PEMATANGSIANTAR – Kepala Satuan Reserse Narkoba (Kasat Narkoba) Polres Pematangsiantar, AKP Irwanta Sembiring, SH., MH., menjadi narasumber dalam Seminar Anti Narkoba yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kota Pematangsiantar.

Kegiatan yang mengusung tema “Lindungi Generasi Muda dari Bahaya Narkoba” tersebut berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Ruang Serbaguna Pemerintah Kota Pematangsiantar dan dihadiri oleh para pelajar, mahasiswa, tokoh pendidikan, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam kesempatan itu, AKP Irwanta Sembiring menyampaikan materi mengenai bahaya narkoba, dampak penyalahgunaannya terhadap kesehatan fisik dan mental, serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan oleh masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
Ia menjelaskan bahwa Kepolisian Republik Indonesia terus melakukan berbagai langkah dalam memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui program P4GN, yaitu Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika.
Menurutnya, program tersebut merupakan strategi nasional yang dijalankan secara terpadu guna menekan angka penyalahgunaan narkoba sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman peredaran narkotika yang semakin kompleks.
“Pencegahan harus dimulai dari diri sendiri, keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar. Semua pihak memiliki peran penting dalam memerangi narkoba,” ujar AKP Irwanta Sembiring.
Dalam pemaparannya, ia juga menjelaskan berbagai ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang Narkotika, termasuk sanksi hukum bagi pelaku penyalahgunaan maupun pengedar narkoba. Selain itu, peserta seminar diberikan pemahaman mengenai dampak jangka pendek dan jangka panjang penggunaan narkotika terhadap tubuh dan kesehatan mental.
AKP Irwanta menegaskan bahwa narkoba tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga dapat menghancurkan masa depan generasi muda. Penggunaan narkoba terbukti dapat merusak sel-sel otak secara permanen sehingga mengganggu fungsi kognitif, seperti daya ingat, konsentrasi, kemampuan belajar, serta kemampuan mengambil keputusan.
“Kerusakan yang ditimbulkan narkoba bukan hanya pada tubuh, tetapi juga pada otak dan kepribadian seseorang. Dampaknya bisa berlangsung sangat lama bahkan permanen,” jelasnya.
Selain gangguan fisik, penyalahgunaan narkoba juga dapat menyebabkan berbagai masalah psikologis. Pengguna narkoba berisiko mengalami depresi, kecemasan berlebihan, paranoia, halusinasi, hingga gangguan kesehatan jiwa yang serius.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh peserta seminar untuk menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan aktif memberikan edukasi kepada teman, keluarga, maupun masyarakat mengenai bahaya narkoba.
“Terima kasih kepada DPC PIKI Kota Pematangsiantar yang telah menyelenggarakan kegiatan ini dan menjadi pelopor gerakan anti narkoba di tengah masyarakat. Edukasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesadaran bersama dalam melindungi generasi muda,” katanya.
Karena sebagian besar peserta yang hadir merupakan kalangan pelajar dan mahasiswa, AKP Irwanta berharap seminar tersebut mampu meningkatkan pemahaman mereka mengenai risiko penyalahgunaan narkoba serta berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
Menurutnya, masa depan bangsa berada di tangan generasi muda. Oleh karena itu, mereka harus mampu menjaga diri dari pengaruh lingkungan yang dapat menjerumuskan ke dalam penyalahgunaan narkotika.
Di akhir sesi, AKP Irwanta Sembiring mengajak seluruh peserta untuk menjadi “polisi bagi diri sendiri”, yakni memiliki kesadaran dan disiplin untuk menolak segala bentuk penyalahgunaan narkoba serta berani melaporkan apabila menemukan indikasi peredaran narkotika di lingkungan sekitar.
Seminar berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang diikuti antusias oleh para peserta. Berbagai pertanyaan seputar pencegahan narkoba, dampak hukum, hingga peran keluarga dalam pengawasan anak menjadi topik yang banyak dibahas dalam kegiatan tersebut.
Turut hadir dalam acara tersebut Dr. Sarmedi Purba, Sp.OG selaku Ketua Dewan Penasihat DPC PIKI Pematangsiantar, Basrin A. Nababan, SE selaku Ketua DPC PIKI Kota Pematangsiantar, Frensi Purba, S.Sos selaku Koordinator Tim Pencegahan BNN Pematangsiantar, Dr. Muktar B. Panjaitan, M.Pd selaku Rektor Universitas HKBP Nommensen, Kacabdis Pendidikan Provinsi Sumatera Utara August Sinaga, S.Pd., SST., M.AP, serta Dr. Rohdearni S., M.Hum., MMp yang bertindak sebagai moderator.
Melalui kegiatan ini, DPC PIKI Kota Pematangsiantar berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba semakin meningkat sehingga tercipta lingkungan yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
(S. Hadi Purba)

