Senin | 18 Mei 2026 | Pukul | 21:50 | WIB
Mediapatriot.co.id | Tebing Tinggi | Sumatera Utara | Berita Terkini — Gelora dakwah berkemajuan kembali diteguhkan oleh Majelis Tabligh Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Sumatera Utara melalui pelaksanaan Training of Trainers (TOT) atau Pelatihan Instruktur Mubaligh/Mubalighat Muhammadiyah Tingkat Wilayah Sumatera Utara Angkatan ke-3 (TOT/PIMMWILSU#3), yang berlangsung selama empat hari penuh, Kamis hingga Ahad, 14–17 Mei 2026 M bertepatan 27–30 Dzulqa’idah 1447 H, di Kompleks SMP Swasta Muhammadiyah, Jalan Sei Padang, Kelurahan Pelita, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi.
Kegiatan kaderisasi strategis berskala wilayah ini menjadi momentum penting dalam memperkuat arah dakwah Muhammadiyah yang adaptif, intelektual, dan berorientasi pada transformasi sosial umat di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks.
Sebanyak 41 peserta dari 19 Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Sumatera Utara mengikuti pelatihan secara intensif.
Mereka diproyeksikan menjadi instruktur mubaligh yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan, namun juga kemampuan manajerial, komunikasi publik, hingga penguasaan teknologi dakwah berbasis digital.
Kegiatan ini dibuka secara resmi pada Kamis (14/5) oleh jajaran pimpinan Muhammadiyah Sumut dan unsur pemerintah daerah.
Tampak hadir Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara Bidang Tabligh Prof. Dr. H. Ali Imran Sinaga, M.Ag., Ketua Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Sumut Dr. Sapri, S.Ag., M.A., Ketua PDM Tebing Tinggi Jufri, S.Pd.I., M.I.Kom., unsur pimpinan daerah Muhammadiyah Tebing Tinggi, serta perwakilan Wali Kota Tebing Tinggi.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Ali Imran Sinaga menegaskan bahwa dakwah Muhammadiyah hari ini dituntut tidak hanya bersifat retoris, tetapi harus mampu menjadi kekuatan pencerahan yang menyentuh realitas masyarakat secara nyata.
Menurutnya, mubaligh Muhammadiyah harus tampil sebagai agen perubahan sosial yang membawa Islam berkemajuan dengan pendekatan intelektual, humanis, dan solutif.
“Dakwah Muhammadiyah harus mampu mencerahkan, menggerakkan, menggembirakan dan merekatkan umat.
Karena itu, kader mubaligh harus dipersiapkan dengan matang, bukan hanya kuat dalam materi, tetapi juga kuat dalam metodologi dan strategi dakwah,” ujarnya.
Sementara itu, keterlibatan Majelis Tabligh PDM Langkat dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu perhatian tersendiri.
PDM Langkat mengirimkan lima delegasi terbaiknya untuk mengikuti proses pelatihan instruktur mubaligh tingkat wilayah tersebut.
Kelima utusan itu masing-masing adalah Thantawi Jauhari, M.A., Azar Aswadi, M.A., Faisal Amri Al-Azhari, S.Th.I., M.Ag., Zurina, S.Ag., dan Dewi Idamanti, S.Pd., S.H.
Mereka mengikuti seluruh rangkaian pelatihan secara aktif dan disiplin, mulai dari pembelajaran konseptual hingga praktik lapangan berbasis simulasi keinstrukturan.
Selama empat hari pelaksanaan, peserta dibekali sedikitnya 20 materi strategis yang dirancang secara sistematis oleh para instruktur senior Muhammadiyah Sumatera Utara.
Materi-materi tersebut meliputi Strategi Dakwah Muhammadiyah: Implementasi Risalah Islam Berkemajuan di Ranah Tabligh oleh Prof. Dr. H. Ali Imran Sinaga, M.Ag., Adab al-Ikhtilaf dalam Menghadapi Perselisihan Pendapat oleh Tanwir Siagian, S.Ag., hingga Komunikasi Efektif Keinstrukturan dan Perancangan PKMM Tingkat Daerah yang disampaikan langsung oleh Dr. Sapri, S.Ag., M.A.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan penguatan kompetensi dari sejumlah narasumber ahli seperti Dr. Munawir Pasaribu, M.A., Dr. Selamat Pohan, S.Ag., M.A., H. Syahbana Daulay, M.Ag., dan Dr. dr. H. Zaldi Z., Sp.M.
Ragam materi yang diberikan mencakup teknik public speaking, manajemen kelas, metode diskusi dan pemecahan masalah, analisis SWOTH dakwah, hingga bimbingan teknis penggunaan aplikasi digital SITAMA V-2.0 yang dipandu Muhammad Junaidi, S.Pd., M.Pd.
Atmosfer pelatihan berlangsung dinamis dan progresif.
Selain pembelajaran di ruang kelas, panitia juga mengintegrasikan kegiatan fisik dan pembinaan karakter seperti olahraga bersama, senam pagi, outbound ringan, praktik micro-learning, simulasi mengajar, evaluasi instruktur, hingga pemeriksaan kesehatan berkala berupa pengecekan tekanan darah dan kadar gula darah peserta.
Puncak pelatihan berlangsung pada Ahad (17/5), saat seluruh peserta merumuskan Rencana Kerja Tindak Lanjut (RKTL) yang akan menjadi arah gerakan dakwah konkret di daerah masing-masing.
Dalam rumusan tersebut, para alumni TOT berkomitmen menjalankan misi dakwah nyata dengan semangat besar: “Mencerahkan, Menggerakkan, Menggembirakan, dan Merekatkan.”
Komitmen itu diwujudkan melalui sejumlah agenda strategis, seperti pembinaan mualaf, penguatan pemahaman keislaman warga Muhammadiyah, pembentukan kader mubaligh baru, hingga penyelenggaraan Pelatihan Kader Utama Mubaligh/Mubalighat Muhammadiyah (PKMM) di tingkat daerah.
Tak berhenti di sana, para alumni juga diwajibkan melanjutkan estafet kaderisasi dengan menggelar TOT/PIMMDA di daerah masing-masing, mengaktifkan pengajian tarjih, pengajian tahsin Al-Qur’an, serta mengoptimalkan pengelolaan data dakwah melalui aplikasi SITAMA V-2.0.
Kegiatan penutupan berlangsung penuh haru dan kebanggaan.
Satu per satu nama peserta terbaik diumumkan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, disiplin, dan kualitas selama mengikuti pelatihan.
Momen membanggakan datang dari utusan Majelis Tabligh PDM Langkat. Ustadz Azar Aswadi, M.A., berhasil meraih penghargaan sebagai Peserta Teladan, sebuah capaian prestisius yang menjadi bukti kualitas kader dakwah Muhammadiyah Langkat di tingkat wilayah.
Sementara itu, kategori Peserta Terbaik Laki-laki diraih oleh Dr. H. Ichwansyah Tampubolon, S.S., M.Ag. dari Tapanuli Selatan sebagai Terbaik I, Rahmin Simatupang dari Tapanuli Tengah sebagai Terbaik II, dan Rudi Candra Simbolon, S.E.I., M.M. dari Labuhanbatu Utara sebagai Terbaik III.
Untuk kategori Peserta Terbaik Perempuan, penghargaan Terbaik I diraih Latipah Gani Ritonga, SP dari Labuhan Batu Induk, Terbaik II oleh Yusmaniar Ritonga, S.IP, dan Terbaik III diraih Ayu Agus Muliani Saragih, S.Pd., Gr. dari Simalungun.
Adapun kategori Peserta Terfavorit diraih secara berturut-turut oleh Aulia Fitra Siregar, S.Pd., Gr. dan Dwi Rizki Azani Sianipar, S.E. dari Tebing Tinggi, serta Darmansyah Harahap, S.Psi. dari Labuhan Selatan.
Panitia juga memberikan penghargaan kategori khusus kepada Muhammad Adam Subrata Hasibuan, S.Ag. dari Pematangsiantar sebagai peserta termuda berusia 23 tahun, Abdullah Hasibuan dari Tapanuli Selatan sebagai peserta paling senior berusia 67 tahun, serta Mukhaimin Syahputra Dalimunthe, S.Pd. dan Ahmad Syukur Rambe, S.Sos.
dari Padangsidimpuan sebagai peserta paling antusias.
Melalui pelaksanaan TOT/PIMMWILSU#3 ini, Majelis Tabligh PW Muhammadiyah Sumatera Utara menegaskan komitmennya dalam membangun ekosistem dakwah yang modern, terukur, dan berkelanjutan.
Dari Tebing Tinggi, semangat kaderisasi itu kini bergerak menuju daerah-daerah, membawa harapan lahirnya generasi mubaligh Muhammadiyah yang tidak hanya fasih berdakwah di mimbar, tetapi juga mampu hadir menjawab problematika umat dengan gagasan, keteladanan, dan aksi nyata di tengah masyarakat.
(RML | Redaksi | Mediapatriot.co.id)
