SUBANG – Arus lalu lintas di ruas Tol Cikopo–Palimanan terus menunjukkan peningkatan signifikan seiring pergerakan masyarakat menjelang musim mudik.
Pada Selasa (17/3) pukul 19.00 WIB, kondisi volume kendaraa lalu lintas terjadi peningkatan dengan dierapkanya skema one way terpantau ramai namun dalam keadaan tetap lancar.

Hinga Data terbaru sejak pukul 00.00 sampau 19.00 WIB,data yang terbaru tercatat dari jumlah kendaraan sekitar 56 ribu kendaraan melintasi Gerbang Tol Cikopo dari arah Jakarta menuju Cirebon.
Angka ini melonjak tajam hingga 40,2 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya, menandakan intensitas perjalanan yang semakin tinggi di jalur utama Trans-Jawa tersebut.
Secara keseluruhan, volume kendaraan di ruas Tol Cipali mencapai sekitar 71 ribu kendaraan atau meningkat 18 persen dibandingkan hari sebelumnya. Kenaikan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang mulai bergerak ke arah timur Pulau Jawa.
Di sisi lain, kondisi rest area di sepanjang Tol Cipali terpantau ramai dipadati pengguna jalan.
Meski demikian, kapasitas parkir masih mencukupi untuk menampung kendaraan. Pengelola mengimbau agar pengguna jalan membatasi waktu istirahat maksimal 30 menit demi menjaga kelancaran perputaran fasilitas.
Pengguna jalan juga diingatkan untuk memanfaatkan alternatif tempat istirahat di luar jalan tol dengan keluar melalui gerbang terdekat. Dengan sistem transaksi tertutup pada jaringan tol Trans-Jawa, pengguna tetap dikenakan tarif sesuai jarak tempuh tanpa biaya tambahan saat masuk kembali.
Demi keselamatan bersama, pengendara diminta tidak berhenti di bahu jalan kecuali dalam kondisi darurat, karena dapat memicu perlambatan hingga potensi kecelakaan.
Jika mengalami kendala di perjalanan, pengguna jalan dapat menghubungi layanan darurat Astra Tol Cipali melalui call center 0260-7600-600 atau WhatsApp 0811-2347-600.
Pihak Astra Tol Cipali melalui Ardam Rafif Trisilo menegaskan, pihaknya terus memantau dan mengoptimalkan layanan demi memastikan perjalanan pengguna jalan tetap aman, nyaman, dan terkendali di tengah lonjakan arus kendaraan.
( M Rahmat )

