SUKABUMI-MPI, – Maraknya peredaran gelap narkotika di Indonesia yang kian mengkhawatirkan memicu reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, termasuk Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Sukabumi. Di tengah sorotan publik terhadap oknum aparat penegak hukum yang diduga terlibat dalam jaringan barang haram tersebut, GANN menegaskan kesiapannya untuk memperkuat barisan pemberantasan narkotika demi menyelamatkan generasi bangsa dari ancaman kehancuran.
Langkah ini diambil menyusul indikasi lemahnya penegakan hukum yang menyebabkan peredaran narkotika justru semakin masif. Memasuki Mei 2026, situasi darurat narkotika di tanah air membutuhkan penanganan yang jauh lebih serius dan kolaboratif antara pemerintah, aparat, dan organisasi masyarakat sipil.
Kondisi pemberantasan narkotika di Indonesia saat ini berada pada titik yang krusial. Informasi yang beredar luas di berbagai kanal media massa dan media sosial menunjukkan adanya fenomena memprihatinkan, di mana oknum kepolisian yang seharusnya menjadi garda terdepan pemberantasan, justru terjerumus menjadi pengguna hingga bandar narkotika.
Lemahnya pengawasan internal dan sanksi hukum disinyalir menjadi celah yang dimanfaatkan oleh para mafia narkotika untuk menyusup ke dalam institusi negara. Hal inilah yang mendasari hadirnya GANN di tengah masyarakat sebagai kontrol sosial sekaligus mitra strategis untuk memastikan hukum ditegakkan tanpa pandang bulu.
Ketua Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Kabupaten Sukabumi, Tugas Pujobuwono, menyoroti pentingnya peran aktif organisasi dalam membangun benteng pertahanan di tingkat akar rumput. Menurutnya, kesadaran kolektif adalah kunci utama dalam memutus rantai peredaran narkotika yang sudah masuk ke berbagai lini kehidupan
Sebagai bagian dari upaya memasyarakatkan nilai-nilai antinarkotika, GANN Kabupaten Sukabumi tengah mempersiapkan serangkaian kegiatan strategis. Salah satu yang menjadi sorotan adalah pembentukan panitia Lomba Mars GANN. Lomba dimaksud akan dilaksanakan pada Juni 2026 mendatang bertepatan dengan milad GANN ke 11, dengan tema”War and Drugs” Ini sebuah inisiatif kreatif untuk menyentuh aspek emosional dan kesadaran masyarakat.
Tugas Pujobuwono menjelaskan bahwa pendekatan budaya dan edukasi sangat diperlukan agar ormas( organisasi Kemasyarakatan) GANN lebih dikenal dan diterima oleh masyarakat luas. Diakui bahwa GANN ini berdiri 11 tahun lalu, namun langkahnya belum optimal. Dengan kedekatan tersebut, diharapkan akan tumbuh keberanian masyarakat untuk melaporkan dan melawan peredaran narkotika di lingkungan mereka.
Pembentukan panitia Lomba Mars GANN bertujuan untuk lebih memasyarakatkan Lembaga atau ormas GANN, sehingga diharapkan akan tumbuh kesadaran untuk memberantas Narkotika secara bersama-sama,” ujar Tugas Pujobuwono dalam keterangan resminya kepada awak media di Sukabumi.
Data menunjukkan bahwa jumlah korban penyalahgunaan narkotika di Indonesia terus meningkat dengan angka yang mencemaskan. Tidak hanya di kota-kota besar, peredaran barang terlarang ini telah merambah hingga ke pelosok desa di wilayah Kabupaten Sukabumi.
GANN menilai bahwa penanganan narkotika tidak bisa lagi dilakukan dengan cara-cara konvensional yang kaku. Diperlukan investigasi mendalam terhadap jalur-jalur distribusi serta pembersihan di tubuh institusi penegak hukum itu sendiri.
“Narkotika makin merajalela di Indonesia. Korban jumlahnya semakin mencemaskan. Ini perlu penanganan yang serius baik dari pihak pemerintah maupun masyarakat. Kami di GANN siap mengambil andil besar dalam proses pemberantasan ini,” tegas Ketua GANN melalui sambungan ponsel.
Kehadiran GANN di Kabupaten Sukabumi diharapkan menjadi katalisator bagi gerakan antinarkotika yang lebih masif. Dengan memadukan aspek pengawasan, edukasi, dan advokasi hukum, GANN berkomitmen untuk terus mengawal setiap proses hukum terkait narkotika agar berjalan transparan dan obyektif.
Masyarakat kini menaruh harapan besar pada organisasi seperti GANN untuk menjadi penyeimbang di tengah krisis kepercayaan terhadap sebagian penegak hukum. Perjuangan melawan narkotika ini bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah peperangan panjang untuk menyelamatkan masa depan Indonesia dari cengkeraman sindikat internasional.
Wartawan: Muhidin
Editor. : Hamdanil Asykar

