PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON) mencatat kinerja positif pada kuartal I 2026. Dalam paparan publik yang digelar di Office 18 Park, Jakarta Selatan, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp21,52 miliar, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp16,77 miliar.
Peningkatan laba tersebut ditopang oleh efisiensi operasional dan pertumbuhan laba operasi. Perseroan mencatat laba dari operasi sebesar Rp34,46 miliar, naik dari Rp30,64 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan tercatat Rp21,90 miliar.
Sorotan Kinerja Kuartal I 2026
Rp21,52 miliar
Laba bersih naik YoY
Naik dari Rp16,77 miliar pada kuartal I 2025.
Pendapatan
Rp51,22 miliar
Sedikit turun dari Rp53,30 miliar pada kuartal I 2025.
Laba operasi
Rp34,46 miliar
Naik dari Rp30,64 miliar pada kuartal I 2025.
Pendapatan perusahaan pada periode Januari–Maret 2026 tercatat sebesar Rp51,22 miliar, sedikit lebih rendah dibandingkan Rp53,30 miliar pada kuartal I 2025. Namun penurunan pendapatan berhasil diimbangi dengan pengendalian beban usaha yang lebih efisien.
Dari sisi neraca, total aset konsolidasian GHON per 31 Maret 2026 mencapai Rp1,42 triliun. Aset terbesar masih berasal dari aset tetap senilai Rp1,22 triliun yang mencerminkan karakter bisnis infrastruktur telekomunikasi perusahaan.
Total ekuitas perusahaan meningkat menjadi Rp797,07 miliar dari Rp777,45 miliar pada akhir 2025. Kenaikan ekuitas ditopang oleh akumulasi laba berjalan dan surplus revaluasi aset tetap.
Sementara itu, total liabilitas tercatat Rp627,09 miliar, turun dibandingkan Rp684,63 miliar pada akhir 2025. Penurunan tersebut terutama berasal dari berkurangnya kewajiban jangka pendek, termasuk penurunan saldo utang bank jangka pendek.
Posisi Keuangan 31 Maret 2026 Aset Rp1,42 triliun Ekuitas Rp797,07 miliar Liabilitas Rp627,09 miliar
Ekuitas meningkat dari Rp777,45 miliar pada akhir 2025, sementara liabilitas turun dari Rp684,63 miliar.
Dalam arus kas, aktivitas operasi menghasilkan kas bersih Rp36,51 miliar, menunjukkan bisnis inti perusahaan masih menghasilkan arus kas positif. Namun kas akhir periode turun menjadi Rp8,35 miliar seiring besarnya pengeluaran investasi dan pembayaran pinjaman bank selama kuartal berjalan.
Perseroan juga melanjutkan investasi pada infrastruktur jaringan, tercermin dari penambahan aset tetap sebesar Rp52,65 miliar pada kuartal I 2026. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan untuk memperkuat kapasitas dan kualitas layanan telekomunikasi di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
GHON dimiliki mayoritas oleh PT Tower Bersama Infrastructure Tbk dengan porsi kepemilikan 50,43%. Perusahaan bergerak di bidang infrastruktur telekomunikasi, instalasi telekomunikasi, serta aktivitas penyewaan peralatan dan penunjang jaringan.
Red Irwan Hasiholan

