Rekrutmen Akpol Polda Jatim 2026 Diikuti 276 Peserta, Kompolnas Tekankan Transparansi

SURABAYA | mediapatriot.co.id – Polda Jawa Timur menggelar tes psikologi calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2026 yang diikuti sebanyak 276 peserta. Kegiatan ini berlangsung di SMKN 5 Surabaya pada Sabtu (25/4/2026) dan diawasi berbagai pihak, termasuk Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

Karo SDM Polda Jatim, Kombes Pol Sih Harno, S.H., M.H., menyampaikan bahwa tahapan ini merupakan bagian awal dari rangkaian seleksi penerimaan anggota Polri tahun 2026.


Berita Bandung Hari Ini di BANDUNGMPI.COM


Informasi Iklan / Advertorial Klik mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami 08999208174

“Pelaksanaan tes dilakukan satu hari ini, kemudian dilanjutkan tahapan berikutnya untuk Bintara dan Tamtama,” ujar Kombes Sih Harno.

Ia menjelaskan, proses seleksi tidak hanya diawasi secara internal oleh Itwasda, Propam, dan tim psikologi, tetapi juga melibatkan pengawasan eksternal dari Kompolnas.

“Kami juga mendapat kunjungan dari Kompolnas. Harapannya tes hari ini berjalan dengan baik karena rekrutmen Polri berprinsip BETAH, yaitu bersih, transparan, akuntabel, dan humanis,” tambahnya.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas, Mohammad Choirul Anam, yang hadir langsung memantau pelaksanaan tes menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam setiap tahapan seleksi.

“Hari ini tim kami berada di SMKN 5 Surabaya untuk melihat langsung tes seleksi Akpol. Semangatnya adalah akuntabilitas, tidak boleh ada kecurangan atau pelanggaran hukum dalam proses ini,” tegas Anam.

Menurutnya, mekanisme rekrutmen Polri saat ini bersifat partisipatif dengan melibatkan masyarakat serta peserta seleksi sebagai bagian dari pengawasan.

“Partisipatif itu ada dua konteks, melibatkan masyarakat seperti himpunan psikologi, dan yang paling penting peserta sendiri menjadi bagian dari pengawasan karena sistemnya terbuka,” jelasnya.

Anam juga memastikan seluruh prosedur berjalan sesuai aturan, mulai dari keterbukaan informasi hingga upaya pencegahan kecurangan.

“Kami cek apakah peserta mendapat informasi yang cukup, memastikan tidak ada alat elektronik yang dibawa, dan semua disimpan di tempat yang bisa dilihat bersama untuk menutup peluang kecurangan hingga nol persen,” ungkapnya.

Ia menambahkan, hasil tes dapat langsung diketahui peserta setelah ujian selesai sebagai bentuk transparansi.

“Setelah ujian, hasil bisa langsung terlihat. Jika ada komplain, peserta bisa langsung melapor ke panitia,” imbuhnya.

Anam turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.

“Jika ada yang menjanjikan bisa meluluskan menjadi anggota Polri dengan meminta uang, jangan dipercaya,” tegasnya.

Ia menilai kualitas rekrutmen sangat menentukan kualitas institusi Polri ke depan.

“Masa depan negara hukum ini ditentukan oleh kualitas kepolisian. Kepolisian yang baik diawali dari proses rekrutmen yang baik, dengan individu-individu berkualitas,” pungkasnya.

Tri | mediapatriot.co.id

( Sumber: mediapatriot.co.id )

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>

Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak .

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
Klik di sini untuk bergabung