Jelang May Day 2026, KSPSI Gelar Konferensi Pers: Presiden Dijadwalkan Hadir dan Umumkan Kebijakan Strategis untuk Buruh
Jakarta – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, jajaran pimpinan konfederasi dan federasi serikat pekerja menghadiri konferensi pers yang digelar di Grand Mansion Menteng, Jalan Borobudur, Menteng, Jakarta, Rabu siang. Agenda tersebut menjadi momentum penting untuk menyampaikan kesiapan perayaan May Day sekaligus sejumlah kabar strategis terkait kebijakan ketenagakerjaan nasional.
Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Andi Gani Nena Wea, mengungkapkan bahwa Presiden dijadwalkan akan menyampaikan sejumlah pengumuman penting menjelang peringatan May Day 2026.
Menurut Andi Gani, pemerintah tengah menyiapkan dua langkah strategis yang sangat dinantikan kalangan pekerja, yakni pembentukan Satgas PHK serta kebijakan baru terkait sistem outsourcing.
“Semoga pemerintah segera mengumumkan dua hal penting, yaitu Satgas PHK dan regulasi outsourcing. Ini menjadi harapan besar kaum buruh Indonesia,” ujar Andi Gani dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan, Satgas PHK nantinya akan menjadi instrumen khusus pemerintah untuk menangani persoalan pemutusan hubungan kerja, perlindungan hak pekerja, hingga penyelesaian sengketa ketenagakerjaan. Satgas tersebut disebut akan beranggotakan unsur pemerintah, tokoh senior kabinet, serta perwakilan buruh.
“Satgas ini posisinya sangat kuat karena langsung berada di bawah Presiden. Jumlah personelnya diperkirakan hampir 40 hingga 50 orang,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah juga disebut tengah menyiapkan aturan baru mengenai outsourcing, termasuk pembatasan jenis pekerjaan yang boleh dialihdayakan, masa kontrak yang jelas, hingga sanksi tegas bagi pelanggaran regulasi.
Andi Gani menegaskan, kebijakan tersebut tidak akan bertentangan dengan undang-undang ketenagakerjaan yang berlaku, karena sifatnya sebagai langkah transisi sambil menunggu revisi regulasi yang lebih komprehensif.
Presiden Akan Hadir Langsung di Perayaan May Day
Dalam kesempatan itu, Andi Gani juga memastikan Presiden akan hadir langsung dalam puncak perayaan May Day 2026. Kehadiran kepala negara dinilai sebagai bentuk penghormatan dan dukungan nyata terhadap perjuangan kaum buruh.
Presiden bahkan dijadwalkan akan memanggil satu per satu pimpinan konfederasi dan federasi buruh ke panggung utama sebagai simbol persatuan antara pemerintah dan gerakan pekerja.
“Ini bukan sekadar seremoni, tapi bentuk penghargaan nyata kepada para pimpinan buruh dan pekerja Indonesia,” katanya.
Pengamanan Maksimal dan Antisipasi Penyusupan
Terkait pengamanan acara, Andi Gani menyebut seluruh unsur keamanan negara akan diterjunkan secara maksimal, mulai dari Paspampres, Polri, hingga aparat teknis lainnya. Selain itu, unsur pengamanan internal dari serikat buruh juga disiagakan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan perayaan May Day berjalan tertib, aman, dan bebas dari pihak-pihak yang ingin mengganggu jalannya kegiatan.
Simbol Kedekatan Presiden dengan Buruh
Andi Gani juga mengungkapkan bahwa Presiden menolak menjadikan wajahnya sebagai gambar utama pada atribut acara May Day. Menurutnya, Presiden ingin acara tersebut sepenuhnya menjadi milik kaum buruh.
“Beliau mengatakan ini acara buruh, bukan acara Presiden. Itu menunjukkan ketulusan dan kecintaan beliau kepada pekerja Indonesia,” ungkapnya.
Dengan berbagai agenda strategis yang disiapkan, peringatan May Day 2026 diprediksi menjadi salah satu momen paling bersejarah dalam hubungan antara pemerintah dan gerakan buruh nasional.
Red Irwan Hasiholan
