oleh

 Grebek Lumpur Rorotan saluran air penghubung terkumpul 60 Kubik Eceng Gondok 

Jakarta utara mediapatriot.co.id Program Gerebek Lumpur Saluran di saluran air penghubung Program Gerebek Lumpur Saluran di saluran air penghubung (phb) Ujung Aspal RT 012 RW 05 Kelurahan Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara. Tahap Awal Grebek Lumpur Saluran di Rorotan,  terkumpul 60 Kubik Eceng Gondok

Camat Cilincing Muhammad Andri mengatakan, program Gerebek Lumpur Saluran di saluran air phb Ujung Aspal RT 012 RW 05 Kelurahan Rorotan dikerjakan dari berbagai unsur petugas gabungan, mulai dari kecamatan, kelurahan, TNI-Polri, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Sudin Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Utara, hingga Unit Pengelola Kawasan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Untuk tahap awal, selama 2 hari yaitu Sabtu (26-27/09) petugas terlebih dahulu  membersihkan rambatan eceng gondok yang menggenangi saluran air phb tersebut.” Tutur M. Andri saat dikonfirmasi .Senin (28/09).

Ditambahkan dengan ratusan petugas gabungan dan dua alat berat jenis wheel dalam program grebek lumpur di saluran air phb ini menghasilkan sekitar 60 kubik eceng gondok. Untuk tahap selanjutnya, petugas akan mengeruk sedimen lumpur pada saluran air phb tersebut.

pjlp yg berperan saat grebek lumpur :
Pjlp sda kec.cilincing
Ppsu kel.  rorotan
Pjlp UBK badan air
Pjlp LH dan Kebersihan tersebut dari rambatan eceng gondok dan lumpur,

maka dapat mencegah luapan saluran air saat musim penghujan yang kerap menggenangi kawasan RW 01 hingga 06 dan 010 Kelurahan Rorotan,” jelas M. Andri

Sementara itu Kepala Satuan Pelaksana Sudin Sumber Daya Air Kecamatan Cilincing Tjahyono Budi Setiawan menerangkan, eceng gondok yang terkumpul tidak dibuang ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Tanaman tersebut disebar pada beberapa lahan aset milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang berlokasi tak jauh dari saluran air phb tersebut.

“Di dekat saluran tersebut masih ada beberapa aset Pemprov DKI yang masih belum digunakan. Eceng gondok kita sebar di sana sebagai pupuk organik,”

Untuk pekerjaan tahap awal, kami telah mengeruk  sebanyak 60 kubik eceng gondok terkumpul dari saluran air sepanjang 700 meter tersebut, pungkas Tjahyono.

Ediyanto

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed