Rabu | 10 Juni 2026 | Pukul | 12:00 | WIB.
Mediapatriot.co.id | Tanjung Pura | Langkat | Sumatera Utara | Berita Terkini – Di tengah derasnya arus globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai tantangan yang dapat memengaruhi karakter generasi muda, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
Kesadaran inilah yang mendorong Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut XII Kota Binjai dan Kabupaten Langkat, Johan Wiryawan Bangun, menggelar kegiatan Penyebarluasan Ideologi Pancasila dan Penguatan Wawasan Kebangsaan Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Yaspen Ar-Ridha Dusun Teladan, Desa Pantai Cermin, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat.
Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusias tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Pantai Cermin Muhammad Taufiq, AMK, Kepala Yaspen Ar-Ridha Dr. H. Muamar Al Qadri, M.Pd, para tenaga pendidik, tokoh masyarakat, serta ratusan siswa-siswi Yaspen Ar-Ridha yang menjadi peserta utama dalam kegiatan edukatif tersebut.
Dalam sambutannya, Johan Wiryawan Bangun menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol negara atau materi pelajaran di ruang kelas, melainkan ideologi yang harus dipahami, dihayati, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh masyarakat Indonesia.
Menurutnya, generasi muda merupakan aset strategis bangsa yang harus dibekali pemahaman kuat mengenai nilai-nilai kebangsaan agar tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa Indonesia.
“Pancasila adalah fondasi utama yang menjaga Indonesia tetap kokoh dalam keberagaman.
Melalui kegiatan ini, kita ingin memastikan bahwa generasi muda memahami identitas kebangsaannya, mencintai tanah air, serta memiliki komitmen kuat menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” ujar Johan di hadapan peserta.
Wawasan Kebangsaan sebagai Benteng Persatuan
Pada kesempatan tersebut, Johan juga memaparkan pentingnya wawasan kebangsaan sebagai cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang mengutamakan persatuan dan kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Ia menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan memiliki hakikat utama berupa persatuan bangsa dan kesatuan wilayah Indonesia yang terbentang dari Sabang hingga Merauke.
Tujuan utamanya adalah menumbuhkan rasa cinta tanah air, memperkuat kesadaran berbangsa dan bernegara, serta membangun kesiapan setiap warga negara untuk berkontribusi demi kemajuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurut Johan, tantangan bangsa saat ini tidak hanya berasal dari luar negeri, tetapi juga dari berbagai potensi perpecahan yang dapat muncul akibat kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan.
“Kita harus menjaga Indonesia dengan ilmu, pendidikan, dan karakter. Persatuan bangsa tidak boleh terkikis oleh perbedaan suku, agama, ras, maupun golongan.
Justru keberagaman adalah kekuatan terbesar bangsa Indonesia,” tegasnya.
Empat Pilar yang Menjadi Pondasi Bangsa
Dalam bernegara Yang di Papar oleh Dosen UNPRI ” Rudianto menjelaskan bahwa wawasan kebangsaan Indonesia berlandaskan pada empat konsensus dasar yang menjadi fondasi kehidupan bernegara.
Pertama adalah Pancasila sebagai landasan idiil dan ideologi negara yang menjadi pedoman dalam seluruh aspek kehidupan bangsa.
Kedua adalah Undang-Undang Dasar 1945 sebagai landasan konstitusional yang mengatur sistem kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketiga adalah Bhinneka Tunggal Ika, semboyan yang mengajarkan pentingnya persatuan dalam keberagaman serta penghormatan terhadap perbedaan suku, agama, ras, dan budaya.
Keempat adalah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara yang menjadi wadah persatuan seluruh wilayah Indonesia.
Keempat pilar tersebut, menurut Johan, harus terus diperkenalkan kepada generasi muda agar tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sosial dan bermasyarakat.
Peran Dunia Pendidikan Sangat Strategis
Kepala Yaspen Ar-Ridha, Dr. H. Muamar Al Qadri, M.Pd, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, lembaga pendidikan memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter kebangsaan peserta didik.
Ia menilai kegiatan penyebarluasan ideologi Pancasila yang dilaksanakan di lingkungan sekolah menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme sejak dini.
“Generasi muda harus memahami bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan beriringan dengan kecerdasan moral dan kecintaan terhadap bangsa.
Pendidikan bukan hanya mencetak siswa yang pintar, tetapi juga melahirkan warga negara yang berkarakter dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kepala Desa Pantai Cermin, Muhammad Taufiq, AMK, yang menyebutkan bahwa penguatan wawasan kebangsaan sangat penting untuk menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Menurutnya, kegiatan semacam ini memberikan ruang edukasi yang positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan di tingkat desa.
Menjaga Indonesia Melalui Nilai-Nilai Kebangsaan
Kegiatan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang melibatkan para siswa.
Berbagai materi tentang cinta tanah air,
Melalui kegiatan ini, Johan Wiryawan Bangun berharap generasi muda Langkat dan Binjai mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila serta menjadi pelopor persatuan di tengah masyarakat.
Di era modern yang penuh dinamika, wawasan kebangsaan menjadi benteng ideologis yang sangat penting untuk menjaga Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang besar, berdaulat, dan bermartabat.
Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan harus menjadi gerakan berkelanjutan yang hidup dalam setiap sendi kehidupan masyarakat.
“Indonesia yang kuat bukan hanya dibangun oleh kemajuan ekonomi dan teknologi, tetapi juga oleh kokohnya karakter kebangsaan yang berakar pada Pancasila.
Dari ruang-ruang pendidikan seperti Yaspen Ar-Ridha inilah masa depan bangsa sedang dipersiapkan,” tutup Johan Wiryawan Bangun.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)
