Takalar, MediaPATRIOT.CO.ID – Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Barua Jaya Desa Bentang Kecamatan Galesong Selatan (Galsel) Kabupaten Takalar yang dipertanyakan keasahannya sampai mendapat kritikan akan keberlangsungan pekerjaan pembangunan irigasi seperti pemberitaan yang tayang di salah satu media online kini ditanggapi serius oleh Ketua P3A.
Dimulai dari keasahan P3A Barua Jaya tentunya telah jelas, karna didalam suatu struktur kepengurusan kelompok P3A yang legal itu telah dinotariskan dengan dasar pengukuhan kelompok, apalagi P3A Barua Jaya Desa Bentang saat ini telah mengerjakan pembangunan irigasi yang pastinya ada proses validasi administrasi sebelum dapat mengelola anggaran negara.
Ismail Dg Tompo yang dikonfirmasi mengatakan, “Terkait Volume pekerjaan kami anggap sesuai bestek, apalagi dalam pekerjaan irigasi ini ada kelebihan volume yang jika dikubikasikan maka akan melebihi RAB” jelas Ismail.
Lanjut ditambahkan, “Mengingat program ini ialah bentuk swakelola yang murni dikerjakan oleh petani yang tentunya jauh berbeda dengan proyek kontraktual yang dikerjakan oleh orang orang bersertifikat yang memiliki tenaga terampil dan tenaga ahli dibidangnya masing masing, kami ini petani yang terbedayakan oleh program aspirasi dengan upaya memberikan yang terbaik akan pekerjaan meskipun belum bisa melampaui pekerjaan tenaga kerja bersertifikasi” tutup ketua P3A Barua Jaya. (Mt)
