Serdang Bedagai | mediapatriot.co.id – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar TNI Angkatan Darat dan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai). Koperal Dua (Kopda) Anumerta Rico Pramudia, prajurit TNI AD yang gugur dalam misi perdamaian dunia di Lebanon, dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Jalan T. Imam Bonjol, Lubuk Pakam, Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 09.34 WIB.
Sebelumnya, suasana haru menyelimuti rumah duka di Dusun VII, Desa Martebing, Kecamatan Dolok Masihul, saat jenazah almarhum tiba pada Selasa (28/4/2026) pukul 23.50 WIB. Tangis keluarga pecah menyambut kepulangan prajurit yang gugur dalam tugas negara tersebut.
Pada Rabu pagi, jenazah dishalatkan di halaman rumah duka di Dusun VII, Desa Dolok Manampang, sekitar pukul 06.00 WIB. Prosesi persemayaman hingga pemberangkatan jenazah dilaksanakan secara militer dan dipimpin oleh Kepala Staf Kodam I/Bukit Barisan.
Dalam amanatnya, Kasdam I/Bukit Barisan Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya menyampaikan bahwa upacara tersebut merupakan bentuk penghormatan terakhir kepada almarhum sebagai prajurit yang gugur dalam tugas mulia bersama Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) 23-S UNIFIL.
“Kami atas nama Pangdam I/Bukit Barisan dan seluruh keluarga besar Kodam I/BB menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah almarhum dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kepergian almarhum menjadi kehilangan besar, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi TNI AD dan bangsa Indonesia. Almarhum dikenal sebagai sosok prajurit yang berdedikasi tinggi, berani, dan setia dalam menjalankan tugas hingga akhir hayat.
Usai upacara persemayaman, jenazah diberangkatkan menuju TMP Lubuk Pakam dengan iring-iringan puluhan kendaraan. Setibanya di lokasi, prosesi pemakaman militer dipimpin oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Joko Hadi Susilo selaku inspektur upacara.
Suasana haru kembali menyelimuti pemakaman. Tembakan salvo kehormatan dilepaskan saat jenazah dibawa menuju liang lahat hingga prosesi penurunan ke dalam makam sebagai penghormatan terakhir.
Diketahui, Kopda Anumerta Rico Pramudia merupakan bagian dari Satgas Kontingen Garuda UNIFIL yang bertugas di Lebanon Selatan. Ia gugur pada 24 April 2026 setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit di Beirut akibat luka berat yang dideritanya dalam serangan tank Israel di dekat Al-Kushair.
Insiden tersebut menambah daftar prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian dunia. Tercatat, empat personel TNI dilaporkan gugur dalam peristiwa tersebut akibat serangan proyektil dan luka fatal lainnya saat menjalankan tugas di wilayah konflik.
Pengorbanan para prajurit ini menjadi bukti komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Sumber: Humas TNI
