NTBK Cetak Laba Positif, Efisiensi Jadi Kunci
Kinerja PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK) sepanjang tahun buku 2025 menunjukkan ketahanan bisnis yang cukup solid di tengah tekanan penjualan yang mengalami penurunan. Emiten yang bergerak di sektor kendaraan listrik dan transportasi tersebut berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih meski pendapatan perusahaan mengalami koreksi dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, NTBK mencatat laba bersih sebesar Rp706,98 juta atau tumbuh sekitar 10,36 persen dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka Rp640,58 juta. Capaian ini menjadi sinyal positif bahwa strategi efisiensi dan pengendalian biaya yang dilakukan perusahaan mulai menunjukkan hasil yang optimal.
Di sisi lain, pendapatan perusahaan tercatat sebesar Rp96,58 miliar atau turun 8,44 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp105,48 miliar. Penurunan tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasar dan tantangan industri yang masih dihadapi sektor otomotif serta kendaraan listrik nasional. Namun demikian, NTBK mampu menekan beban pokok pendapatan menjadi Rp77,54 miliar dari sebelumnya Rp89,11 miliar, sehingga laba kotor justru meningkat menjadi Rp19,04 miliar.
Peningkatan laba usaha juga menjadi salah satu indikator positif dalam performa perseroan. NTBK mencatat laba usaha sebesar Rp2,16 miliar, naik signifikan dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp1,25 miliar. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa perusahaan berhasil menjaga efisiensi operasional di tengah perlambatan pendapatan.
Selain fokus pada efisiensi, NTBK juga terus memperkuat langkah inovasi dan pengembangan bisnis kendaraan listrik yang dinilai memiliki prospek jangka panjang cukup menjanjikan di Indonesia. Uji coba armada truk listrik yang dilakukan di kawasan Cikarang, Bekasi, menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas penetrasi pasar sekaligus mendukung transformasi energi ramah lingkungan nasional.
Dengan capaian tersebut, NTBK menunjukkan optimisme untuk terus bertumbuh dan memperkuat posisi bisnisnya di tengah kompetisi industri kendaraan listrik yang semakin berkembang. Strategi penguatan efisiensi, inovasi produk, serta adaptasi terhadap kebutuhan pasar diyakini menjadi modal penting bagi perseroan untuk menjaga kinerja positif pada tahun-tahun mendatang.
Red Irwan Hasiholan
