Banyuwangi | mediapatriot.co.id – Dzikir Jama’i Nasional Ke XI Tahun 2026 berlangsung khidmat di Grand Watudodol, Dusun Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (16/6/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai tersebut mengusung tema “Spiritual Problem Solving” dan diikuti ribuan jamaah dari berbagai daerah.
Prosesi Banyuwangi Bermunajat melalui Dzikir Jama’i Nasional ini disambut antusias masyarakat. Kegiatan doa bersama dalam skala nasional tersebut digelar sebagai upaya memperkuat nilai spiritual, mempererat persatuan, serta memohon keberkahan demi keutuhan Nusantara dan bangsa Indonesia.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Banyuwangi Ir. Mujiono, M.Si., Kasat Binmas Polresta Banyuwangi Kompol Basori Alwi, S.H., M.H., mewakili Danlanal Banyuwangi Kapten Laut (K) drg. Dhida Prayoga, mewakili Dandim Banyuwangi Kapten Agus Riyadi, Pengasuh Ponpes Nurul Haromain Pujon Malang KH. Muhammad Ihya’ Ulumudin, Naib Khidimul Ma’had sekaligus Wakil Ponpes Ma’had Aly Nurul Haromain Malang KH. Syihabudin Syifa, Ketua PCNU Banyuwangi Gus Muhammad Qosim, tokoh agama, alim ulama, IPNU, IKSAS, PCNU, para santri, serta jamaah Dzikir Jama’i Nasional. Jumlah peserta yang hadir diperkirakan mencapai sekitar 3.200 orang.
KH. M. Hidayatul Iksan menyampaikan bahwa dzikir bersama dan bermunajat kepada Allah SWT menjadi sarana untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat. “Dengan adanya dzikir bersama dan bermunajat kepada Allah SWT, kegiatan ini dapat mempersatukan seluruh insan, baik tokoh agama, pemerintah, para umara maupun jamaah. Kita diajarkan untuk saling menghargai antar sesama sehingga tujuan dzikir bersama ini dapat menjadikan kita pribadi yang tawadu’ kepada Allah SWT. Apalagi dengan tema Spiritual Problem Solving, semoga menjadi solusi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani melalui keterangannya menjelaskan bahwa Spiritual Problem Solving merupakan pendekatan pemecahan masalah yang mengandalkan nilai-nilai spiritual dan kekuatan batin melalui doa serta kedekatan kepada Tuhan Yang Maha Esa. “Mudah-mudahan dengan adanya dzikir bersama ini dapat menjadi motivasi bagi diri kita dalam bermasyarakat maupun menjalankan tugas apa pun, sehingga mampu menjadi kontrol hati dalam setiap langkah kehidupan,” tuturnya.
Kegiatan Dzikir Jama’i Nasional Ke XI Tahun 2026 diharapkan mampu memperkuat ukhuwah, meningkatkan ketakwaan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan demi terciptanya Banyuwangi yang religius, damai, dan harmonis.
( Tri ) mediapatriot.co.id

