Kota Bekasi, MPN
Sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini sedang menjadi primadona bagi kalangan masyarakat untuk memperoleh penghasilan sehari-hari. Bukan hanya diminati kaum ibu rumah tangga, sektor UMKM juga menjadi sasaran masyarakat yang mengalami PHK atau masih menganggur.
Sebagai wujud perhatian, jajaran pengurus Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Bantargebang, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, memberikan bantuan berupa sarana pendukung atau perlengkapan usaha yang dibutuhkan para pelaku UMKM. Hal ini terungkap dalam kegiatan silaturahmi dengan para prlaku UMKM yang tergabung dalam Komunitas Usaha Binaan LPM (KUBL) Bantargebang pada Sabtu (25/4).
Terlihat Lurah Bantargebang Sowi Hidayatulloh bersama Ketua LPM Kelurahan Bantargebang Samsudin Nurseha, dan Ketua Koperasi Merah Putih Kelurahan Bantargebang, Sopian, hadir membuka kegiatan silaturahmi ini. Nampak juga para pelaku UMKM dari berbagai jenis usaha terlihat antusias mengikuti acara yang dirangkai dengan dialog interaktif terkait kendala dan harapan dari para pelaku usaha.
Terkait keberadaan Komunitas Usaha Binaan LPM ini, Lurah Bantargebang Sowi Hidayatulloh menyatakan tanggapannya secara positif. “Ini merupakan bentuk perhatian LPM Bantargebang untuk membantu program pemerintah dalam rangka mengurangi angka pengangguran. “Yang pasti, keberadaan komunitas usaha ini bisa mendongkrak taraf kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Ketuq LPM Bantargebang Samsudin Nurseha mengungkapkan sektor UMKM menjadi solusi bagi masyarakat agar memiliki penghasilan sehari-hari. “Untuk ini kami tergerak untuk memberikan dukungan dan perhatian dalam rangka pengembangan sektor UMKM ini, dan sampai saat ini sudah ada 65 pelaku UMKM Binaan LPM Bantargebang dari berbagai jenis usaha dengan mayoritas usaha kuliner,” ulasnya.
“Dukungan yang kami berikan berupa bantuan peralatan kerja atau perlengkapan usaha, seperti peralatan memasak atau gerobak untuk jualan. Begitu juga untuk usaha steam atau cucii motor dan mobil, kami bisa berikan bantuan berupa mesin steam. Artinya kami membantu kebutuhan peralatan pelaku UMKM,” papar Samsudin, didampingi Galih Handoko selaku Koordinator Bidang UMKM LPM Bantargebang.
Samsudin kemudian menyebut 2 kriteria bagi pelaku UMKM yang bisa menerima bantuan. “Yakni usaha kecil yang memang sudah berjalan, dan usaha berbasis komunitas yang bisa menyerap tenaga kerja untuk masyarakat sekitar,” jelasnya.
“Kami berharap komunitas usaha ini mampu menyerap tenaga kerja, gak perlu banyak. Bisa menampung satu atau dua orang tenaga kerja dari masyarakat sekitar atau tetangga terdekat. Sehingga keberadaan komunitas usaha ini juga memberikan manfaat untuk lingkungan,” ungkap Samsudin.
Menurut Samsudin, membuka usaha sendiri merupakan alternatif bagi masyarakat dalam kondisi sulitnya mencari pekerjaan saat ini. “Saya kira di tengah ketidakpastian situasi ekonomi saat ini, membuka usaha sendiri merupakan pilihan tepat,” katanya.
“Jangan pernah berfikir atau menunggu untuk kerja di kantor ini, di perusahaan ini, atau di pabrik ini, lebih baik berinisiatif membuka usaha sendiri, kami pasti dukung. Yang penting jangan sampai ada warga yang nganggur,” pungkasnya. (Mul)

