10 Juni 2026. Gedung Gozco Lantai 5, Jakarta Selatan. PT Gozco Plantations Tbk (GZCO) melaporkan kinerja kuartal I-2026 dengan fokus pada penguatan likuiditas dan efisiensi operasional di tengah tekanan penjualan dan margin industri sawit. Dalam paparan publik di Gedung Gozco Lantai 5, Jakarta Selatan, manajemen menekankan bahwa arus kas operasi tetap positif meski perseroan masih mencatat rugi bersih tipis.
Sorotan utama
Indikator Q1 2026 Q1 2025
Penjualan bersih Rp139,43 miliar Rp215,69 miliar
Laba/rugi bersih -Rp5,06 miliar Rp7,07 miliar
Arus kas operasi Rp59,67 miliar Rp32,53 miliar
Total aset Rp2,17 triliun Rp2,19 triliun*
Total liabilitas Rp943,16 miliar Rp960,34 miliar*
Total ekuitas Rp1,23 triliun Rp1,23 triliun*
*Perbandingan terhadap posisi akhir 2025.
Kinerja kuartal I-2026
Perseroan membukukan penjualan bersih sebesar Rp139,43 miliar, turun dari Rp215,69 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan pendapatan membuat laba kotor berubah menjadi rugi Rp1,22 miliar dari sebelumnya laba kotor Rp36,85 miliar.
Meski demikian, GZCO berhasil menekan rugi bersih menjadi Rp5,06 miliar, dibandingkan laba bersih Rp7,07 miliar pada kuartal I-2025. Beban penjualan dan administrasi berhasil ditekan, sementara pendapatan lain-lain meningkat menjadi Rp26,24 miliar dari Rp15,42 miliar.
Sorotan keuangan
Penjualan turun 35,4% menjadi Rp139,43 miliar
Penurunan penjualan membuat laba kotor berubah menjadi rugi Rp1,22 miliar.
Rugi bersih tercatat Rp5,06 miliar
Hasil ini berbalik dari laba bersih Rp7,07 miliar pada kuartal I-2025.
Arus kas operasi melonjak menjadi Rp59,67 miliar
Kenaikan arus kas didorong oleh penerimaan kas dari pelanggan dan pengendalian pembayaran pemasok serta biaya operasional.
Posisi keuangan tetap solid
Total aset mencapai Rp2,17 triliun, total liabilitas Rp943,16 miliar, dan ekuitas Rp1,23 triliun per akhir Maret 2026.
Arus kas operasi menguat
Salah satu poin positif utama adalah peningkatan arus kas operasi. GZCO mencatat kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp59,67 miliar, naik signifikan dari Rp32,53 miliar pada kuartal I-2025. Kenaikan ini didorong oleh penerimaan kas dari pelanggan serta pengendalian pembayaran kepada pemasok dan biaya operasional.
Di sisi lain, kas dan setara kas akhir periode turun menjadi Rp98,23 miliar dari Rp125,35 miliar pada akhir 2025, terutama akibat pembayaran pinjaman bank dan investasi pada tanaman perkebunan serta aset tetap.
Posisi keuangan
Total aset Rp2,17 triliun
Aset lancar tercatat Rp273,42 miliar dan aset tidak lancar Rp1,90 triliun.
Liabilitas menurun menjadi Rp943,16 miliar
Penurunan terutama berasal dari berkurangnya utang bank jangka pendek.
Ekuitas bertahan di Rp1,23 triliun
Rasio struktur modal tetap relatif terjaga meski laba ditahan masih negatif.
Fokus efisiensi dan produktivitas
Manajemen menyampaikan bahwa perusahaan akan terus memprioritaskan efisiensi biaya, peningkatan produktivitas kebun, dan penguatan arus kas untuk menghadapi dinamika harga komoditas sawit dan biaya produksi.
GZCO juga menegaskan komitmennya menjaga struktur keuangan yang sehat sambil melanjutkan pengembangan tanaman belum menghasilkan dan pemeliharaan aset perkebunan.
Red Irwan Hasiholan
