MAGETAN –mediapatriot.co.id Ratusan warga Desa Sayutan, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Magetan, Rabu (3/6/2026). Massa yang berasal dari Dukuh Jejeruk, Dukuh Geluk, dan Dukuh Meluk itu menyuarakan satu tuntutan utama, yakni penghentian total aktivitas tambang galian C yang beroperasi di wilayah mereka.
Aksi yang berlangsung tertib namun penuh semangat tersebut menjadi bentuk protes masyarakat terhadap dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas pertambangan. Warga menilai keberadaan tambang tidak hanya mengancam kelestarian lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat dan generasi mendatang.
Dalam aksi tersebut, sejumlah warga bahkan membawa anak-anak mereka sebagai simbol kepedulian terhadap masa depan lingkungan hidup yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Kehadiran anak-anak menjadi pesan kuat bahwa perjuangan yang dilakukan bukan hanya untuk kepentingan saat ini, melainkan juga demi menjaga keberlangsungan sumber daya alam di masa depan.
Perwakilan warga, Dakun, menegaskan bahwa masyarakat sejak awal berupaya menjaga keseimbangan alam dan mempertahankan kelestarian lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka. Menurutnya, dampak kerusakan akibat aktivitas pertambangan memang belum terlihat secara menyeluruh saat ini, namun ancaman kerusakan ekologis jangka panjang sudah mulai dirasakan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa warga tidak ingin melihat sumber daya alam yang selama ini menjadi penopang kehidupan masyarakat rusak akibat eksploitasi yang berlebihan. Oleh karena itu, masyarakat meminta pemerintah dan DPRD Magetan segera mengambil langkah tegas.
Selain persoalan lingkungan, warga juga menyoroti kerusakan infrastruktur jalan yang diduga dipicu oleh lalu lalang kendaraan berat pengangkut material tambang. Jalan yang selama ini dibangun dan dirawat melalui swadaya masyarakat kini mengalami kerusakan di berbagai titik akibat sering dilalui truk bermuatan besar.
Menurut warga, kondisi tersebut sangat merugikan karena jalan tersebut merupakan akses penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari. Jalur tersebut digunakan warga untuk bekerja, beraktivitas, hingga menjadi akses utama anak-anak menuju sekolah.
Keberadaan armada truk tambang juga dinilai meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas. Warga mengaku khawatir terhadap keselamatan pengguna jalan, terutama pelajar dan masyarakat yang setiap hari melintas di jalur tersebut.
Kekhawatiran lain yang disampaikan warga berkaitan dengan lokasi tambang yang berada di kawasan lereng Gunung Bligo. Aktivitas pengerukan tanah secara terus-menerus dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas kawasan perbukitan dan meningkatkan potensi terjadinya longsor.
Masyarakat juga menilai aktivitas pertambangan berpotensi mengganggu sumber mata air yang selama ini menjadi kebutuhan utama warga di tiga dusun. Jika sumber air mengalami kerusakan atau berkurang debitnya, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat dalam jangka panjang.
Meski sempat muncul wacana penggunaan jalur alternatif bagi kendaraan tambang, mayoritas warga yang hadir dalam aksi tersebut tetap menyuarakan penolakan total terhadap aktivitas pertambangan. Mereka menilai solusi tersebut tidak akan menyelesaikan persoalan utama yang berkaitan dengan dampak lingkungan.
Dalam orasinya, warga mendesak DPRD Magetan untuk segera menindaklanjuti aspirasi masyarakat melalui rekomendasi resmi kepada instansi terkait. Mereka juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap izin usaha pertambangan, dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), serta seluruh aktivitas operasional perusahaan tambang yang beroperasi di kawasan tersebut.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Magetan lebih mengutamakan keselamatan warga, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan sumber daya alam dibandingkan mengejar keuntungan ekonomi jangka pendek. Menurut mereka, pembangunan yang berkelanjutan harus mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan perlindungan lingkungan hidup.
Aksi yang berlangsung di depan gedung DPRD Magetan tersebut menjadi bukti kuat bahwa masyarakat Sayutan tetap konsisten memperjuangkan lingkungan tempat tinggal mereka. Warga berharap suara yang mereka sampaikan mendapat perhatian serius dari para pemangku kebijakan sehingga konflik terkait aktivitas tambang dapat segera menemukan solusi yang berpihak kepada kepentingan masyarakat dan kelestarian alam.
Reporter S diran mediapatriot.co.id perwakilan Jawa Timur
