Ranjau Darat Peninggalan Perang Diledakkan di Teluk Bakung, Respons Cepat Polsek Tanjung Pura dan Gegana Brimob Sumut Cegah Ancaman Fatal bagi Warga

Jum’at | 1 Mei 2026 | Pukul | 20:00 | WIB

Mediapatriot.co.id | Tanjung Pura | Langkat | Berita Terkini — Kesigapan aparat kepolisian bersama tim penjinak bom Gegana Brimob Polda Sumatera Utara kembali membuktikan pentingnya respons cepat terhadap potensi ancaman keselamatan masyarakat.

Sebuah benda berbahaya yang diduga kuat merupakan ranjau darat peninggalan masa perang Belanda/Jepang berhasil dimusnahkan melalui proses disposal atau peledakan terkendali di Dusun Dahlia, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Jumat (1/5/2026) sore.

Langkah cepat ini dilakukan setelah seorang warga setempat menemukan benda mencurigakan di samping rumahnya yang diduga sebagai material peledak aktif peninggalan konflik masa lampau.

Temuan tersebut sontak menimbulkan kekhawatiran serius mengingat kondisi fisik ranjau yang masih utuh berpotensi menimbulkan ledakan sewaktu-waktu apabila tersentuh, terguncang, ataupun terkena benturan.

Kapolsek Tanjung Pura IPTU Mimpin Ginting, S.H., M.H. bergerak cepat mengambil langkah koordinatif begitu menerima laporan masyarakat.

Dengan mengedepankan prinsip perlindungan jiwa dan keselamatan warga, pihak Polsek segera menjalin komunikasi intensif dengan Kapolres Langkat serta berkoordinasi dengan Subden Jibom Gegana Brimobda Sumut guna memastikan proses evakuasi dan pemusnahan dilakukan sesuai standar operasional penanganan bahan peledak militer.

Penemuan Bermula dari Kepedulian Warga

Informasi yang dihimpun Mediapatriot.co.id menyebutkan, benda berbahaya tersebut pertama kali ditemukan oleh Bustami (55), seorang wiraswasta warga Dusun Melati Desa Teluk Bakung, pada Kamis sore (30/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu Bustami tengah berada di sekitar samping rumahnya dan melihat sebuah benda logam asing yang bentuknya tidak lazim.

Karena khawatir, ia tidak berani menyentuh maupun memindahkan benda tersebut. 

Kecurigaannya semakin menguat setelah warga sekitar menduga bahwa benda tersebut menyerupai ranjau darat peninggalan masa penjajahan.

Kesadaran Bustami untuk segera melaporkan temuannya dinilai sebagai tindakan yang sangat tepat.

Sebab, penanganan sembarangan terhadap benda sejenis dapat memicu ledakan mematikan yang tidak hanya mengancam penemu, tetapi juga lingkungan sekitar.

Mendapat laporan tersebut, pada Jumat pagi (1/5/2026) sekira pukul 10.00 WIB, Kapolsek Tanjung Pura IPTU Mimpin Ginting langsung meneruskan informasi kepada pimpinan di tingkat Polres Langkat dan meminta bantuan teknis kepada Kabag Ops Sat Brimobda Sumut yang kemudian mendelegasikan penanganan kepada Kasubden Jibom Gegana Brimobda Sumut.

Aparat Bergerak Sistematis, Lokasi Langsung Disterilisasi

Dalam operasi penanganan benda peledak ini, personel gabungan diturunkan secara lengkap terdiri dari jajaran Polsek Tanjung Pura yang dipimpin langsung IPTU Mimpin Ginting, personel Subden Jibom Gegana Brimobda Sumut dipimpin AKP Sardi, S.E., M.H., unsur TNI dari Koramil XI Tanjung Pura yang diwakili Koptu Ferijal, serta Kepala Desa Teluk Bakung Riza Ansyari bersama perangkat desa.

Setelah dilakukan asesmen awal, tim sepakat memindahkan ranjau darat ke titik disposal yang lebih aman, yakni di Dusun Dahlia Desa Teluk Bakung, jauh dari pemukiman padat penduduk.

Sebelum peledakan dilakukan, tim Gegana terlebih dahulu melaksanakan survei lokasi dan sterilisasi menyeluruh.

Warga diberikan himbauan tegas untuk menjauh dari titik disposal dengan radius pengamanan kurang lebih 200 meter.

Langkah ini menjadi prosedur mutlak guna mengantisipasi serpihan ledakan maupun gelombang kejut.

Situasi di lapangan tampak dijaga sangat ketat. 

Aparat kepolisian bersama perangkat desa memastikan tidak ada warga yang mendekat ataupun berada di sekitar zona merah saat disposal berlangsung.

Detik-Detik Peledakan: Tegang Namun Terkendali

Sekira pukul 15.58 WIB, suasana Dusun Dahlia berubah hening. 

Tim Gegana yang dipimpin AKP Sardi mulai mengambil posisi aman. Setelah seluruh parameter dinyatakan steril, hitung mundur peledakan dilakukan.

Lima… empat… tiga… dua… satu… nol.

Dentuman keras pun menggema di kawasan tersebut pada pukul 15.59 WIB, menandai suksesnya pemusnahan ranjau darat yang selama puluhan tahun terpendam dan berpotensi menjadi ancaman laten bagi keselamatan warga.

Ledakan terkendali itu berlangsung sempurna tanpa kendala berarti. 

Material ranjau hancur total, sementara seluruh personel gabungan maupun masyarakat dipastikan dalam kondisi aman.

Bentuk Nyata Pelayanan Presisi Kepolisian

Kapolsek Tanjung Pura IPTU Mimpin Ginting menegaskan bahwa keselamatan masyarakat adalah prioritas utama dalam setiap laporan yang berpotensi membahayakan jiwa.

Menurutnya, penanganan cepat terhadap temuan benda peledak bukan hanya bagian dari tugas keamanan, tetapi juga wujud nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.

“Setelah menerima informasi dari warga, kami segera mengambil langkah koordinasi dengan pimpinan dan tim Gegana Brimobda Sumut.

Alhamdulillah seluruh proses disposal berjalan aman, tertib, dan tidak menimbulkan korban. Ini adalah bentuk komitmen kami bahwa setiap potensi ancaman terhadap masyarakat harus ditangani secepat mungkin,” ujarnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sinergitas lintas sektor antara Polri, Brimob, TNI, dan pemerintah desa menjadi kunci keberhasilan operasi lapangan yang berisiko tinggi.

Kepala Desa Apresiasi Kinerja Aparat

Kepala Desa Teluk Bakung Riza Ansyari menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur yang terlibat, khususnya Subden Jibom Gegana Brimobda Sumut dan Polsek Tanjung Pura yang telah bekerja profesional menangani ancaman tersebut.

Ia menilai, tanpa langkah cepat aparat, keberadaan ranjau itu bisa menjadi malapetaka yang sewaktu-waktu merenggut korban jiwa, terlebih lokasinya berada tidak jauh dari kawasan aktivitas warga.

“Kami atas nama pemerintah desa mengucapkan terima kasih atas respons cepat dan kerja profesional aparat.

Ini sangat menenangkan masyarakat karena benda berbahaya tersebut telah dimusnahkan dengan aman,” ungkapnya.

Ancaman Perang Masa Lalu yang Masih Mengintai

Peristiwa ini menjadi pengingat serius bahwa sisa-sisa peninggalan perang masa kolonial dan pendudukan Jepang ternyata masih dapat ditemukan di sejumlah wilayah, khususnya daerah yang memiliki jejak sejarah militer.

Meski telah puluhan tahun terkubur, daya ledak material semacam ranjau darat tetap berbahaya apabila tidak ditangani oleh personel ahli.

Karena itu masyarakat diimbau untuk tidak menyentuh, memindahkan, atau mencoba membuka benda mencurigakan yang menyerupai bom, granat, mortir, maupun ranjau.

Langkah paling tepat adalah segera melapor kepada aparat kepolisian atau pemerintah setempat.

Dengan berhasilnya disposal ranjau darat di Desa Teluk Bakung, situasi keamanan hingga Jumat sore dinyatakan aman, terkendali, dan kondusif.

Konsolidasi personel pun ditutup dengan ucapan terima kasih antarinstansi sebagai simbol bahwa sinergi aparat dan masyarakat tetap menjadi benteng utama menjaga keselamatan publik dari ancaman yang tak terduga.

( Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)

( Sumber: mediapatriot.co.id )

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>

Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak .

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
Klik di sini untuk bergabung