MAXI di Awal 2026 Menunjukkan Perbaikan dari Sisi Likuiditas dan Investasi Pabrik Berlanjut

 

JAKARTA – PT Maxindo Karya Anugerah Tbk (MAXI), produsen makanan ringan berbasis kerupuk, keripik, dan peyek, menghadapi tantangan pada kuartal I 2026. Perseroan membukukan rugi bersih sebesar Rp8,42 miliar, berbalik dari laba Rp2 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut dipengaruhi oleh penurunan penjualan, menyusutnya margin laba kotor, serta meningkatnya beban operasional dan beban keuangan.

Dalam Public Expose yang digelar di Favehotel Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Kamis (4/6/2026), manajemen menjelaskan bahwa penjualan neto Perseroan pada tiga bulan pertama 2026 tercatat sebesar Rp36,54 miliar, turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp38,85 miliar. Di saat yang sama, beban pokok penjualan meningkat menjadi Rp33,18 miliar dari sebelumnya Rp28,05 miliar sehingga laba bruto tergerus tajam menjadi Rp3,35 miliar dari Rp10,8 miliar pada kuartal I 2025.

Tekanan terhadap profitabilitas semakin besar setelah beban usaha naik menjadi Rp9,34 miliar, sementara beban keuangan mencapai Rp2,9 miliar. Kondisi tersebut menyebabkan Perseroan mencatat rugi usaha sebesar Rp5,98 miliar dan rugi sebelum pajak sebesar Rp8,42 miliar pada akhir Maret 2026.

Meski demikian, MAXI menunjukkan perbaikan dari sisi likuiditas. Posisi kas dan bank melonjak hampir tiga kali lipat menjadi Rp6,82 miliar dibandingkan akhir 2025 yang sebesar Rp2,4 miliar. Kenaikan kas tersebut didorong oleh arus kas operasi yang kembali positif sebesar Rp4,23 miliar, menandakan aktivitas bisnis inti masih mampu menghasilkan arus kas di tengah tekanan laba.

Di sisi neraca, total aset Perseroan tercatat Rp295,84 miliar. Aset tetap meningkat menjadi Rp239,78 miliar, mencerminkan keberlanjutan investasi perusahaan dalam pengembangan fasilitas produksi, termasuk pabrik baru yang berlokasi di Kawasan Industri Kendal (KIK), Jawa Tengah.

Sementara itu, total liabilitas naik menjadi Rp158,19 miliar dari Rp151,52 miliar pada akhir 2025. Kenaikan tersebut terutama berasal dari bertambahnya utang bank jangka pendek yang mencapai Rp30,89 miliar. Adapun ekuitas Perseroan turun menjadi Rp137,65 miliar akibat rugi bersih yang dibukukan selama kuartal pertama tahun ini.

Manajemen tetap optimistis terhadap prospek usaha sepanjang 2026. Dengan dukungan kapasitas produksi yang terus diperkuat, pengelolaan modal kerja yang lebih efisien, serta fokus pada peningkatan penjualan dan penetrasi pasar, Perseroan berharap dapat memperbaiki kinerja pada kuartal-kuartal berikutnya dan memanfaatkan momentum pertumbuhan industri makanan ringan nasional.

Sebagai perusahaan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia sejak Juni 2023, MAXI terus berupaya menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperkuat fondasi operasional guna menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan.

Red Irwan Hasiholan

( Sumber: mediapatriot.co.id )


Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN Dibawah ini: DAFTAR WARTAWAN >>>

Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik sesuai Kode Etik Dewan Pers.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan kunjungi halaman Kontak .

📲 Simak Berita Terpercaya Langsung di Ponselmu!

Ikuti MediaPatriot.CO.ID lewat WhatsApp Channel resmi kami:
Klik di sini untuk bergabung