Kota Bekasi, MPN
Beberapa orang pengurus Komisi Penanggulangan Aids (KPA) Kota Bekasi mendatangi UPTD Puskesmas Pondokgede, Kelurahan Jaticempaka, Kecamatan Pondokgede, Selasa (5/5). Kehadiran mereka sebagai narasumber dalam rangka mengkampanyekan anti stigma terhadap para penyintas HIV.
Melalui saluran podcast bertajuk Kongkow Bareng Nakes, pihak UPTD Puskesmas Pondokgede mensosialisasikan program-program bidang kesehatan secara lugas. Sedangkan dalam Kongkow Bareng Nakes ini, pihak KPA Kota Bekasi membahas tentang kampanye anti stigma terhadap penyintas HIV.
Terlihat dua pengurus KPA Kota Bekasi, yakni Nofia Erizka Lubis selaku Pengelola Program dan Egi Cahyanto. Sementara kehadiran keduanya disambut langsung Kepala UPTD Puskesmas Pondokgede, dr Agung Insani Firdaus.
Kongkow bersifat edukatif ini diawali dengan penjelasan dari Egi Cahyanto teekait keberadaan KPA Kota Bekasi yang merupakan lembaga koordinatif nonstruktural dan independen di Indonesia yang bertugas merencanakan, mengkoordinasikan, serta memantau upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. KPA berfokus pada advokasi, penyuluhan, dan sinergi antarlembaga (pemerintah dan masyarakat) untuk mencapai target 3Zero (tanpa infeksi baru, kematian, dan stigma).
Sementara itu, Nofia Erizka Lubis mengungkapkan saat ini AIDS bisa disembuhkan. “Para penyintas HIV atau ODHIV bisa mendapatkan obat di 28 lembaga layanan kesehatan di Kota Bekasi, artinya AIDS ini bisa disembuhkan,” katanya.
Nofia menyebut sampai saat ini stigma atau ciri negatif dari masyarakat masih dirasakan para ODHIV atau Orang dengan HIV. “Para penyuntas HIV ini masih sering menerima diskriminasi dalam kehidupan sosial di masyarakat, padahal AIDS ini sama seperti penyakit yang lain yang bisa disembuhkan, dan tidak begitu saja bisa menular ke orang lain, seperti perkiraan orang selama ini,” paparnya.
Usai kegiatan, Kepala UPTD Puskesmas Pondokgede dr Agung Insani Firdaus menyatakan acara Kingkow Bareng Nakes yang disajikan melalui kanal youtube UPTD Pusmesmas Pondokgede ini merupakan satu program yang digulirkan sebagai saluran informasi terbuka untuk masyarakat. “Melalui program ini kami memberikan edukasi atau wawasan seputar bidang kesehatan dan permasalahannya sehingga masyarakat menjadi lebih mengerti,” tegasnya.
Dengan konsep ini, Agung berharap edukasi yang disampaikan bisa lebih mudah diserap masyarakat. “Makanya kami sajikan secara lugas namun santai, yang kami harapkan setiap pesan atau informasi yang kami berikan bisa langsung diserap oleh seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya. (Mul)

