Gelombang Dukungan Moral dari Negeri Beradat Menguat, Camat Tanjung Pura Disebut Representasi Pemimpin Melayu Modern yang Santun, Visioner, dan Membumi
Jum’at | 1 Mei 2026 | Pukul | 21:30 | WIB
Mediapatriot.co.id | Tanjung Pura | Langkat | Berita Terkini — Dinamika menjelang pemilihan Ketua Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (MABMI) Kabupaten Langkat mulai menunjukkan arah yang semakin terang.
Setelah melalui serangkaian musyawarah mufakat yang berlangsung hangat namun penuh pertimbangan nilai adat, para tokoh Melayu di Kecamatan Tanjung Pura akhirnya mengerucutkan dukungan kepada satu figur yang dinilai memiliki kelayakan moral, kapasitas intelektual, serta legitimasi sosial untuk tampil dalam kontestasi tersebut, yakni Camat Tanjung Pura, Tengku Reza Aditya , S.STP, M.AP.
Keputusan tidak tertulis namun sarat makna itu lahir dari forum diskusi para tetua adat, cendekiawan Melayu, tokoh pemuda, unsur masyarakat, hingga pemerhati budaya yang selama ini konsisten menjaga marwah Tanjung Pura sebagai salah satu pusat peradaban Melayu di Kabupaten Langkat.
Dalam musyawarah yang berlangsung penuh kekeluargaan tersebut, para tokoh sepakat bahwa MABMI Langkat ke depan membutuhkan sosok pemimpin yang bukan hanya memahami simbol-simbol adat, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai kemelayuan ke dalam gerak pembangunan, penguatan identitas budaya, pemberdayaan generasi muda, hingga diplomasi sosial di tengah arus modernisasi.
“Ini bukan soal mencari ketua organisasi semata, tetapi mencari penjaga marwah Melayu Langkat.
Setelah kami berdiskusi panjang, nama Reza muncul sebagai figur yang paling memenuhi harapan itu,” ujar salah seorang tokoh masyarakat Melayu Tanjung Pura dalam pernyataannya kepada wartawan, Jumat (1/5/2026).
Menurutnya, Tanjung Pura yang dikenal sebagai negeri bersejarah dan tanah bertuah Kesultanan Melayu tidak boleh kehilangan peran dalam menentukan arah kepemimpinan budaya di tingkat kabupaten.
Karena itu, dukungan kepada Reza bukanlah bentuk euforia politik organisasi, melainkan manifestasi dari keinginan kolektif agar MABMI dipimpin oleh sosok muda yang memiliki integritas, pendidikan, kemampuan manajerial, serta kedekatan emosional dengan akar adat istiadat Melayu.
Figur Administratif yang Menjelma Menjadi Simpul Sosial Budaya
Nama Reza Fahlevi selama ini memang tidak asing di tengah masyarakat Tanjung Pura.
Selain dikenal sebagai pejabat pemerintahan yang aktif turun langsung dalam berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, ia juga dinilai mampu membangun komunikasi lintas elemen—mulai dari tokoh adat, ulama, pemuda, hingga kelompok perempuan.
Dalam beberapa momentum kegiatan budaya, keagamaan, gotong royong, penanganan persoalan banjir, pembinaan masyarakat, hingga revitalisasi ruang-ruang sosial, Reza disebut selalu hadir tidak sekadar sebagai camat secara struktural, tetapi sebagai bagian dari denyut masyarakat itu sendiri.
Inilah yang kemudian menjadi salah satu pertimbangan kuat para tokoh Melayu.
“Beliau bukan tipe pemimpin kantor. Beliau turun, menyapa, mendengar, dan menyelesaikan. Ini penting, karena MABMI butuh pemimpin yang tidak hanya fasih bicara adat di podium, tetapi juga mampu menghidupkan adat di tengah masyarakat,” ungkap seorang tokoh pemuda Melayu.
Penilaian tersebut memperlihatkan bahwa dukungan kepada Reza tidak lahir secara tiba-tiba, melainkan merupakan akumulasi dari rekam jejak sosial yang selama ini diamati oleh masyarakat.
Tanjung Pura Ingin Marwah Melayu Langkat Dipimpin Generasi Visioner
Musyawarah para tokoh Melayu Tanjung Pura juga menekankan bahwa MABMI Langkat saat ini membutuhkan transformasi.
Organisasi budaya itu dinilai harus bergerak lebih progresif, lebih responsif terhadap tantangan zaman, dan lebih terbuka terhadap keterlibatan generasi muda tanpa kehilangan akar adatnya.
Dalam konteks inilah, Reza dipandang sebagai representasi generasi birokrat muda yang memahami dua dunia sekaligus: dunia tata kelola pemerintahan modern dan dunia nilai-nilai tradisi Melayu.
Para tokoh menilai perpaduan tersebut sangat penting untuk membawa MABMI keluar dari sekadar seremoni budaya menuju institusi strategis yang mampu menjadi pusat advokasi adat, pendidikan karakter Melayu, pelestarian bahasa, seni, sastra, hingga penjaga etika sosial masyarakat Langkat.
“Kalau MABMI hanya berjalan di acara tepuk tepung tawar dan pakaian adat, itu terlalu kecil. MABMI harus bicara masa depan Melayu.
Dan kami melihat Reza punya cara pandang ke sana,” tegas salah satu cendekiawan Melayu.
Pernyataan itu menandakan bahwa dukungan ini mengandung pesan besar: masyarakat adat menginginkan kepemimpinan yang adaptif namun tetap berakar.
Dukungan Moral Mengalir: “Ahooooy, Ini Saatnya Tanjung Pura Bicara”
Suasana musyawarah bahkan sempat diwarnai semangat khas Melayu Tanjung Pura ketika sejumlah tokoh menyuarakan pekikan optimisme:
“Ahooooy… sudah saatnya putra terbaik yang memahami marwah adat tampil memimpin MABMI Langkat!”
Pekikan tersebut bukan sekadar slogan, tetapi simbol antusiasme kolektif bahwa Tanjung Pura sebagai salah satu episentrum budaya Melayu memiliki tanggung jawab moral untuk ikut menentukan arah organisasi adat terbesar Melayu di Langkat.
Bagi masyarakat, tampilnya Reza Fahlevi dalam bursa Ketua MABMI bukan hanya tentang figur individu, melainkan tentang harapan agar MABMI kembali menjadi rumah besar pemersatu adat, budaya, dan intelektualitas Melayu.
Menanti Sikap Resmi Sang Camat
Meski gelombang dukungan dari tokoh Melayu Tanjung Pura terus menguat, hingga berita ini diturunkan belum ada pernyataan resmi dari Camat Tanjung Pura Reza Fahlevi terkait kesiapannya maju dalam pemilihan Ketua MABMI Langkat.
Namun sejumlah tokoh mengaku optimistis bahwa amanah masyarakat adat tersebut akan disikapi dengan bijaksana.
“Ini amanah marwah, bukan sekadar jabatan. Kami percaya beliau memahami itu,” tutup seorang tokoh senior Melayu.
Kini, publik Langkat menanti: akankah Reza Aditya menerima dorongan besar dari negeri bertuah Tanjung Pura dan tampil menjadi nahkoda baru MABMI Langkat?
Satu yang pasti, dari tanah Melayu yang sarat sejarah ini, suara telah bergema— Ahooooy… Tanjung Pura sudah menjagokan!
(Tim Redaksi Mediapatriot.co.id)
