GULA Bukukan Laba dan Pendapatan serta Aset Naik pada Kuartal I 2026

 

Jakarta
PT Aman Agrindo Tbk (GULA) mencatat perbaikan kinerja keuangan pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp36,8 juta. Capaian tersebut menandai keberhasilan perseroan membalikkan posisi rugi menjadi laba pada awal tahun ini.

Direktur Utama GULA, Andreas Utomo, menyampaikan bahwa kinerja positif tersebut didukung oleh pertumbuhan penjualan serta peningkatan efisiensi operasional perusahaan. Pernyataan itu disampaikan dalam Public Expose yang digelar di Jakarta, Kamis (18/6/2026).

Pendapatan dan Laba Bruto Tumbuh

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, pendapatan GULA pada kuartal I 2026 mencapai Rp40,9 miliar atau meningkat sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp39,4 miliar.

Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh pertumbuhan bisnis perdagangan gula. Perseroan juga memperoleh kontribusi dari pelanggan korporasi baru, yakni PT Kino Indonesia Tbk dengan nilai transaksi Rp9,05 miliar dan PT Bersama Era Sentosa Tama sebesar Rp7,34 miliar.

Di sisi profitabilitas, laba bruto melonjak 43,32 persen secara tahunan menjadi Rp3,31 miliar, dari Rp2,31 miliar pada kuartal I 2025. Sementara itu, beban usaha berhasil ditekan menjadi Rp1,299 miliar dibandingkan Rp1,309 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Aset dan Liabilitas Mengalami Kenaikan

Hingga 31 Maret 2026, total aset perseroan meningkat sekitar 1 persen dibandingkan posisi akhir 2025. Kenaikan ini terutama dipengaruhi oleh bertambahnya nilai persediaan untuk mendukung kebutuhan operasional.

Adapun total liabilitas naik sekitar 2 persen akibat peningkatan utang bank jangka pendek yang digunakan untuk menunjang aktivitas usaha perusahaan.

Strategi Ekspansi dan Prospek Industri Gula

Saat ini GULA mengoperasikan gudang penyimpanan produk jadi di kawasan industri Candi, Semarang. Perseroan juga memiliki perkebunan dan pabrik gula merah di Kabupaten Pandeglang serta tengah menjalani transformasi menuju model manufaktur yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Manajemen menilai prospek industri gula nasional masih menjanjikan seiring pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia dan meningkatnya kebutuhan konsumsi gula domestik dalam beberapa tahun mendatang.

Untuk mendukung pertumbuhan, perusahaan menyiapkan sejumlah strategi, antara lain menawarkan harga yang kompetitif, memperluas pasar UKM dan ritel, menjaga ketersediaan stok, serta membangun fasilitas produksi guna meningkatkan efisiensi.

Meski demikian, perseroan mengakui masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari fluktuasi harga gula, potensi keterlambatan pembangunan fasilitas produksi, hingga ketidakpastian kondisi ekonomi yang dapat memengaruhi daya beli konsumen. Kendati demikian, manajemen optimistis kinerja operasional dan keuangan GULA sepanjang 2026 akan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Red Irwan Hasiholan

(Sumber: mediapatriot.co.id)

BACA JUGA: Kerjasama Media di EKATALOG INAPROC LKPP untuk DISKOMINFO dan SKPD Lainnya


Informasi Iklan / Advertorial Klik
mediapatriot.co.id@gmail.com
atau Hubungi WhatsApp kami
08999208174


IKUTI CHANNEL MEDIAPATRIOT.CO.ID DI PONSELMU
Ikuti saluran Channel MediaPatriot.CO.ID di WhatsApp

Wartawan di lapangan dibekali Kode Sandi untuk membuka DAFTAR WARTAWAN >>>


Tentang Kami

Mediapatriot.co.id adalah portal berita online nasional yang menyajikan informasi aktual, terpercaya, dan berimbang. Kami hadir untuk memberikan akses berita cepat dan akurat.

Didirikan oleh jurnalis senior Hamdanil Asykar, Mediapatriot.co.id berkomitmen menjaga integritas jurnalistik dan menjunjung tinggi Kode Etik Dewan Pers. Dengan jaringan kontributor di berbagai daerah, kami menghadirkan berita lokal dengan cakupan nasional.

Misi kami adalah menjadi media digital yang membangun kesadaran publik melalui berita edukatif, mendalam, dan bebas hoaks.

Untuk pertanyaan, saran, atau kerja sama media, silakan hubungi kami melalui halaman Kontak.


>

Informasi Iklan / Advertorial Klik redaksi@mediapatriot.co.id