Jayapura | mediapatriot.co.id – Ketua Klasis Port Numbay Jayapura, Pendeta Andris W. Tjoe, menyampaikan apresiasi atas pernyataan sikap Komandan Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Dankodaeral) X, Mayjen TNI (Mar) Sugianto, terkait rencana pembangunan Dermaga Satuan Kapal Patroli (Satrol) X KODAERAL Jayapura, Senin (18/5/2026).
Menurut Pendeta Andris W. Tjoe, sikap terbuka yang ditunjukkan Dankodaeral X dengan hadir langsung di tengah jemaat, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat merupakan langkah positif dalam membangun komunikasi yang harmonis antara negara, gereja, dan masyarakat adat di Papua.
“Kami memberikan apresiasi kepada pimpinan Dankodaeral X yang telah hadir langsung dan mendengarkan aspirasi masyarakat, khususnya pemilik hak ulayat dan gereja,” ujar Pendeta Andris.
Ia mengatakan, pernyataan Mayjen TNI (Mar) Sugianto yang menegaskan tidak akan membangun fasilitas labuh di belakang gereja menjadi bentuk penghormatan terhadap aspirasi masyarakat serta nilai-nilai adat yang selama ini dijaga masyarakat Port Numbay Jayapura.
“Kami melihat ada itikad baik dari pimpinan TNI Angkatan Laut untuk menjaga hubungan harmonis dengan gereja dan masyarakat adat. Ini langkah yang sangat kami hargai,” katanya.
Pendeta Andris juga menegaskan bahwa gereja tidak menolak pembangunan negara. Namun demikian, setiap kebijakan pembangunan harus tetap memperhatikan hak-hak masyarakat adat, hak ulayat, dan ruang hidup masyarakat setempat agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Kami adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena itu, ketika ada sesuatu yang dianggap kurang tepat, maka gereja memiliki tanggung jawab moral untuk menyampaikannya secara baik dan terbuka,” tegasnya.
Lebih lanjut, dirinya berharap komunikasi dan dialog antara pemerintah, aparat keamanan, gereja, dan masyarakat adat dapat terus diperkuat sehingga setiap persoalan yang muncul dapat diselesaikan secara damai, bijaksana, dan bermartabat.
Sebelumnya, dalam pertemuan bersama jemaat dan tokoh masyarakat di Jayapura, Mayjen TNI (Mar) Sugianto menyampaikan tiga poin penting, yakni penghormatan terhadap keberadaan gereja di Papua, permohonan maaf atas surat yang dinilai kurang tepat, serta penegasan bahwa fasilitas labuh di belakang gereja tidak akan dibangun.
Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari sejumlah tokoh gereja dan masyarakat di wilayah Port Numbay Jayapura. Mereka menilai langkah tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan baik antara institusi negara dengan masyarakat adat dan gereja di Papua.
Masyarakat berharap komunikasi yang sudah terbangun dengan baik ini dapat terus dijaga demi menciptakan situasi yang aman, damai, dan penuh rasa saling menghormati di wilayah Jayapura maupun Papua secara umum.
Sumber: Keterangan Ketua Klasis Port Numbay Jayapura dan tokoh masyarakat setempat
Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.
Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.
Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.
Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.