Sabtu | 27 Juni 2026 | Pukul | 07:00 | WIB
Mediapatriot.co.id | Langkat | Binjai | Sumatera Utara – Di tengah derasnya arus disrupsi digital, perubahan sosial, serta semakin kompleksnya tantangan dakwah di era modern, Majelis Tabligh Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Langkat bersama PD Muhammadiyah Kota Binjai mengambil langkah strategis dengan memperkuat regenerasi kader mubaligh melalui Pelatihan Kader Mubaligh Muhammadiyah (PKMM) Tingkat Daerah.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 23–25 Juni 2026, di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kwala Madu, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat, menjadi momentum penting dalam melahirkan generasi mubaligh yang tidak hanya memiliki kapasitas keilmuan Islam yang kuat, tetapi juga mampu menjawab tantangan dakwah kontemporer dengan pendekatan intelektual, humanis, dan berbasis teknologi.
Mengangkat tema “Mewujudkan Kader Mubaligh/Mubalighat Muhammadiyah yang Berilmu, Berakhlak, dan Berkemajuan”, kegiatan tersebut diikuti sekitar 100 peserta yang merupakan utusan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) se-Kabupaten Langkat dan Kota Binjai.
Pelatihan ini menjadi bukti nyata bahwa Muhammadiyah terus memperkuat konsolidasi dakwah dengan menyiapkan kader-kader yang memiliki kompetensi keilmuan, integritas moral, kemampuan komunikasi publik, serta kecakapan memanfaatkan teknologi informasi sebagai instrumen dakwah yang efektif.
Dakwah Harus Adaptif Terhadap Perubahan Zaman
Ketua Panitia Pelaksana, Drs. Muhammad Amin, M.A., menegaskan bahwa PKMM bukan sekadar agenda pelatihan rutin, melainkan bagian dari strategi besar kaderisasi Muhammadiyah dalam menyiapkan mubaligh yang mampu menjawab dinamika masyarakat modern.
Menurutnya, tantangan dakwah saat ini jauh berbeda dibandingkan masa lalu.
Seorang mubaligh tidak cukup hanya menguasai materi keagamaan, tetapi juga dituntut memahami kondisi sosial masyarakat, mampu membaca perkembangan teknologi informasi, hingga memiliki kemampuan membangun komunikasi yang persuasif dan mencerahkan.
“Hari ini seorang mubaligh harus mampu berdakwah secara kontekstual, memahami karakter masyarakat, menguasai media digital, sekaligus menjaga kemurnian nilai-nilai Islam Berkemajuan yang menjadi ruh Muhammadiyah,” ungkapnya.
Kurikulum Komprehensif, Dipandu Para Akademisi dan Praktisi Dakwah
Selama tiga hari, peserta mendapatkan pembekalan dari para akademisi, ulama, praktisi dakwah, hingga tokoh Muhammadiyah yang memiliki kompetensi di bidangnya masing-masing.
Prof. Dr. Ali Imran Sinaga, M.Ag. membawakan materi mengenai Dakwah Kultural dan Penyusunan Peta Dakwah, yang menitikberatkan pentingnya pendekatan dakwah berbasis kebutuhan masyarakat.
Selanjutnya, Dr. Sapri, S.Ag., M.A. mengupas Kepribadian dan Kode Etik Mubaligh, sekaligus memandu penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL) sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan di daerah masing-masing.
Materi Strategi Dakwah dan Tabligh disampaikan Azar Aswadi, M.A., sementara Junaidi, S.Pd., M.Pd. memperkenalkan Sistem Informasi Tabligh Muhammadiyah (SITAMA) serta strategi pembentukan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) hingga tingkat cabang.
Penguatan ideologi Persyarikatan diberikan oleh Thantawi Jauhari, M.A. melalui materi Aktualisasi Islam, Iman, dan Ihsan dalam Ideologi Muhammadiyah, sedangkan AS Dinata, S.Pd.I. membahas keteladanan tokoh sebagai inspirasi kepemimpinan dakwah.
Pada aspek pengembangan karakter, Pungut Suroto, S.Pd. menyampaikan materi Personality Mubaligh berbasis psikologi kepribadian, sementara Abdi Sukamto, S.Ag., M.Si. melatih kemampuan Public Speaking agar mubaligh mampu menyampaikan pesan Islam secara komunikatif dan efektif.
Praktik ibadah dipandu Ustadz Ryan Syah melalui materi Kaifiyatul ‘Ibad fi Isykal ash-Shahih, sedangkan Komarudin, S.Pd. mengulas strategi Optimalisasi Dakwah Digital.
Pelatihan juga diperkaya dengan Focus Group Discussion (FGD) yang dipimpin Dr. Selamat Pohan, S.Ag., M.A., membahas problematika dakwah melalui pendekatan analisis SWOT, serta materi Kolaborasi Sosial Dakwah yang dibawakan Yudha Pratama, S.Pd.
Dakwah Tidak Berhenti di Ruang Pelatihan
Salah satu ciri utama PKMM tahun ini adalah orientasi pada implementasi nyata.
Setiap peserta diwajibkan menyusun peta persoalan dakwah di wilayah masing-masing menggunakan metode analisis SWOT, kemudian menyusun langkah-langkah strategis sebagai tindak lanjut pasca-pelatihan.
Selain itu, seluruh peserta diarahkan menjadi motor penggerak pembentukan Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) hingga tingkat cabang sebagai wadah konsolidasi gerakan dakwah yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
Momentum Muharram Perkuat Spiritualitas Peserta
Suasana pelatihan semakin bermakna ketika hari terakhir kegiatan bertepatan dengan 10 Muharram, di mana seluruh peserta bersama panitia melaksanakan sahur bersama dan menjalankan Puasa Sunnah Asyura.
Momentum tersebut tidak hanya memperkuat dimensi spiritual peserta, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah antarkader Muhammadiyah dari Langkat dan Binjai.
Apresiasi Bagi Peserta Terbaik
Pada penutupan kegiatan, panitia memberikan penghargaan kepada 17 peserta terbaik dalam kategori teladan, aktif, dan terampil.
Di antaranya Rusli Ali, Salman Alfarisy Lubis, Sukardi, Muhammad Ramli, Irfan, M.A., Anwar Rifki, Edi Kurniawan, S.Sos.I., Revanca Karsita, Amru Akbar Perangin-angin, S.Pd., serta Fahmi Fahrezi.
Sementara dari unsur mubalighat, penghargaan diberikan kepada Wahyuni, S.Pd., Nurhidayah, Neni Triani, Intan Fitriani, Misra Nova Dayantri, Nur Cahaya Bulan, dan Salsabila Amelia.
Mereka diharapkan menjadi lokomotif gerakan dakwah Muhammadiyah yang mampu menghadirkan dakwah yang mencerahkan, inklusif, dan solutif bagi masyarakat.
Korps Mubaligh Muhammadiyah Resmi Dikukuhkan
Puncak kegiatan ditandai dengan pengukuhan Ketua-Ketua Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) tingkat cabang oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Bidang Tabligh.
Untuk Kabupaten Langkat dikukuhkan:
Arti, S.Pd (Besitang)
Revanca Karsita (Pangkalan Brandan)
Muhammad Ramli (Tanjung Pura)
Suwito (Padang Tualang)
Drs. Pungut Suroto (Stabat)
Sudiro, AMD (Secanggang)
Zulkifli (Selesai)
Solihin Arifsyah (Bahorok)
Sedangkan Kota Binjai:
M. Rafai (Binjai Utara)
Zulfi Anshor Izhar (Binjai Selatan)
Ismail, S.H. (Binjai Timur)
Iqbal Irfan Nanda, S.Pd. (Binjai Kota)
Anwar Rifki, S.Pt. (Sambirejo)
Dalam sambutannya, Wakil Ketua PDM Langkat Suyarno, M.Si., Ketua PDM Binjai Juriadi, M.A., serta perwakilan MUI Langkat Al Ustadz H. Zulkifli Ahmad Dian, Lc., M.A.,
memberikan apresiasi atas sinergi lintas daerah yang dinilai menjadi model penguatan dakwah Muhammadiyah di Sumatera Utara.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi penyerahan kembali berkas peserta dari Master of Training (MOT) Faisal Amri Al-Azhari kepada PDM Langkat dan PDM Binjai, dilanjutkan foto bersama seluruh peserta dan panitia.
Catatan Redaksi
Pelatihan Kader Mubaligh Muhammadiyah Langkat–Binjai bukan sekadar forum transfer ilmu, melainkan investasi jangka panjang dalam membangun ekosistem dakwah yang berorientasi pada pencerahan umat.
Ketika tantangan era digital semakin kompleks, kebutuhan terhadap mubaligh yang memiliki integritas moral, keluasan ilmu, kecakapan komunikasi, dan literasi teknologi menjadi sebuah keniscayaan.
Dari Kwala Madu, Muhammadiyah menunjukkan bahwa dakwah berkemajuan harus terus bergerak, beradaptasi, dan memberi solusi bagi kehidupan masyarakat, tanpa kehilangan akar nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin.
(Kabiro Langkat | Mediapatriot.co.id)


