SD IT hingga SMP IT Ar-Ridha ini berlangsung dalam suasana penuh semangat, dialogis, dan produktif.

Sejak awal hingga akhir kegiatan, peserta terlihat aktif menyimak, berdiskusi, bertanya, bahkan berbagi pengalaman mengenai berbagai persoalan pembelajaran yang mereka hadapi di lapangan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa para guru di lingkungan YASPEND AR-RIDHA memiliki kesadaran tinggi untuk terus memperbarui kompetensi diri, sebuah modal penting dalam membangun lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik tetapi juga kuat dalam pembinaan karakter.

Sejumlah peserta mengaku mendapatkan motivasi baru dan perspektif segar mengenai cara memosisikan diri sebagai guru yang dicintai murid sekaligus dihormati karena kualitas intelektual dan keteladanannya.

Selain memperkaya wawasan, pelatihan ini juga menjadi ruang silaturahmi profesional antarguru untuk saling bertukar gagasan dan memperkuat jaringan kerja internal.

Komitmen YASPEND AR-RIDHA:

Membangun Pendidikan dari Hulu, Yakni Kualitas Gurunya
Pelaksanaan kegiatan ini menjadi bukti konkret bahwa YASPEND AR-RIDHA tidak hanya berorientasi pada output kelulusan peserta didik, tetapi memahami bahwa kualitas anak didik sangat ditentukan oleh kualitas pendidik.

Dengan kata lain, yayasan ini sedang membangun pendidikan dari hulunya: memperkuat guru agar mampu melahirkan murid yang unggul.

Di tengah banyak lembaga pendidikan yang masih terjebak pada rutinitas administratif dan formalitas kurikulum, langkah YASPEND AR-RIDHA menggelar pelatihan internal berbasis peningkatan kapasitas SDM patut diapresiasi sebagai bentuk keseriusan menjaga mutu pendidikan.

Semangat Kartini yang diusung dalam kegiatan ini pun menjadi sangat kontekstual—bahwa keberanian berpikir, kecerdasan, keteguhan moral, dan dedikasi dalam mendidik harus hidup dalam diri setiap guru.

Sebab dari ruang-ruang kelas itulah sesungguhnya masa depan bangsa sedang ditentukan.

YASPEND AR-RIDHA melalui kegiatan ini kembali menegaskan posisinya bukan sekadar sebagai lembaga pendidikan, tetapi sebagai kawah candradimuka pembentukan guru-guru visioner yang siap mencetak generasi hebat, beradab, dan berakhlakul karimah.

(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)

(Sumber: mediapatriot.co.id)

IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id